KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN

KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN
#06


__ADS_3

dimobil sepulangnya rika dan hendra dari apartemen gitta. mereka hanya diam seribu bahasa sampai mereka tiba dirumahnya. rika merasakan kemarahan suaminya karna dia telah menampar gitta.


"kau belum makan dari siang mari kita makan dulu" ucap rika yang memecah keheningan.


"aku tidak lapar rika....jawab hendra yang sesang duduk dan menyandarkan kepalanya disova.


"maafkan aku"karna aku tidak bisa mendidik gitta dengan baik" ucap rika yang menahan tangisnya.


"tidak ada yang salah rika....lirih rendra sambil memejamkan matanya.


"aku akan berusaha untuk meyakinkan gitta agar dia bisa menerimamu" rika sambil menggenggam tangan suami nya. maafkan sifat ngkuhnya karna didikan budi.


aku tidak pernah menyalahkan budi...bahkan aku berterimakasih kepada budi karna dia telah mendidik putri ku menjadi gadis yang kuat. ucap hendra sambil menahan rasa sedihnya.


****flasback****


"hendra dan rika sudah menjalin kasih semenjak mereka duduk dibangku kuliah, hendra dan rika saling mencintai. tapi cinta mereka terkendala karna tidak mendapatkan restu orang tua hendra. dimata orang tua hendra, rika adalah gadis yang tak pantas bersanding dengan anaknya. karna hendra dan rika mempunyai kedudukan kasta yang berbeda, rika yang berasal dari kalangan biasa dan hendra yang berasal dari kalangan orang terpandang. tapi mereka berdua selalu saling menguatkan dan berusaha meyakinkan orang tua hendra. tapi sayang, perjuangan merek sia sia....apalagi saat orang tua hendra mengetahui kalau rika sedang mengandung anak hendra, dan meminta rika untuk menggugurkan kandungannya.


"budi hartono adalah salah satu teman rika dan hendra, budi memiliki perasaan cinta yang sangat dalam kepada rika. tapi rika tak pernah membalas cinta budi, karna dihatinya hanya ada hendra.


"kau butuh uang berapa....? katakan...setelah itu jauhi putraku tegas desi mamany hendra.


"aku tidak butuh uang anda nyonya...rika menjawab ucapan desi.


"mah....restui lah hubungan kami...rika sedang mengandung anakku mah...ucap hendra yang mulai prustasi dengan sikap mamanya.


"desi" diam kau anak sialan....atau kau akan kehilangan hak mu. sebagai pewaris keluarga ini. hendra tidak bisa menjawab lagi perkataan ibunya.


"rika....kalau kau memang menyayangi putraku...pergi dari kehidupan putraku...dan jangan pernah tampakan batang hidungmu didepan putraku. amarah desi yang sudah memuncak.


"rika melihat hendra yang tidak bisa mengambil keputusan, lantas pergi tanpa menjawab perkataan desi kepadanya.


rika menangis disebuah taman, rika merasakan ada tangan yang menyentuh pipinya.

__ADS_1


"budi.....lirih rika.


aku tau apa yang telah menimpamu rika....jangan pernah kamu merasa sendiri....aku akan selalu ada untuk kamu dan anak yang kamu kandung. ucap budi sambil memeluk rika.


"rika menangis dipelukan budi...dia merasa hanya budi yang mengerti apa yang dia rasakan saat ini....dia sangat takut kehilangan harta nya nta bud.....sampai sampai dia rela kehilangan aku dan calon anak nya budi....ucap rika yang tangisnya telah pecah.


budi memejamkan matanya sambil mengngepalkan tangannya, rikaaa.....aku memang tidal sekaya hendra....tapi setidaknya aku masih bisa memenuhi kebutuhanmu,, menilahlah denganku...kata kata budi membuat rika tersambar petir." yaaa budi memang termasuk orang yang berada, tapi hartanya memang tidak sebanyak hendra.


"budi....aku mengandung anak orang lain budi...ucap rika.


aku tau rika....aku akan menyayangi anakmu seperti anakku sendiri....rika pikirkan anak yang ada dalam kandungan mu, apa kata orang nanti kalau dia lahir tampa ayah....ucap budi.


budi.....sstttt aku tidak akan memaksamu untuk menjawab sekarang rika ucap budi sambil menahan bibir rika dengan telunjuknya.


dikediaman hendra.....


hendra dilarang keluar oleh mamanya"dia hanya bisa mengurung diri dikamar ntah apa yang ada difikiran hendra.


malam harinya rika mendatangi budi....


budi membuka pintu dan terkejut rika yang datang saat hari mau hampir tengah malam.


rikaaa....ucap budi...


bud...apa aku boleh masuk....?


mari....budi merangkul rika dan mereka duduk disova.


bud...mengenai perkataan mu tadi siang, aku menerimanya, ucap rika.


tanpa berfikir panjang budi memeluk rika, terimakasih rika...ucap budi"


keesokan harinya hendra mendatangi kediaman rika, dia terkejut mendapati rumah rika yang telah kosong, dan hendra menemukan sepicuk surat.

__ADS_1


*TO HENDRA WIJAYA....


maaf aku pergi untuk selamanya....


maafkan aku yang telah menjadi benalu hubungan mu dengan ibumu...


jangan cari aku, karna kau tak akan bisa menemukan ku lagi.


mengenai anak yang aku kandung kau tak perlu menghawatirkannya.


karna ada seseorang pria yang mau berkorban untuk anak mu, dia adalah BUDI HARTONO.


kalau pun kita nantinya akan bertemu, dan bersatu mungkin itu adalah sebuah takdir.


kalau kau memang sayang dengan ku dan anak mu, jalanilah hari hari mu seperti biasa.


**RIKA PANGESTU


tubuh hendra seakan lumpuh total, dia hanya bisa menangisi kebodohannya karna tidak bisa memoerjuangkan winita yang dia cintai dan calon anak nya.


hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun bergabti tahun, hendra yang terlihat riang didepan umum, tatapi siapa tahu dia selalu menangis meratapi kerinduannya pada rika.


sampai hendra memutuskan untuk tidak menikah, dan mendapati kabar kalau rika dan budi sudah pindah lagi kejakarta karna budi yang menderita sakit kanker hati.


hendra mencari tahu dimana rika dan budi menetap dijkarta. sampai hendra mendapatkan alamat yang budi dan rika. hendra melihat rika dari kejauhan dan hendak menemui rika, tapi langkah hendra terhenti melihat ada sosok gadis kecil yang berumur 19 tahun yang menghampiri rika sambil memapah budi untuk keluar rumah.


"dia pasti anak ku...dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, aku ingin memelukmu nak....guman hendra dalam hati.


saat hendra berjalan ingin mendekati rumah budi dan rika, langkah hendra terhenti lagi, dia tidak mau anaknya tau kalau ayah kandungnya adalah seorang pengecut. hendra pergi dan meninggalkan rumah budi.


tanpa sengaja budi dan rika bertemu disebuah minimarket, mereka hanya terdiam, menatapa sambil menahan rasa rindu.


hendra dan rika selalu bertemu diluar, sampai suatu ketika gitta dan ayahnya budi mempergoki mereka di sebuah restoran. sontak budi melihat itu lansung jatuh dan tak sadarkan diri. disitu lah asal mula gitta membenci budi.

__ADS_1


*on flasback


__ADS_2