KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN

KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN
#032


__ADS_3

Saat gitta sedang asik mengobrol dengan dua sahabat wanitanya, dan satu sahabat laki lakinya, Nando datang dan mendengar suara ketawa ketiwi dibalkon rumah sakit, nando menoleh kearah ruang tamu, dia melihat Desi sedang membaca majalah.


Nando : selamat siang oma....sapa nando tersenyum.


Desi : siang....kamu yang datang dengan gitta saat hendra anakku ulang tahun ya? ucap desi bertanya sambil tersenyum.


Nando : iya oma....saya kira oma sudah lupa dengan saya. ucap nando


Desi : tidak nak.... mana mungkin oma lupa dengan kamu.


Nando : oma....aku tidak melihat gitta, dia dimana oma? tanya nando.


Desi : dia lagi dibalkon bersama teman temannya, kamu bisa kesana untuk bergabung dengan mereka.


Nando : kalau begitu saya tinggal ya oma? ucap nando kembali tersenyum.


Saat gitta sedang tertawa dengan temannya, seketika ketawa gitta menghilang melihat nando yang sudah berjalan kearahnya.


Saat Nando melihat ada Ziko, hatinya terbakar cemburu.


Nando : Apa kau sudah makan siang dan minum obat? ucap nando sambil melingkarkan tangannya dikursi yang diduduki gitta.

__ADS_1


Gitta : be....belum....gitta sangat merasa gugup dengan perlakuan nando.


Saat Ziko melihat suanana hati nando tidak bersahabat melihatnya, timbul lah kejailan Ziko untuk mengerjai Nando.


Ziko : cantik....aku sampai lupa menanyakan apakah kau sudah makan siang dan minum obat, maaf kan aku. ucap Ziko dengan mata yang menggoda.


Nando : tunggu disini biar gue ambilin makan siang dan obat loe? ucap Nando dengan kesal.


Saat nando pergi mengambil makan dan obat nya gitta, gitta memukul bahu Ziko dengan kuat.


Gitta : loe apa paan sih....kenapa tiap kali ada Nando loe selalu ngomong dengan ngelantur seperti itu? tanya gitta dengan membesarkan mata.


Gitta : gue tau maksud loe, nanti kalau....eehhh eeehhh eehhh....melirik kearah gina, kalau ada yang lebih cemburu giman?


Ayu : bener banget git....tumben otak loe pinter? hahahhahaha ketawa lepas.


Saat itu jantung ziko berdegup kencang melihat gina. wajahnya sudah merah padam.


Apa.....apa yang dimaksud gitta? apa gina juga menyukai gue?


Ziko : benarkah? sahabat loe menyukai gue? melihat kearah gitta.

__ADS_1


Gitta : tanya aja sama orang nya lansung.


Gina hanya diam tersipu malu, sebab diantara Gitta dan Ayu, gina lah yang paling pendiam dan tak banyak bicara.


Saat nando datang membawakan napan yang berisikan makan, segelas air, dan obat. obrolan mereka kembali terhenti.


Ziko : terimakasih bro....loe udah cape cape ngambilin sicantik gue makan dan obat, biar gue yang nyuapin gitta, ucap ziko dengan kejailannya.


Nando : biar gue yang nyuapin dia. ucap nando dingin.


Gina : udah hampir sore nih, kita pulang aja yuk? ajak gina dengan menggukan kepalanya kerah ziko dan ayu.


Ziko : kau sudah mau pulang, baik lah kita pulang sekarang, ucap ziko kepada ayu. cantik loe harus makan yang banyak agar loe cepat sembuh, agar nanti kita bisa mengulang masa masa waktu sekolah dulu. ucap ziko dengan mata kembali menggoda.


Gitta : baik lah, aku akan makan yang banyak, kalau perlu kau yang akan aku makan agar aku cepat sembuh. ucap gitta dengan kesal.


Ayu : bye.....cantiknya Ziko.....ucap yang sudah tertawa lebar.


Gina hanya tersenyum melihat ziko yang menggoda gita, hanya lah sebuah lelucon untuk memanaskan hati nando. karna gina tau bagaimana hati dan perasaan gitta terhadap nando.


Nando....saat mendengar rayuan Ziko kepada gitta hatinya sangat panas, ingin sekali dia memberi ziko pelajaran saat ziko tersenyum puas melihat kearah nando, tapi apa boleh buat, dia takut gitta akan membencinya karna sikap tempra mentalnya.

__ADS_1


__ADS_2