
Saat nando ngantarkan desi pulang yang tak lain adalah omanya gitta. desi mulai membuka suara ditengah keheningan antara dia dan nando.
Desi : Nando....pangil desi dengan tatapan tetap fokus kedepan.
Nando : iya oma....
Desi : Apa kau menyukai cucuku?
Nando : kenapa oma menanyakan hal itu? tanya nando heran.
Desi : aku hanya ingin melihat cucuku bahagia, cukup aku yang menyakitinya dengan kebodohanku jangan sampai ada orang lain yang menyakitinya.
Nando : maaf oma...aku benar benar mencintai cucu oma, aku tidak berniat untuk menyakiti cucu oma sedikitpun. jawab nando
Desi : aku percaya dengan mu nando.
Nando : terimakasih oma. nando tersenyum.
*pagi hari diruma sakit.
Saat dokter sudah mencek kesehatan gitta dan gitta sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, karna kesehatan gitta sudah membaik.
__ADS_1
Hendra : menjelang keadaan kamu benar benar pulih, kamu tinggal sama papa dan ibumu ya. ujar hendra membujuk gitta.
Rika : papa mu benar nak...kamu tinggal bersama ibu dan papa dulu aja buat sementara waktu.
Gitta : hhhmmm baiklah....tapi teman teman ku bolehkan kerumah kalian untuk me jengukku, kalian tidak risihkan?
Hendra : tentu saja boleh sayang, apa pun akan papa lakukan untuk princes papa. ucap hendra tersenyum dan mengelus puncak kepala gitta.
Gitta : hhhmm baik lah, aku akan memberi kabar kepada teman temanku, kalau aku sudah pulang sambil mengetik di hpnya, gitta memberi kabar kepulangannya, tak lupa kepada nando.
*dirumah hendra & rika
Saat gitta sudah sampai dirumah orang tuanya, hendra lansung mengantarkan gitta kekamar gitta.
Gina : yu'....
Ayu : hhhmmm.
Gina : ini rumah apa istana yu'?
Ayu : bukan istana tapi kraton. jawab ayu singkat.
__ADS_1
Gina : loh tu ya...nga pernah serius nanggepin ucapan orang. ujar gina kesal.
Ayu : dasar loe aja yang bego, jelas jelas bokapnya gitta orang terkaya di indonesia, yaa jelaslah rumahnya besar, yang sepuluh kali lebih besar dari rumah kita, dan harta kekayaan orang tua kita cuman seujung kuku buat om hendra.
Gina : iya juga ya...udah ah, masuk yu'...capek...gue pengen tiduran.
Ayu : loe kesini mau jenguk gitta atau mau tiduran sih gin?
Gina : dua duanya. gina sudab tersenyum lebar.
Ayu : dasar kebo loe...udah ayo...
ting ting suara bel.
"maaf nona, mau cari siapa? ucap pelayan yang membuka pintu.
Ayu : saya ayu dan ini gina....kita temannya gitta. apa gitta sudah dirumah bi? tanya ayu dengan sopan.
"Sudah nona, non gitta ada dikamar, mari saya antar. ucap pelayan membungkukkan kepalanya.
saat ayu dan gina sudah sampai dikamar gitta, mata mereka disuguhi oleh pemandangan yang indah, kamar gitta diisi dengan interir yang megah, dan dihiasi dengan warna kesukaan gitta yaitu warna pink, tak lupa foto gitta dari kecil samapi sekarang juga terpajang rapi di dinding kamar.
__ADS_1
Ayu dan Gina sangat perpesona dengan keindahan dan kemewahan kamar gitta. tapi mereka melihat gitta sedang tertidur pulas, mereka pun memutuskan tidur disebelah gitta karna kasur gitta yang berukuran king, masih muat untuk mereka bertiga yang berbadan mungil. ayu sudah tidur pulas disamping gitta, tapi tidak dengan gina, gina merasa ada yang disembunyikan oleh gitta, mengingat gitta tiba tiba bersikap baik kepada hendra dan desi mamanya hendra, karna selama ini gitta bukanlah orang yang begitu dengan gampangnya melupakan dan memaafkan orang yang menyakitinya" apa loe sedang merencakan sesuatu git?" guman hati gina. karna sudab lelah dengan pikiran nya sendiri, akhirnya gina pun ikut menyusul gitta dan ayu kealam mimpi.