KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN

KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN
#042


__ADS_3

"Apa maksudmu Gitta? tanya Rika.


"Ibu....bagaimana rasanya ketika aku berpura pura menyukai dan menyayangi suami Ibu? dulu Ibu berpura pura mencintai Ayahku ketika didepanku, berpura pura mesra hanya didepanku, sekarang aku membalasnya ketika Ibu bersama orang yang sangat Ibu cintai meski itu adalah Papa kandungku. dengan senyum menyindir.


"Apa !!!!. dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Ibu....bagaimana rasanya ketika karma sudah ibu rasakan, meski Ayahku tak pernah membalasnya, tapi anakmu sendiri yang telah membalaskannya kepadamu ibu.


"Gitta...tapi papamu tidak tahu menahu soal itu, dan kau tidak berhak membalasnya kepada papamu. teriak Rika.


"Sepertinya caraku bisa membalas semua orang yang telah menyakiti Ayaku, termasuk ibu, suami ibu dan juga mertua ibu. dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Gitta....ibu mengakui kesalahan ibu Gitta....tapi apakah rasanya adil papamu tidak menahu soal ini, tapi dia terkena imbas dari masalah ibu dan Ayahmu.

__ADS_1


"Ibu...berhentilah untuk membela suami ibu didepanku, karna aku sangat membenci keluarga ibu...ucap gitta dengan setengah berteriak.


"Dasar anak kurang ajar kamu....sambil melayangkan tangan ingin menampar Gitta.


"Hentikan Rika....ucap Desi sambil memegang tangan Rika.


"Jangan kau sakiti lagi anakmu!!!!


"Omaku sayang!!!! kau tidak perlu repot repot begini untuk membelaku" jawab gitta dengan nada iba yang dibuat buat.


Gitta yang melihat Omanya menangis merasa tidak tega dan merasakan sakit yang begitu luar biasa.


"Oma....maafkan aku yang telah membuat oma dan putra oma sakit hati karna tingkahku yang telah dirasuki rasa dendam yang begitu dalam kepada kalian semua. Oma....aku tidak akan mengganggu lagi kebahagian keluarga oma, jika oma ingin mempunyai cucu dari papaku, ibuku masih bisa untuk memberikan oma keturunan, dan anggap saja aku tidak pernah hadir dalam kehidupan kalian, aku tidak pernah menginginkan harta oma dan harta anak oma, dan mulai dari sekarang anggap saja aku sudah mati bersama Ayah yang sudah membesarkan aku oma....melihat anak oma bahagia dengan ibuku, aku lansung teringat almarhum ayahku, kenapa kalian tidak mengambilku dari Ayahku ketika aku belum mengerti apa apa....tapi kalian datang kepadaku ketika orang yang aku anggap adalah Ayah kandungku ternyata bukan Ayah kandungku, dan lebih parahnya lagi, orang yang sangat aku benci adalah papa kandungku sendiri, jadi pergi lah oma, sebelum aku bertindak lebih bar bar lagi. ucap Gitta yang sudah berderai air mata.

__ADS_1


"Gitta....oma mohon kepadamu...janganlah kau membenci papamu karna kebodohan oma dulu Gitta. ujar Desi sambil berlutut dikaki Gitta, dengan tangi yang sudah pecah.


Ayu dan Gina menyaksikan kejadian itu lansung, tanpa sadar juga sudah berderai air mata, diluar kedatangan Hendra, Ziko, Alice, dan Nando mendengar kejadian tersebut.


"Oma....berhentilah untuk menangis oma, sambil membantu Desi untuk berdiri. oma aku berjanji akan memaafkan oma dan papaku, tapi aku tidak mau lagi berurusan dengan kalian, anggap saja aku sudah mati oma. ucap Gitta dengan air mata yang sudah turun sejadi jadinya.


"Oma tidak bisa cucuku...oma tidak bisa menerimanya, kau membenci papamu karna kebodohan oma...


"Oma....berhentilah untuk menyalahkan dirimu....ini yang dinamakan takdir oma...aku hidup dan besar dalam sebuah drama yang mungkin hanya segelintir orang yang merasakan, dan aku berharap cuma aku saja yang merasakan hidup seperti ini, pulang lah oma, bawa menantu oma pergi dari tempat Gitta, karna Gitta tidak mau menjadi anak dan cucu durhaka oma. ucap Gitta sambil berlalu pergi kekamarnya meningggalkan Desi, Rika, dan dua sahabatnya.


"Ibu...ayo kita pergi ibu, biarkan Gitta menenangkan dirinya ibu. ajak Rika sambil merangkul mertuanya.


Setelah Rika membuka pintu, ternyata Hendra juga berada diluar matanya merah karna menahan tangis dan amarah.

__ADS_1


"Maafkan Gitta mas....ucap Rika sambil memeluk Hendra.


"Kau tidak perlu minta maaf sayang, memang dia tidak salah membenciku, kenapa aku tidak mencari kalian disaat dia belum tahu apa apa. ucap Hendra sambil memeluk istrinya.


__ADS_2