
Hari sudah hampir malam, tamu yang datang kerumah hendra untuk sudah pulang, saatnya makan malam akan tiba.
tok tok tok !!!!!
Gitta : masuk !!!!!
Saat seseorang membuka pintu gitta ternyata Desi yang mengetuk pintu kamar gitta yang sengaja datang untuk melihat keadaan cucunya.
Desi : Sudah waktunya makan malam. apa kau tidak lapar?? tanya desi yang masih berdiri didepan pintu.
Gitta : Sebentar lagi aku akan turun. ucap gitta dingin.
Desi : apa perlu aku bantu kau untuk turun? tawar desi.
Gitta : tidak !!!! bisakah aku minta tolong?
Desi : apa?
Gitta : bisakah pelayan mengantarkan makan malamku kekamar?
Desi : apa kau tidak ingin makan malm bersama? tanya desi
Gitta : aku hanya malas untuk menuruni tangga, membuat kepalaku pusing.
__ADS_1
Desi : baiklah!!!! ucap desi yang berlalu pergi.
Saat desi sudah sampai dilantai bawah, hendra bertanya kepada desi.
Hendra : mah...gitta mana?
Desi : katanya dia malas untuk menuruni tangga, itu membuat kepalanya pusing, dan dia minta pelayan mengantarkan makan malam kekamar saja. ucap desi yang agak sedih.
Hendra : kalau begitu mama dan rika makan saja duluan, biar aku yang mengantarkan makan malam untuk gitta.
Saat hendra mengantarkan makan malam gitta, dan membuka pintu kamar gitta, hendra melihat gitta sibuk dengan ponselnya.
Hendra : sudah malam, makanlah, dan minum obatmu. ucap hendra yang sambil meletakkan nampan diatas nakas.
Hendra : biar papa suapin ya?.
Gitta : Tidak perlu!!!
Hendra melihat perubahan sikap gitta dan tak ingin membuat gitta kehilangan moodnya, hendra pergi meminggalkan gitta, dan turun kebawah untuk menyusul rika dan desi makan malam.
Rika yang melihat raut kecewa dari muka suaminya, tak lansung menanyakannya kepada hendra. rika sengaja diam dan ingin melihat tindakan gitta selanjutnya.
Saat makan malam telah selesai, dan desi memutuskan untuk menginap dirumah hendra. hendra yang ingin melihat gitta apakah sudah tidur atau belum.
__ADS_1
Hendra membuka kamar gitta, dan melihat gitta sudah tertidur pulas, tapi sayang, makan malam yang dibawakan hendra tidak dimakan oleh gitta dan masih utuh diatas nakas.
Hendra hanya diam, hendra membenarkan selimut gitta, dan mencium puncak kepala gitta, lalu kembali menutup pintu kamar gitta.
Saat hendra sudah dikamar, rika melihat hendra dengan muka yang sedikit kecewa.
Rika : kenapa lagi anak itu? tanya rika
Hendra : aku tidak mengerti rik....makanan yang aku bawakan untuknya ternyata tidak dimakan oleh gitta.
Rika : biarkan saja!!! tak perlu difikirkan mas, nanti kalau dia lapar dia akan makan sendiri makan malam yang kau bawa kekamarnya itu.
Hendra : tapi rik!!!!
Rika : aku ibunya, aku tau bagaimana sifat anak itu. dan sekarang mari kita tidur.ajak rika.
Saat tengah malam gitta terbangun dari tidurnya, perutnya sangat lapar, dan memuntuskan untuk turun kebawah membuat makan sendiri, dan tidak ingin memakan makanan yang dibawakan hendra.
Gitta sudah turun kebawah, dan lansung menuju dapur, ia membuka kulkas, dan menemukan sosis dan mie instan. gitta memutuskan ingin membuat mie instan.
Ternyata ada pasang mata yang menperhatikan gitta dari kejauhan, hendra melihat gitta masak mie, dan makan sendirian didapur.
Saat hendra ingin menghampiri gitta kakinya terhenti, dia tidak ingin mengganggu gitta, karna sudah dipastikan, kalau hendra kedapur gitta tidak akan mau melanjutkan makannya lagi.
__ADS_1
#LIKE DAN KOMEN YAA, KARNA KRITIK DAN SARAN SANGAT AKU BUTUHKAN UNTUK PEMULA SEPERTI KU# TERIMAKASIH