KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN

KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN
#04


__ADS_3

setelah kepergian gitta dan disusul dua sahabatnya gina dan ayu. nando mengepalkan tangan geram karna perlakuan gitta kepadanya.


"awas kau gitta permainan akan segera dimulai" kau belum tau sedang berurusan dengan siapa, berani beraninya kau bersikapa seperti itu terhadapku....guman nando""


sayang ucap seseorang,, nando tak asing dengan suara itu...dia menoleh kearah suara itu dan ternyata dia adalah ana kekasih yang dicintai nando....


hay sayang nando merentangkan tangan kepada ana yang berjalan menghampiri nando...


hay juga sayang!!!! saut ana yang tak kalah manja


""aku tak sengaja melihat kau menggoda tiga primadona kampus tadi,,, apa kau menyukai salah satu diantara mereka? sindir ana.


"nando tersenyum kecil melihat muka ana yang sudah memerah karna melihat pacarnya memiliki rasa cemburu juga padanya,, yang biasanya ana hanya cuek melihat tingkah nando menggoda perempuan lain, tapi kali ini ana terlihat sangat cemburu yang sangat luar biasa....


apa kau sedang cemburu ana? ucap nada lembut nando


"ana menghela nafas dengan kasar" bagaimana tidak, salah satu diantara ketiga wanita itu adalah cewek yang dikejar kejar oleh laki laki dikampus ini, dia memiliki segalanya, paras yang cantik, anak orang berada, ucap anak dengan nada kesal".


lagi lagi nando tersenyum, kalau kekasihnya itu cemburu dengan gitta. kau tidak perlu takut sayang karna aku tidak suka dengan wanita yang mempunyai sikap angkuh dan sombong seperti mereka jawab nando dengan senyum.


ok!! aku pegang omongan mu ucap ana dan berlalu pergi..


nando hanya tersenyum....melihat tingkah ana.


*****


keesokan harinya nando sudah memulai aksinya, dia mencari tau tentang gitta lewat orang bayarannya.


nando sudah mengetahui semua tentang gitta, mulai dari kebiasaan, tempat tinggal dab termasuk makanan kesukaan gitta.


nando tersenyum licik, aku kita akan memulai permainan yang akan sangat menyenangkan gadis sombong. guman nando dalam hati.


****malam hari

__ADS_1


gitta sedang asik duduk dibalkon apartemennya, sedang sibuk dengan dokumen laporan keungan restorannya, yang dikelolah oleh orang kepercayaan mendiang ayahnya.


ttrrrrttttt tttttrrrrrt suara hendphon gitaa.


gitta membesarkan mata melihat layar hendphon karna nomor yang tidak dikenal, dan dengan rasa penasaran gitta mengangkat telfon itu.


"halllo


iya halllo gitta"


siapa lo?


gue nando!!!


mau apa lo nelfon gue malam malam?


gue cuman ingin lebih dekat sma loe!!!


karna gue tau loe cewek pinter makanya gue dekati loe.....


gitta lansung mematikan telfon dari nando karna kesal dengan ucapan nando..


ting....suara bel berbunyi....


siapa lagi nih yang datang malam malam, upat gita kesal dan lansung menuju pintu.


cleekkk....sontak mata gita melotot melihat dua sepasang mata paruh baya yang menghampiri alartemennya.


ibu.....ucap gita dengan kaget


"ada apa ibu kemari?


"ibu dan ayahmu membawakan makan malam untukmu nak, sambil menyodorkan rantang yang ada ditangannya rika...

__ADS_1


"kau pasti belum makankan? ayo kita makan bersama, karna ibumu memasak masakan kesukaan mu. ucap hendr


"kalian tidak usah repot repot membawakan aku makan malam, aku tidak lapar. ucap gitta dengan nada marah?


"tau kau sangat membenci ayahmu gitta, tapi kau harus tahu satu hal, begitu kau mendengarkan penjelasan dariku kau akan sngat menyesal karna telah membenc ayahmu. jawab rika yang tak kalah emosi.


ayah....katamu bu?"


sampai kapan pun aku hanya memiliki satu ayah!!!!! dan laki laki yang ada disampingmu ini lah penyebab kematian ayahku!!! gitta menjawab dengan nada yang lebih tinggi.


beraninya kau!!!!! plaaakkkkk tamparan rika mendarat dipipi mulus gitta.


rikaaaaaa........hentikan rika.....kau terlaluan....nada hendra yang sudah sangat marah kepada istrinya.


"aku tidak boleh menangis, aku tidak boleh menangis, itu lah yang diucapkan hati gitta, sambil memengang pipinya yang sakit akibat tamparan ibunya.


"kau tidak perlu membela anak durhaka ini hendra....ucap rika yang sudah sesak menahan tangis.


"apa kalian sudah selesai dengan drama ini? kata kata gitta yang begitu santai tapi menusuk hati ibu dan ayah tirinya.


kalau sudah.....kalian bisa pergi dari rumahku!!!! kata kata gitta menusuk seperti pisau.


kau!!!!! ucap rika yang kembali melayangkan tangannya yang ingin menampar putrinya kembali.


sontak hendra lansung menangkis tangan rika istrinya.....kalau kau marah kepadanya, marahilah aku dan jangan menyakiti gitta lagi. karna semuanya adalah kealahanku ucap hendra tegas.


rika hanya bisa menangis melihat perubahan sikap anaknya yang telah berubah 180 derjad.


apakah sudah selesai? tuan dan nyonyo hendra? kalau sudah kalian bisa karna pintu rumahku bukan panggung drama ucap gita sambil senyum menyeringai.


tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menyaksikan pertengkaran antara anak, ibu dan ayah tiri itu.


riak dan hendra pergi meninggalkan kediaman gitta, dengan hati seperti teriris pisau.

__ADS_1


__ADS_2