KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN

KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN
#035


__ADS_3

Gitta sudah merasa kenyang dengan tidurnya, saat gitta menggeliat, ternyata ada dua sahabatnya yang sedang tertidur pulas disamping dia tidur.


Gitta : hhuuaaakkk......sejak kapan para pengacau ini disini, sampai gue tidak menyadarinya. guman hati gitta tapi sebenarnya gitta sangat senang dengan kedatangan dua sahabatnya itu meski kadang mereka sering terlibat pertengkaran kecil.


Tak lama setelah gitta bangun juga disusul oleh Ayu. Ayu memperhatikan gerak gerik gitta yang memandang seisi ruang kamarnya, karna.


Ayu : udah puas loe meperhatikan isi kamar loe bak kamar putri raja ini. ucap ayu mengejutkan gitta.


Gitta : loe udah bangun yu?


Ayu : nga !!! gue masih tidur. emang loe nga liat mata gue udh melek gini? masih aja nanya.


Gitta : yu?


Ayu : hhmmmm


Gitta : gue bosen yu, gue pengen balik keapartemen. ucap gitta dengan raut wajah sedih.


Ayu : ehh anak bangke....orang diluar sana banyak bermimpi kepengen tinggal dirumah dan semegah ini, lahh loe? kepengen balik keapartemen, meski apartemen loe termasuk apartemen mewah.


Gitta : ntah lah yu, jujur....gue ngerasa asing kalau tinggal disini, meski gue tinggal sama bokap dan nyokap kandung gu.


Gina sebenarnya sudah bangun, tapi gina masih pura pura tidur dan ingin mendengar curhatan gitta kepada ayu, gina ingin mendengar apa ayu bisa mengintrogasi gitta apa tidak mengenai perubahan sikapnya kepada om hendra.

__ADS_1


Gina : gue heran sama loe git? dulu loe kayak tom & jerry sama bokap loe terutama sama nenek loe, sekarang loe bersikap seperti anak lugu dan polos. ucap gina yang mengejutkan ayu dan gitta.


Gitta : Cik....ini lagi anak bangke...bikin kaget aja. gitta kesal.


Ayu : Gina benar Git....loe kenapa berubah dengan begitu drastisnya? ada apa?


Gitta : nanti gue bakalan cerita, tapi sekarang cacing dalam perut gue udah pada protes, kita kebawah sambil makan. gitta mengalihkan pembicaraan dan sudah berdiri menuju lantai dasar.


Saat gitta dan dua sahabatnya sudah sampai dilantai dasar rumah orang tuanya.


"nona gitta....ada yang bisa saya bantu? ucap beberapa pelayan kepada gitta.


Gitta : aku laper bik....tolong buatkan makan siang untuk ku dan teman temanku. gitta tersenyum.


"Baik nona...ucap pelayan sambil membungkukan kepalanya. ternyata nona gitta gadis yang baik, aku kira nona gitta adalah gadis yang angkuh dan sombong. guman hati pelayan tersebut.


Hendra mendengar suara gitta da teman temannya dan melihat dari ruang kerjanya, saat hendra melihat gitta tertawa dengan lepas membuat hati hendra sangat senang.


Rika : jangan sampai kau melupakanku saat karna anak nakal itu !!! ucap rika dari belakang.


Hendra : kau cemburu dengan anakmu sendiri nyonya hendra. sambil tersemyum menggoda.


Rika : Aku tidak cemburu !!! tapi aku merasa terabaikan. ucap rika manja sambil memeluk tangan suaminya.

__ADS_1


Hendra : aku tidak pernah mengabaikanmu sayang, cuma aku hanya tidak ingin kehilangan gitta lagi, aku sudah cukup bnyak kehilangan waktu dengannya, mulai dari dia dalam kandunganmu, saat dia lahir, saat dia balita, sampai dia sudah tumbuh menjadi gadis dewasa seperti sekarang. nada sedih hendra.


Rika : Aku paham mas....tapi sebenarnya aku juga sedikit cemas dengan perubahan sikap gitta, apa yang direncanakan anak itu padamu.


Hendra : jangan berprasangka tidak baik begitu, apa lagi kepada anak sendiri.


Rika : tapi aku ibunya, aku tau bagaimana sifat dan karakter anak itu.


Hendra : aku tidak terlalu memikirkan hal itu rika, bagiku gitta sudah bersikap baik kepadaku aku sudah senang, biar pun dia berpura pura baik aku tetap sayang dengan anakku, dan biarkan dia samai lelah dengan kepura puraannya itu.


Rika : anak dan bapak sama saja. sama sama punya sifat yang tidak bisa ditebak. ucap rika kesal.


Hendra : sayang....kau ingat pepatah sayang? buah tak jauh jatuh dari pohonnya. hendra terseyum.


Rika : yaa...Gitta mempunyai sifat yang sangat mirip denganmu tuan hendra wijaya.


"Nona....makanya anda sudah siap. ucap pelayan


Gitta dan sabahatnya sudah menuju meja makan. saat gitta hendak mau makan tiba tiba hendra dan rika datang kearah meja makan.


Rika : ternyata ada ayu dan gina ya. ujar rika tersenyum


Gina : iya tante...ayo om, tante makan bareng kita. ucap gina dengan senyum

__ADS_1


Ayu : iya om, tante, kita makan rame rame. ajak ayu balik


Mereka makan bersama, menikmati makan siang bersama. Gitta, Ayu dan Gina makan dengan sangat lahap, hendra hanya terseyum melihat putrinya bahagia sambil sedikit candaan dengan teman temannya, karna bagi hendra melihat gitta senang, adalah sebuah kehagiaan besar baginya.


__ADS_2