
Gitta duduk disebuah danau yang tak jauh dari rumahnya, sambil melihat matahari terbemam, pikiran Gitta berkecamuk memikirkan apa yang harus ia lakukan, tiba tiba saja sebuah jaket menyelimuti tubuh mungilnya.
Spontan Gitta terkejut melihat kerah belakang yang ternyata adalah Nando sambil memberikan senyuman manis kepada Gitta.
"Kau"! sambil membesarkan matanya.
Kenapa? ini sudah sore juga sudah mulai dingin.
Dari mana loe tau kalau gue ada dikota ini?
Itu tidak penting, yang terpenting adalah aku bisa bisa menemukanmu.
Barusan loe manggil gue apa? tak percaya karna Nando memanggil Gitta dengan sebutan kamu.
Sambil tersenyum Nando menyebut "kamu".
Cih.
Kenapa? tidak suka? sambil mendekatkan wajahnya kewajah Gitta.
Apaan sih loe? sambil mendorong tubuh Nando.
Apa aku boleh duduk disamping kamu?
Apa ada undang undang yang melarang untuk duduk disampingku? sambil menatap Nando tajam.
__ADS_1
Nando tersenyum lalu duduk disamping Gitta. mereka hanya diam seribu bahasa, sambil metapa matahari menghilangkan dirinya.
Gitta!!
Hhmmm!
Apa selama kamu pergi, kau baik baik saja? tanya Nando memecah keheningan.
Gue baik, bagaimana keadaan Ibu sama suaminya? apa mereka baik? tanya Gitta tanpa melihat kearah Nando.
Mereka menghawatirkan keadaan kamu! takut jika terjadi apa apa sama kamu.
Apa mereka tau kalau gue ada disini?
Aku belum memberikan kabar kepada mereka, kalau aku sudah menemukan kamu.
Aku kuatir sama kamu, dan aku ingin bawa kamu pulang. ucap nando meyakinkan Gitta
Buat apa loe bawa gue pulang? ini juga rumah gue, meski rumah ayah gue ngak sebesar rumah loe dan suami ibu gue.
Git...berhentilah untuk bersikap keras kepala seperti ini, om Hendra adalah papa kandung kamu, dan berarti rumah om Hendra jugu rumah kamu.
Selain bawa gue pulang apa maksud loe datang kemari? bukan Gitta namanya kalau tidak bisa membutmyarkan fikiran orang.
Karna aku sayang dan cinta sama kamu?
__ADS_1
Maksud loe? bertanya tanpa melihat.
Aku cinta kamu Git, aku ingin kamu menjadi istri aku.
Hanya itu? bertanya lagi tanpa ekpresi.
Nando mengangukkan kepalanya, dia tidak perduli meski akan ditolak oleh Gitta.
Git, aku memang masih kuliah, aku memang belum bekerja tapi aku akan berusaha buat ngebahagiain kamu. ucap Nando meyakinkam Gitta sambil menggenggam tangan Gitta.
Gitta melihat kearah Nando,"gue bakal nerima loe tapi dengan satu syarat!
Apa? selagi aku bisa, aku akan lakuin asal kamu senang. ucap Nando dengan girang.
Loe nikahi gue, tanpa embel embel keluarga loe, dan loe nga boleh memakai fasilitas dari papa mama loe, dan rahasiakan pernikahan kita dari Ibu gue dan suaminya, serta Ziko,Gina dan Ayu.
Maksud kamu apa Git?bagaimana aku bisa menghidupi kamu tanpa bantuan dari orang tua aku? ucap Nando tak percaya dengan omongan Gitta.
Ayah gue punya usaha kecil disini, loe bisa mengembangkan usaha itu, dan usaha restoran yang dimilikin ayah gue dijakarta sudah gue jual ! ucap Gitta berbohong.
Baiklah!! lalu bagaimana dengan orang tua aku? apa mereka juga tidak boleh mengerahui pernikahan kita? tanya Nando.
Gue nga akan ngebatasin hubungan loe sama orang tua loe, pintar pintar loe ngomong aja bagusnya gimana, asalkan jangan sampai ibu gue dan suaminya tau kalau kita menikah.
Baiklah kalau begitu.
__ADS_1
apa sebenarnya yang sedang kamu rencanakan Gitta? tapi aku tidak perduli, yang jelas aku sangat memcintai kamu, dan tidak mau lagi kehilangan kamu.