Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah

Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah
chap 17


__ADS_3

"Tiara? Dimas lagi telepon sama Tiara?" oceh Bu Ismiyati. "Sebenarnya Tiara ini pergi ke mana?"


"Tiara, ayo kita bicarakan lagi baik-baik. Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku nggak bisa hidup tanpa kamu, Tiara!" ujar Dimas begitu jelas terdengar ke telinga Bu Ismiyati.


Bu Ismi nampak bingung saat mendengar perkataan Dimas. Namun, perlahan wanita paruh baya itu pun mulai memahami situasi. Kalimat yang diucapkan oleh Dimas sudah jelas menunjukkan kalau Tiara memang sengaja pergi dari rumah.


"Berhenti bicara omong kosong, Mas! Aku nggak mau janji-janji palsu! Aku terima kok kalau kamu memang lebih pilih ibu kamu!" seru Tiara.


Untungnya kata-kata Tiara tidak terdengar ke telinga Bu Ismi. Bu Ismiyati hanya mendengar perkataan Dimas saja.


"Tiara, aku nggak milih siapa pun! Aku nggak memihak siapa pun. Nggak ada yang harus dipilih. Semuanya sama-sama penting. Kenapa aku harus memilih antara istriku sama ibuku?"


Deg! Jantung Bu Ismiyati langsung berdegup kencang begitu ia mendengar kalimat yang diucapkan oleh Dimas.


"Apa mereka sedang bertengkar?" cetus Bu Ismiyati mencoba menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi antara Dimas dan Tiara.

__ADS_1


"Aku nggak mau denger lagi, Mas! Aku udah capek denger bujukan kamu!" sungut Tiara.


"Aku nggak akan nyerah sebelum kamu mau pulang ke rumah!"


"Aku juga nggak akan nyerah sebelum kamu pulangin ibu kamu!"


"Aku nggak mungkin pulangin Ibu ke Sukoharjo. Aku akan turutin apa pun kemauan kamu, kecuali yang satu ini!" sahut Dimas.


Bu Ismiyati makin dibuat terkejut begitu ia mendengar kata-kata Dimas. Wanita paruh baya itu akhirnya tahu kalau putra dan menantunya tengah bertengkar. Dan penyebab pertengkaran mereka adalah dirinya.


Bu Ismiyati mulai mengingat kembali hari di mana Tiara pergi. Sejak saat itu Dimas terlihat tidak bersemangat, hingga akhirnya pria itu pun jatuh sakit. Perlahan Bu Ismi mulai menyadari alasan dibalik kepergian Tiara.


"Tiara pergi dari rumah ... gara-gara aku?" Bu Ismiyati memijat kepalanya yang pening.


"Aku akan bicarain sama Ibu soal pekerjaan rumah. Tolong kamu pulang dulu. Kita bisa diskusiin ini sama-sama," bujuk Dimas.

__ADS_1


Bu Ismi merasa tidak melakukan kesalahan apa pun. Tapi siapa sangka, sikapnya membuat Tiara tidak betah hingga tega meninggalkan rumah.


"Tolong berhenti buang waktu kamu, Mas!" sahut Tiara jengkel pada Dimas.


"Aku nggak ngerasa buang waktu! Kamu pengen pernikahan kita berakhir kaya gini?" tanya Dimas.


"Mas pengen pernikahan kita berakhir?" tanya Tiara balik.


Bu Ismi tak sanggup lagi mendengarkan adu mulut antara Dimas dan Tiara. Meskipun ia tak tahu apa saja yang dikatakan oleh Tiara, tapi yang jelas ia tahu kalau Tiara tidak memberikan respon baik pada Dimas.


Wanita paruh baya itu pun perlahan menjauh dari kamar Dimas. Sudah cukup ia mendengar kata-kata putranya yang mencoba membujuk sang istri dengan sesekali menyebut tentang Bu Ismiyati.


"Dimas ... kenapa kamu harus berbohong pada Ibu?" Dada Bu Ismiyati mulai sesak mengingat kembali hari-hari Dimas yang berusaha tegar setelah kepergian Tiara.


"Ternyata selama ini Tiara pergi dari rumah. Ternyata selama ini Tiara pergi ... karena aku?"

__ADS_1


**


__ADS_2