
Semua Rika, Hendra, Alfin dan Helen dikejutkan oleh suara Nando yang memanggil mereka, saat mereka sedang asik bercengkrama di balkon rumah sakit.
Nando : pah, mah, om, tante....gitta sudah sadar.
Rika lansung memanggil dokter yang menangani gitta. saat dokter masuk keruangan gitta, gitta mengingau.
Gitta : Ayah....Ayah....jangan pergi, gitta butuh ayah....
Mendengar gitta mengigau memanggil nama ayah, membuat hati hendra semakin sakit, dia pergi meninggalkan gitta yang sedang diperiksa oleh dokter.
Rika : dok....bagaimana keadaan anak saya dok? dan kenapa dia mengigau begini?.
Dokter : tidak apa apa nyonya, sebentar lagi dia akan sadar.
Rika : baik lah dok!!!! terimakasih. ucap rika sambil tersenyum.
Tak beberapa lama dokter meninggalkan ruangan gitta, dia membuka matanya, di melihat sekeliling ruangan.
Gitta : ibu....kita dima? ucap gitta
Rika : kita dirumah sakit sayang....kamu kecelakaan, sudah dua hari kamu tidak sadarkan diri. ucap rika sambil mengelus kepala gitta.
Gitta : ibu....mereka siapa? tanya gitta melihat helen dan alfin yang sedang berdiri disamping nando
Rika : mereka itu orang tua nando, sekaligus teman papa hendra dan ibu saat kuliah dulu, teman ayah juga. ucap rika terseyum menjelaskan.
__ADS_1
Helen dan Alfin tersenyum kepada gitta, dalam hati mereka berkata, gadis yang sangat cantik.
Alfin : hay gadis cantik!!! sambil tersenyum melihat gitta.
Gitta : iya om!!!
Nando hanya diam melihat gitta, jauh dilubuk hatinya yang paling dalam dia sangat bahagia melihat gita yang sudah siuman.
Malam sudah semakin larut Alfin dan Helen berpamitan untuk pulang begitu pun nando, dia ingin pulang bersama papa dan mamanya karna gitta sudah sadarkan diri.
*Pagi hari.
Saat gitta sudah terbangun, kerongkongan gitta sangat kering dan ingin mengambil air yang ada diatas nakas, tapi gitta belum bertenaga untuk duduk dan hanya bisa meraih air dengan menganggakt sedikit badannya. Disaat yang sama hendra juga terbangun dan lansung berdiri melihat gitta yang ingin meraih gelas.
Hendra : biar om bantu!!!! sengaja memanggil dirinya om, walau dengan terpaksa.
Hendra : apa masih ada yang bisa dibantu? ucap hendra melihat gitta yang sedang berbaring.
Gitta : aku lapar!!!!
Hendra : kau ingin makan apa?
Gitta : ikan bakar!!!! ucap gitta singkat
Hendra : baiklah!!! aku akan memesannya untukmu. ucap hendra sambil mengambil hp nya.
__ADS_1
Saat hendra ingin pergi dan menunggu pesanan makan untuk gitta.
Gitta : pah....
Hendra : iya....apa kau masih butuh bantuan lagi? ucap hendra yang sudah tersenyum.
Gitta : ibu mana?
Hendra : dia lagi tidur, kalau ada perlu, biar aku saja yang membantu mu.
Gitta : aku ingin kekamar mandi, apa papa bisa membantu ku? ucap gitta dengan ragu.
Hendra : Baiklah!!! aku akan mengantarkanmu, ucap hendra dengan senyuman bahagia.
saat gitta sudah selesai kemar mandi, dan hendra kembali membuka pintu kamar mandi karna gitta sudah memanggilnya untuk dijemput kedalam kamar mandi.
Gitta : terimaksih!!!! ucap gitta singkat.
Hendra : jangan sungkan. kembali terseyum
Saat itu juga suara pintu diketuk oleh orang yang mengantarkan makanan yang dipesan oleh hendra.
Hendra : boleh papa menyuapi mu? ucap hendra ragu.
Gitta : kenapa masih bertanya? ibu masih tidur dan yang bangun disini hanya aku dan papa, jelas papa lah yang menyuapiku. ucap gitta tersenyum.
__ADS_1
Rika yang sebenarnya sudah bangun hanya bisa diam den melihat dari pintu kamarnya saat melihat anak dan ayahnya sudah mulai akur, yaa...ruang inap gitta seperti kamar hotel ada ruang kamar tidur bagi yang menemani pasien, mengingat rumah sakit yang dibangu hendra suaminya adalah salah satu rumah sakit ternama.