KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN

KETIKA HATI DAN MULUT TAK SEJALAN
#026


__ADS_3

Saat Nando mengahampiri Gitta, Ana melihat dengan pandangan yang sangat tajam, bahkan lebih tajam dari silet, negitupun dengan Romi, tapi apa boleh buat, Nando sudah mengakui kekalahannya kepada romi, dan romipun sadar kalau gitta memang tak pernah menyukainya. Saat sudah waktunya berangkat, tak lupa akan ada arahan dari kampus mereka, seseorang pria gagah paruh baya seakan ketampanannya tidak luntur dimakan usia memberikan arahan kepada mahasiswa kampusnya, ini adalah pertama kalinya Hendra memberi arahan kepada mahasiswa kemah bakti masyarakat, bukan berarti dia tak punya alasan, yang tak lain dan tak lebih karna putri kesayangannya.


Hendra : terimakasih atas perhatiannya semua, saya selaku pimpinan yayasan mengucapkan banyak terimakasih kepada kalian semua telah mau mengikuti acara tahunan kampus ini, saya harap saat dilapangan kalian bisa menjaga sikap kalian sewaktu dilapangan.


Ayu : Git....bokap loe tampan juga yaa? ujar ayu berbisik.


Gitta : Cik...apaan sih yu!!!! ucap gitta denga kesal. namun dalam hatinya berkata lain. papa....benar yang diucapkan Oleh ayu, kau begitu tampan, pantas saja ibu tidak bisa melupakanmu pah!!!!.


Gina : Udah...loe nga usah mandangin bokap loe kayak gitu git....


Gitta : maksud loe???? dengan mata yang melotot.


Gina : loe mandangin bokap loe kayak loe mandangin kekasih loe aja. gina dan ayu sudah terseyum melihat gitta.


Gitta : serah kalian aja!!! dengan nada kesal.

__ADS_1


Waktunya bagiahasiswa berangkat, Ziko mengendarai mobil Gitta, gina sudah duduk disamping Ziko, Ayu duduk sendiri dikursi tengah, sedangkan Gitta dan Nando duduk dikursi paling belakang. Didalam mobil mereka hanya diam, tanpa ada yang mau memulai untuk bicara. tapi nando memperhatikan ziko.


"kenapa yang duduk disamping cowok itu si Gina? apa aku sudah terlalu dimakan api cemburu sampai tak sempat menanyakan kepada Ayu? guman hati nando.


Ayu yang dari tadi memlerhatikan gelagatnya nando membuka suara.


Ayu : Ndo....kenalin yang lagi nyetir didepan namanya Ziko, dia teman SMA nya Gitta. Ziko kenalin yang duduk disampingnya gitta namanya nando. Ayu menjelaskan.


Nando dan Ziko hanya bisa saling menatap dikaca depan mobil sambil terseyum bersamaan. Ziko yang menyadari sejak dari tadi Nando melihat tak suka kepadanya, karna cemburu atas kedekatan dirinya dengan Gitta, mencoba menguji hatinya Nando.


Gina dan Ayu sudah menyadari kemana arah pembicaaran Ziko yaitu membuat Nando cemburu hanya terseyum puas. tanpa mereka berdua turun tangan terlebih dahulu. Gitta yang tak menyadarinya dan beranggapan pertanyaan Ziko hanya sebagai sikap peduli yang mana waktu mereka bersekolah selalu memberi perhatian satu sama lain, tapi kedekatan mereka berdua hanya sebatas sahabat.


Gitta : iya Zik....gue kangen tidur dipangkuan loe. jawab gitta dengan polos.


"Sontak membuat mata Nando terbelalak besar.

__ADS_1


Ziko : Apa gue harus pindah kebelakang cantik? mengingat perjalanan kita masih jauh. ujar Ziko dengan senyuman.


Gitta : nga usah....ntar ada yang cemburu!!! yang dimaksud gitta adalah Gina sahabtnya.


Gina : cie cie cie....nga akan ada yang cemburu git, kita ikut bahagia kok, mengingat perempuan batu udah mulai jatuh cinta. ujar Gina nyindir.


Ayu : Iya git....biar gue yang nyetir, asal loe bisa tidur nyenyak.


Nando : loe kalau ngantuk tidur aja dipangkuan gue, nga usah Ziko pindah kebelakang, dengan nada kesal. sambil merangkul kepala gitta kepahanya.


"Tanpa disadari Gitta menurutinya, karna mata gitta sudah tidak bisa dibawa kompromi lagi.


"apa ini?? nyaman banget, rasanya sama seperti papa hendra memeluk aku. guman hati gitta.


Gitta pun terlelap dipangkuan Nando. tanpa mereka berdua sadari ternyata tiga pasang mata sudah tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2