KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN

KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN
#044


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 21.30 wib Gitta terbangun dari tidurnya, Gitta mendengar suara tertawa dari arah balkon, Gitta menghampiri teman temannya meski kepalanya sedikit berat karna pusing akibat ulah menangis seharian.


Saat Gitta akan sampai balkon, Nando mslihat Gitta berjalan kearah balkon untuk menghampiri mereka.


"Git...lo udah bangun? tanya Nando sambil berlari kecil menghampiri Gitta.


"Udah!! menjawab dengan singkat.


"Hay cantik ku....ucap Ziko tersenyum kepada Gitta.


"Apa sih lo? jawab Gitta kesal.


Mata Gitta tertuju kepada Alice, Gitta menatap Alice dengan penuh tanda tanya, mungkin karna baru pertama kali bertemu dengan Alice dan juga belum kenal dengn Alice.


"Hay...gue Alice...sepupunya Nando. ucap Alice tersenyum sambil mengulurkan tangan perkenalan.


"Hay juga, Gue Gitta. jawab Gitta kembali tersenyum.

__ADS_1


Canda tawa Teman teman Gitta membuat masalahnya hilang. jam sudah menujukkan pukul 22.45 wib, semua orang sudah berpamitan untuk pulang Ayu, Gina , Ziko, Nando dan Alice sudah meninggalkan Gitta sendirian.


Sekarang tinggallah Gitta seorang, Gitta kembali diingatkan oleh masalah yang menimpanya sekarang ini.


"Gue ingin pergi untuk beberapa saat saja, tanpa ada orang yang mengaggu gue, gue ingin tenang untuk sementara waktu. lirih Gitta.


Saat itu juga Gitta mengemasi barang barangnya. lalu pergi meninggalkan apartemennya.


Dirumah Hendra.


Saat makan malam telah selesai Hendra lansung masuk kerung kerjanya, sedangkan Rika dan Desi telah dikamarnya.


"Budi....mungkin kau tidak bisa merebut cinta dan kasih sayang Rika dari ku, tapi kau tau Budi? kau berhasil merebut seruh cinta dan kasih sayang putriku dariku, dan kau tau Budi...? itu sangat menyakitkan ketimbang Rika yang menikah denganmu saat dia sedang mengandung putriku. Aku yakin kau mendidik putriku dengan kasih sayang yanh sungguh luar biasa, dan aku juga yakin kau tak pernah mengajarkan putriku untuk membenciku. Sekarang aku akui Budi, kau lah pemenang sesungguhnya. lirih Hendra yang sudah berlinang air mata.


Tanpa disadari oleh Hendra ternyata Rika memdengar semuanya, Rika hanya bisa menagis, berbuat pun tidak bisa, karna Rika sangat mengetahui persis sifat dan watak Gitta putrinya.


Saat Hendra mau keluar dari ruang kerjanya, sontak Rika berlari kearah kamar dan dan berpura pura membaca majalah.

__ADS_1


"Belum tidur sayang? tanya Hendra sambil menutup pintu kamar.


"Aku belum mengantuk mas. jawab Rika sambil tersenyum melihat Hendra.


"Tidur lah!!! kamu pasti sangat lelah. ujar Hendra sambil merangkul istrinya untuk tidur bersamanya.


Rika pun menurutinya tanpa membantah perintah suaminya. Rika membalas pelukan suaminya sambil mengelus lembut kepala suaminya.


"Mas....maafkan Gitta mas....ucap Rika yang sudah berderai air mata.


"Sudahlah sayang!!! ini bukan kesalahan Gitta sepenuhnya, Aku lah orang yang paling salah, jika kau selalu menyalahkan anak kita seperti ini. jawab Hendra mengelus kepala istrinya.


"Aku telah gagal mas, aku telah gagal mendidiknya. lirih Rika


"Aku yakin...suatu saat Gitta akan bisa menerimaku, dia akan menyayangiku seperti dia menyayangi Budi, percayalah!!!!


"Apa yang membuatmu begitu yakin mas?

__ADS_1


"Hey....Gitta adalah anakku, darah dagingku, insting seorang Papa itu sangat tajam kepada anaknya. jadi biarlah waktu yang mendekatkan ku kepada putriku, jangan kau membuang energimu sendiri untuk memarahi anakmu gara gara aku, dan secara tidak lansung itu akan membuatnya menjadi anak yang durhaka, kau mengerti istriku? jawab Hendra.


"Baiklah tuan Hendra Wijaya, kalau begitu mari kita tidur. ucap Rika tersenyum


__ADS_2