KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN

KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN
Part 50


__ADS_3

Tiada kata yang bisa Hendra ucapkan selain rasa syukur dan kata bahagia. Hendra seperti mendapatkan harta karun yang paling berharga karena sang putri telah benar-benar menerimanya. Tak henti-hentinya Hendra melayangkan kecupan dikepala sang putri.


Papa... Jangan pergi lagi ya? mohon Gitta kepada sang ayah.


Iya sayang papa tidak akan pergi lagi, Gitta juga jangan pergi lagi ya nak? papa mohon...Kamu buat papa khawatir nak! papa takut terjadi apa-apa sama kamu. Mohon Hendra kepada sang putri.


Iya papa, Gitta janji ngak bakal pergi lagi. jawab Gitta sambil menangis


Baiklah kalau begitu kita balik kejakarta ya nak? pinta Hendra kepada sang putri sambil terus memeluk Gitta.


Sambil mengaguki perkataan sang ayah, Iya pah, Gitta mau balik sama papa, Gitta mau tinggal sama papa dan Ibu.


Kalau begitu kita masuk kedalam ya? pinta Hendra.

__ADS_1


Mereka memasuki rumah sederhana peninggalan Budi, Hendra selalu merangkul sang anak, seolah anak gadisnya akan lari kalau tidak dirangkul. Saat mereka hampir mendekati Rika, tiba tiba antara anak dan ayah itu sudah sehati ingin mengerjai sang ibu. Mereka melewati Rika seolah tidak melihat Rika berdiri dihadapan mereka.


Kalian mengabaikan aku? protes Rika kepada Hendra dan Gitta


Papa.... kenapa tiba tiba aku merinding pah? apa disini ada hantu? tanya Gitta kepada sang ayah.


Papa juga ikut merinding nak! tadi ada suara yang sangat menakutkan. jawab Hendra yang memegangi lehernya seakan dia merending dengan bulu kuduk yang berdiri.


Kalian bilang aku apa? kalian bilang aku hantu? mana ada hantu yang cantik dan modis seperti ini! ucap Rika setengah berteriak.


Ampun ampun ibu... mohon Gitta kepada sang ibu sambil memegangi tangan sang ibu.


Iya sayang ampuni kami, kami hanya bercanda. timpal Hendra.

__ADS_1


Seketika Rika lansung memeluk Hendra dan sang buah hati. yang lansung dibalas pelukan balik oleh Hendra dan Gitta.


Nando yang melihat dari arah rumah begitu sangat bahagia melihat Gitta yang begitu bahagia tidak seperti biasanya, selalu dalam keadaan kepura puraan.


Mereka sudah memasuki rumah sederhana yang selama ini ditinggali oleh Gitta. mata Hendra menyusuri setiap sudut ruangan itu, rumah yang begitu sederhana, tapi dinding dipenuhi oleh foto Gitta bersama dengan Budi saat dia masih ada, dan ada sebuah foto keluarga dimana foto itu adalah foto saat Gitta,Budi,dan Rika bersama saat kelulusan sang putri saat sekolah menengah. ada rasa iri dihati Hendra saat melihat foto keluarga itu, dimana sang anak sangat bahagia sambil memeluk sang ayah. Difoto itu Gitta ada dibarisan tengah sedangkan Rika dan Budi berada disisi kiri dan kanan Gitta. Difoto itu Gitta memeluk Budi begitupun dengan Budi yang memeluk Gitta dengan senyum seribu wattnya dan Rika memeluk Gitta dari samping. Tanpa disadari Hendra, Rika melihat Hendra yang memperhatikan Foto itu.


Itu adalah foto kami distudio pada saat kelulusan Gitta. saat itu Gitta memaksa aku dan Budi untuk foto studio, awalnya aku menolaknya, tapi Budi menuruti kemauan anak itu. jelas Rika kepada sang suami.


Iya... dia dibesarkan ditangan yang tepat. lirih Hendra.


Papa....Ibu.... ayo kita sarapan, bibik sudah menyiapakan sarapan untuk kita. teriak Gitta dari ruang makan.


Tanpa berpikir panjang mereka sudah sampai diruang makan,mereka melihat Nando, Gitta dan bik Imah sedang menyusun sarapan dimeja makan

__ADS_1


__ADS_2