KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN

KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN
#038


__ADS_3

Mentari sudah tidak malu lagi untuk menampakkan dirinya, cahayanya sudah menembus celah kamar gitta membuat gitta terbangun karna silauan cahaya sang mentari.


"hhuaaahhhh" hhhmmmzzz, gue bosan dirumah terus, gue mau ngampus dulu, lagian udah banyak mata kuliah yang tidak gue hadiri karna kecelakaan sialan itu!!! gerutu gitta


Gitta memutuskan untuk masuk kampus dan bergegas kekamar mandi membersihkan diri. setelah selesai mandi, gitta sudah siap dengan pakaian ala anak kuliahan. Gitta memutuskan untuk turun dan meminta izin kepada ibunya untuk pergi kuliah.


Saat gitta menuruni tangga, matanya sudah tertuju kearah dapur, dan begitu sampai dimeja makan, gitta melihat rika, hendra dan desi omanya.


"Rika" loh...git, kamu mau kemana pagi pagi udah rapi gini.


"gitta mau kekampus bu, gitta merasa udah mendingan, lagian gitta udah lama tidak masuk. jelas gitta sekalian ingin berpamitan kepada rika.


"biar papa antar ya? tawar hendra.


"hhhmmmzz, nga usah pah, nanti papa kekantornya telat lagi. tolak gitta dengan halus.


"jangan kuatirin papa nak!!!


"iya kamu diantar sama papa aja ya?


"tapi bu, gitta mau bawa mobil sendiri"


"kalau kamu mau pergi kuliah tapi ingin nyetir sendiri ibu nga akan ngebiarin kamu pergi. ucap rika dengan nada bentakan.


"Jangan membantak cucuku rika!!! liahatlah raut mukanya sudah sedih, ketus desi memandang rika seinis.

__ADS_1


"rika menghela nafas panjang. kenapa dua orang ini selalu saja memanjakan anak ini meski dia salah. guman rika tapi masih bisa didengar oleh desi den hendra.


"gitta tersenyum lebar" terimakasih oma....sambil memeluk desi dari belakang, dengan senyum yang mengembang.


"desi tersenyum sambil memegang tangan gitta, sama sama sayang, tapi kamu maukan diantar oleh papamu? tanya desi.


gitta mengguguki tanda setuju.


"baiklah kalau begitu kau harus sarapan terlebih dahulu, oma tidak mau kau tambah sakit nantinya. ucap desi


Gitta sudah duduk disamping desi. dengan senyum yang sangat manis.


"Oma....panggil gitta.


"hhmmmzzz"


hendra tersenyum melihat gitta sudah mulai me dekatkan diri kepada desi ibunya.


"rika kembali menghela nafas panjang, ibu...? apa ibu mau ingin menyuapi anak pemalas ini?


"tentu!!!! karna dia adalah cucuku, pasti aku menyuapinya, jawab desi dengan nada dingin. sambil mengambil makan untuk gitta.


meskipun dulu waktu dia kecil aku tidak bisa menghendong, bahkan menyuapinya setidaknya sekarang aku tidak mau kehilangan momon untuk memanjakan mu cucuku. lirih batin desi.


Desi menyuapi gitta dengan telaten, bahkan desi menyuapi gitta seperti anak kecil, desi tidak perduli dengan perutnya sendiri yang belum diisi dengan apa pun.

__ADS_1


"oma....aku sudah kenyang, gitta mengelus perut datarnya.


"baiklah!!!kau minum dulua, desi mengambikan air segelas air putih dan memberikannya kepada gitta.


gitta pun mengambil air yang diberikan desi, dan meminumnya hingga tandas.


"apakah kita bisa berangkat? tanya hendra.


gitta menganggukinya, dan berpamitan kepada rika dan desi sembari mencium punggung tangan desi dan rika.


Saat gitta sudah menuju kampus, diperjalan gitta hanya diam seribu bahasa, dan tak ingin bicara dengan hendra.


"nanti kamu pulangnya dijemput sama papa atau sama supir? hendra memecah keheningan.


"aku pulang diantar sama ayu dan gina saja. jawab gitta dingin.


Saat gitta sudah sampai dikampus, ternyata para wartawan sudah menunggu dan lansung menyerbu mobil hendra untuk meminta keterangan tentang pengakuan hendra mengatakan gitta, sebagai putrinya saat gitta kecelakaan tempo hari.


"gitta menghela nafas kasar, lihat lah hasil kerjamu!!! bahkan aku jadi bulan bulan wartawan saat ini, mengapa kau mengatakan kepada semua orang kalau aku putri mu?? gerutu gitta kepada hendra yang masih didalam mobil.


"papa bisa mengklarifikasi ini nak. ucap hendra merasa bersalah.


"apa!!!! klarifikasi???? apa yang akan kau ucapkan kepada mereka? mengatakan aku anak dari sebuah kesalahan dan saat itu kau belum siap menikahi ibuku dan aku harus dibesarkan oleh laki laki lain? bentak gitta.


"maafkan papa git. suara hendra pelan.

__ADS_1


"maaf apa?? semua terjadi karna kecerobohan dan kebodohanmu? semenjak kau datang hidupku tak pernah tenang tuan hendra. dan lihat lah, sambil melihat kearah wartawan, gitta semakin meninggikan suaranya.


Ayu dan Gina melihat kedatangan gitta dengan diantarkan oleh mobil hendra, hanya bisa diam dari kejauhan, melihat mobil hendra sudah kerumuni oleh para awak media. mereka hanya kasihan kepada gitta karna sudah dipastikan gitta pasti akan selaly diintai oleh para wartawan karna dia adalah anak seorang pengusaha terkemuka dinegri ini.


__ADS_2