
***Dirumah hendra dan rika.
Rika : apa kamu bahagia mas? tanya rika sambil tersenyum.
Hendra : ntah rik...aku tidak paham dengan jalan fikiran anakmu itu. kadang aku lihat dia begitu lembut, kadang dingin, kadang ramah, dan kadang angkuh.
Rika : mas....ini kado dariku. silahkan dibuka. rika tersenyum manis sambil memyodorkan kado yang dibungkus rapi.
Hendra : terimakasih sayang, tapi sebelum membuka kado darimu, terlebih dahulu aku ingin membuka kado dari putri ku. hendra tersenyum dan mengambil kado dari gitta yang diletakkan diatas nakas.
"begitu membuka kado dari gitta hendra dan rika membesarkan matanya.
Rika : mas....inikan jam tangan keluaran terbaru yang kamu bicarakam tempo hari, dan harganya sudah dipastikan sangat mahal, ujar rika melihat jam kado dari putrinya.
Hendra : dia benar benar anakku, dia tau saja seleraku, guman hendra pelan, tapi masih bisa didengar rika.
__ADS_1
Rika : mas...ada surat mas. sambil mengambil sepucuk surat kecil yang sengaja diselipkan gitta didalamnya.
Hendra dan rika mengambil dan membaca isi surat itu.
" maaf aku om menyukai kado dariku, maaf aku tidak tau selera om, dan maaf aku belum bisa memanggil om dengan sebutan yang om inginkan, dan terimalah hadiah dariku yang tidak seberapa ini.
Rika : mohon mengerti mas, suatu saat gitta pasti bisa menyayangimu seperti dia menyayangi budi. ujar rika sambil mengelus punggung hendra.
Hendra : aku mengerti rik, aku mengerti, saut hendra mengambil tangan rika dengan mata yang berkaca kaca.
sesampainya didepan apartemen gitta, gitta lansung ingin keluar dari mobil nando, sontak nando lansung menahan gitta sambil memegang tangan gitta.
Nando : git....loe beneran nga marah sama gue...tanya nando yang begitu kuatir.
Gitta : gue saranin sama loe yaa, loe jangan terlalu mikirin gue, yang belum tentu gue juga mikiron loe, dan satu lagi, jangan keseringan mikirin gue, ntar cewek loe bisa nangis air mata darah lagi, karna dia nga kebagian. ujar gitta sambil tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Nando : git...gue takut..takut kalau loe jauh dari gue, dan gue juga takut kalau ana juga pergi dari gue, gue nga tau dengan apa yang gue rasain sekarang. sambil mengacak rambutnya.
Gitta : come on....hidup itu pilihan, akan ada yang diterpilih, dan akan ada yang tersisih. ujar gitta kembali dengan nanda yang mematikan nando.
Nando : tapi git....
Gitta : sudah malam, pulang lah, jangan terlaly terbebani dengan hal yang tidak penting. sambil keluar dari mobil nando.
melihat gitta yang acuh tak acuh, sembari memperhatikan gitta berjalan sampai mata nando kehilangan gitta.
Nando : tidak penting menurutmu...jelas ini penting bagiku, baiklah, beri aku waktu untuk meyakinkan diriku siapa sebenarnya yang aku sayangi. nando sudah kembali menginjak pedal gas mobil nya.
"setibanya dalam kamar, gitta merasa ada sesak didadanya, tanpa terasa air matanya sudah membasahi pipi.
Gitta : apa ini....? kenapa semuanya begini, kenapa ayah yang sudah membesarkan aku dari kecil sampai besar ternyata bukan ayahku, dia juga menyakitiku disaat dia sudah pergi untuk selamanya, meskupun aku paham dia menyembunyikan rahasia besar dariku karna dia begitu menyayangiku, dan sekarang...disaat aku merasa kuat menghadapi masaah yang dibuat oleh ibuku, ayah budi, dan ayah kandungku karna ada nando disampingku yang selalu memmberiku sangat. tapi kenapa sekarang nando......gitta sudah berteriak sampai memenuhi langit langit kamar. ini benar benar tidak adil, kenapa tuhan selalu mengambil kebahagian hatiku, kenapa, disaat masalah yang aku hadapi belum bisa aku terima, dan masalah baru sudah datang lagi mendatangiku. gitta membanting semua yang ada dikamarnya sampai kamarnya sudah seperti kapal pecah.
__ADS_1