
Ayah....ternyata ayah masih ingat dengan taman yang dulu biaya kita piknik bersama dengan ibu"ucap Gitta yang dibumbui dengan senyuman manis. Kenapa anak Ayah menjadi anak yang durhaka bengini sih hhmm? tanya Budi kepada Gitta. Hanya ayah satu-satunya Ayah Gitta tidak akan pernah ada yang lain, jawab Gitta dengan berlinang air mata. Tidak sayang tuhan sangat menyayangimu nak, dia memanggil ayah dan mendatangkan lelaki tangguh untuk menjaga putri kecil ayah, jangan memusuhi ayah kandungmu sendiri, ingat itu kamu tidak tau betapa sulitnya dia saat jauh dari ibumu dan ingat dia rela tidak menikah hanya untuk kalian berdua, pulang lah nak, papa dan ibumu menunggu ucap Budi.
Ayah.....teriakan Gitta menggema keseluruh ruangan yang membangunkan Nando disebelah kamarnya.
Ada apa? tanya Nando membuka pintu kamar Gitta. Mimpi apa kamu?
Aku tidak apa apa. Aku hanya mimpi buruk, tidurlah kekamar mu. Ucap Gitta sedikit berbohong.
__ADS_1
Karna Nando tau bagaimana Gitta dia tidak mau bertanya lagi, takut nantinya akan membuat Gitta marah.
Keesokan paginya Gitta jalan jalan ditaman dekat rumahnya, dia melihat ayunan dan tanpa berfikir panjang Gitta lansung duduk diayuanan itu. Sedang asiknya bermain ayuanan tiba tiba ada orang yang mengayunkan ayunan itu, Gitta tersenyum dia menyangka Nando lah yang mengayunkan ayunan itu, dia melihat kebelakang sambil tersenyum, dan betapa terlejutnya Gitta.
Jangan marah dan jangan berdiri nak, biarkan Papa mengayunkan ayunannya sebentar, ucap Hendra dengan mata yang sendu.
Gitta hanya diam dan menuruti perkataan Hendra, Hendra dengan hati hati mengayunkan ayuanannya dengan hati yang bercampur aduk.
__ADS_1
I...iya...
Maafkan Papa, bukan maksud Papa waktu itu meningglkan Ibumu, hanya saja waktu itu Papa berfikir terlalu pendek, bukan Papa memilih harta, tapi pada saat itu papa berfikir ibumu pasti akan menunggu papa, tapi kenyataannya dengan apa yang papa fikirkan tidak sama. Kamu berhak untuk membenci papa seumur hidupmu nak, tapi biarkan papa berdiri sebentar dibelakang mu seperti ini karna papa tidak pernah tau bagaimana kamu mengabiskan masa kecilmu. Papa kesini hanya ingin melihat keadaanmu saja, Papa pergi dulu. Jelas Hendra dengan air mata yang sudah menghujan dan pergi meninggalkan Gitta. Tanpa sadar air mata Gitta pun sudah membasahi pipinya.
Pa....Papa....teriak Gitta. Papa....Apa Papa mau pergi lagi? Apa itu mau mu? selalu datang memberikan luka untuk Gitta? Gitta mengira Papa sudah benar benar berubah, dari dalam kandungan sampai Gitta dewasa Papa tidak bersama Gitta, dan setelah bertemu Papa minta maaf dan sekarang pergi lagi? Papa jahat!!! teriak Gitta dengan tangis yang sudah pecah.
Hendra berlari sambil memeluk tubuh putrinya. Maaf....Maafkan Papa nak, papa tidak tau lagi harus bagaimana agar Gitta memaafkan Papa. Tuhan terimakasih kau telah mengembalikan putri hamba, ucap Hendra menangis sambil memeluk Gitta dan seakan Hendra tidak ingin melepaskan pelukan itu, karna inilah kali pertama dia memeluk putrinya yang sudah terpisah belasan tahun tanpa bisa melihat perkembngannya dari dalam kandungan, saat Rika melahirkan Gitta, sampai Gitta tumbuh dewasa pun Hendra tidak pernah tau bagaimana petumbuhan putrinya itu.
__ADS_1
Tak jauh dari Hendra dan Gitta, Rika memperhatikan Ayah dan Anak itu sambil menyeka air mata bahagianya.
BERSAMBUNG.......