
Diruangan kantor Hendra, dia hanya memikirkan Gitta. Tanpa disadari air matanya sudah jatuh membasahi pipinya.
Kenapa nak? kenapa kau harus berbohong dan mengatakan kalau kau bukan anak papa. Papa tidak perduli orang - orang mau beranggapan buruk tentang papa, papa tidak perduli, tapi jangan menyakiti dirimu sendiri hanya untuk menyelamatkan nama papa dan nama ayahmu. bahkan kalau ayahmu masih hidup dia pasti sangat menyayangkan kata - katamu tadi.
Tok tok tok!! suara pintu membuyarkan lamunan Hendra.
"Masuk!!!
"Tuan...ada tamu yang ingin menemuimu. ucap sekeretaris Hendra.
"Suruh dia masuk.
"Baik tuan! sambil berlalu menginggalkan Hendra.
"Ada apa tuan memanggil saya kesini? tanya Ana dengan menundukkan kepala karna tidak berani memandang Hendra.
"Apa putriku sering mengganggumu sehingga kau terlalu lancang untuk mencelakai putriku?
__ADS_1
"Kenapa tuan begitu menghawatirkan anak yang bukan anak kandung tuan? ucap Ana bertanya memberanikan diri.
"senyum tipis muncul dibibir Hendra. ternyata kau sudah menonton berita murahan itu ya? perlu sedikit kau ketahui, dia adalah anak kandungku, bukan ank tiri yang diucapkannya kepada awak media. yang aku tanyakan kenapa kau berani mencelakai putriku. dengan suara tinggi dan wajah merah padam.
"Karna dia telah berani merebut pacarku. jawab Ana dengan suara tak kalah tinggi.
"Pacar!!!! tanya hendra sambil menyeritkan keningnya.
"Iya...dia telah berani merebut Nando dariku!!
"hahahahha, suara hendra sudah memenuhi seisi ruangan. kau tau? kau salah besar telah berurusan dengan putriku, bahkan dari sisi manapun kau jauh ketinggalan oleh putriku. bahkan dalam hitungan detik aku bisa membuatmu menjadi gelandangan. ucap Hendra penuh penekanan.
"Bukan putriku yang mengganggu pacarmu, tapi pacarmu sendiri yang mengganggu putriku. Aku akan memecat kedua orang tuamu agar mereka bisa mendidikmu dengan benar.
"Tuan....Ana sudah berlutut dikakai Hendra sambil mengutupkan kedua tangannya, aku mohon tuan hukum lah aku sesuka hatimu tuan tapi jangan menghukum kedua orang tuaku, aku akan melakukan apapun yang tuan inginkan, maafkan aku yang telah berani mencelakai putrimu, semua yang tuan katakan memang benar adanya aku hanya iri kepada putrimu tuan. Ana sudah menangis sambil berlutut dikaki Hendra.
"Apa pun?
__ADS_1
"Baiklah!! aku mau kau mengakui kesalahanmu kepada putriku dan meminta maaf dengan benar kepadanya, dan itu harus didepan kedua teman teman gitta dan pacarmu.
"Baiklah tuan, aku akan mengakui kesalahanku pada anakmu, asalkan jangan memecat orang tuaku. ucap Ana sambik menghapus air matanya.
"Baiklah sekarang kau boleh pergi!!!! dab bawa orang suruhanmu itu kehadapan putriku dan suruh dia juga meminta maaf kepada putriku.
"Baiklah tuan, terimakasih atas kebaikan anda tuan.
Dirumah Rika semakin tidak tenang dia memutuskan untuk menemui Gitta, karna Rika sangat yakin Gitta pasti sedang diapartemen sekarang ini.
Tak membutukan waktu lama Rika sudah sampai diapartemen Gitta. Tanpa berfikir panjang Rika lansung masuk kedalam apartemen Gitta karna pintunya sedang terbuka lebar. Rika melihat Gitta sedang duduk dengan dua sahabatnya diruang tamu.
"Anak sialan....apa maksudmu bicara seprti itu kepada media ha!! sementara akhir akhir ini sikapmu sudah membaik dengan papamu. bentak Rika dengan suara keras
Senyum mematikan timbul dibibir mungil gitta.
"Ibu....bagaimana rasanya hhmm? jawab Gitta
__ADS_1
"Apa maksudmu?
"Berfikirlah dengan keras Ibuku sayang, apa maksud dari perkataanku, sambil tersenyum menyeringai.