Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah

Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah
bab 28


__ADS_3

Dada Dimas dan Tiara sama-sama bergemuruh begitu mereka saling tatap satu sama lain. Mereka hanya diam tanpa melakukan sesuatu untuk menangani rasa rindu mereka.


Ego mereka sendiri yang telah menjadi tembok penghalang bagi hubungan mereka. Usai puas bertatapan, Tiara pun bergegas meninggalkan rumah suaminya, dan Dimas membiarkan begitu saja Tiara pergi.


Setidaknya mereka sudah tahu kabar masing-masing. Dimas dan Tiara tahu kalau mereka baik-baik saja meskipun tak bersama. Hal itu sudah cukup untuk dijadikan obat penawar rindu.


"Mas Dimas, jaga kesehatan, ya!" gumam Tiara sembari melirik spion untuk melihat pagar rumah suaminya.


Wanita itu pun segera kembali ke kosan Lesti dan mengakhiri acara jalan-jalannya. Sesampainya di kosan, Tiara terkejut bukan main saat ia melihat Bu Ismiyati yang sudah menunggunya di kosan.


"Tiara!" panggil Bu Ismiyati cukup senang sekaligus lega, akhirnya ia bisa menemukan menantunya setelah Bu Ismiyati bersusah payah mencari Tiara selama beberapa hari terakhir.


Tiara nampak bingung saat ia melihat Bu Ismiyati yang sudah berdiri di depan matanya. Rasanya seperti mimpi.


"Aku nggak salah lihat, kan?" gumam Tiara tak percaya.


"Mbak, ibu ini nyariin Mbak di kantor tadi," ujar Lesti pada Tiara.


"Kamu yang bawa Ibu ini ke sini?" tanya Tiara.


Lesti mengangguk dengan kepala tertunduk. "Maaf ya Mbak kalau aku lancang dan nggak minta izin dulu sama Mbak. Mbak bisa ngobrol bentar di sini. Ibunya udah nunggu dari tadi."


Karena sudah terlanjur bertemu, Tiara bisa apa? Mau marah pada Lesti pun percuma. Mau kabur apalagi.


Lesti pun memberikan waktu pada Tiara dan Bu Ismiyati untuk berbincang bersama. Tiara yang masih shock, terlihat bingung bagaimana ia harus merespon kedatangan ibu mertuanya yang tidak ia harapkan.


"Ibu udah nyariin kamu ke mana-mana. Untung aja Ibu ketemu sama temen kamu," cetus Bu Ismiyati mencoba bersikap ramah pada Tiara.


"Ibu apa kabar?" tanya Tiara berbasa-basi pada sang ibu mertua dengan bahasa yang sopan.

__ADS_1


"Ibu baik, Tiara. Kamu juga baik-baik aja, kan? Kamu kelihatan sehat," sahut Bu Ismiyati.


"Ibu Ada perlu apa cari Tiara?" tanya Tiara tetap berusaha tenang.


Dengan datangnya Bu Ismiyati, Tiara menganggap kalau ibu mertuanya itu sudah tahu sedikit mengenai permasalahan yang terjadi antara dirinya dan Dimas di rumah.


"Ibu udah tahu soal kamu sama Dimas. Kamu bertengkar sama Dimas, ya?" tanya Bu Ismiyati.


Tiara mulai tak kuasa menahan tangis. "Ibu tahu dari siapa? Mas Dimas yang bilang?" tanya Tiara.


Bu Ismiyati mengulas senyum tipis. "Ibu bukan anak kecil, Tiara. Kalian pikir kalian bisa bohongin Ibu?"


"Dimas sempat cerita sama Ibu, katanya beberapa hari ini kamu dinas ke luar kota. Tapi ternyata kamu nggak pergi dinas. Ternyata Ibu dibohongi sama Dimas. Sejak kamu keluar dari rumah, kamu nginep di sini, ya?" tanya Bu Ismiyati.


Lidah Tiara mulai kelu. Rasanya sulit sekali berbicara dengan Bu Ismiyati tanpa menitikkan air mata.


Bu Ismiyati mulai menangis dan memohon demi putranya. Demi kebahagiaan putranya, Bu Ismiyati akan melakukan apa pun, termasuk memohon pada menantu yang sebenarnya masih membuat dirinya jengkel.


"Mohon maaf sebelumnya, Bu. Ini masalah antara Tiara sama Mas Dimas. Biar Tiara sama Mas Dimas urus sendiri aja masalah ini," tegas Tiara pada Bu Ismiyati. "Mendingan Ibu pulang aja ya sekarang? Tiara antar pulang ya, Bu?" tawar Tiara sang ibu mertua.


"Ibu udah jauh-jauh ke sini, Tiara. Ibu udah susah payah cari-cari kamu selama beberapa hari ini. Ibu nggak tega lihat Dimas hancur perlahan Tiara. Dimas benar-benar pucat dan gak bersemangat sejak kamu pergi dari rumah. Dimas butuh kamu di rumah, Tiara. Tolong kamu pulang!"


Bu Ismiyati nampak pantang menyerah untuk membujuk Tiara. Tapi sayangnya Tiara sendiri juga sangat sulit untuk diluluhkan. Apa pun perkataan Bu Ismiyati, wanita itu tetap teguh pada keputusannya untuk pergi dari rumah.


"Mohon maaf sekali, Bu. Tiara belum bisa pulang. Maaf kalau Tiara sudah mengecewakan Ibu. Tapi Tiara beneran nggak bisa pulang sekarang," sahut Tiara menolak mentah-mentah bujukan ibu mertuanya.


Wanita itu hanya memberikan penolakan tanpa mengungkapkan alasannya. Bahkan Tiara sendiri juga tidak membahas mengenai penyebab pertengkarannya dengan sang suami.


"Kenapa kamu nggak bisa pulang? Daripada nginep di sini, mendingan kamu pulang ke rumah suami kamu, kan? Kamu masih marahan sama Dimas? Kamu bisa bicarain baik-baik sama Dimas di rumah, kan?"

__ADS_1


Tiara mulai sesenggukan. Bu Ismiyati pun juga ikut menangis di depan sang menantu. "Tolong kamu pulang, Tiara! Kamu nggak kasihan apa sama suami kamu? Ibu nggak tega lihat Dimas terus-terusan nangis tengah malam. Ibu nggak tega lihat Dimas terus-terusan melamun dan manggil-manggil nama kamu," ungkap Bu Ismiyati.


"Tiara nggak bisa ngomong apa-apa lagi selain kata maaf, Bu. Tolong hargai keputusan Tiara. Tiara masih butuh waktu untuk menenangkan diri," timpal Tiara.


"Apa salah Dimas ke kamu? Kenapa kamu nyiksa Dimas sampai seperti ini?" tanya Bu Ismiyati.


Tiara masih belum mengaku kalau penyebab pertengkaran antara dirinya dan Dimas adalah tingkah Bu Ismiyati sendiri. Tiara masih ingin tetap menjaga perasaan ibu mertuanya. Tiara masih berusaha bersikap sopan pada Bu Ismiyati dan tidak ingin menyakiti hati ibunda dari suaminya itu.


"Tolong kasih kesempatan buat Tiara dan Mas Dimas untuk menyelesaikan masalah kami sendiri, Bu. Tiara nggak menyalahkan Mas Dimas. Kami hanya perlu waktu untuk introspeksi diri," ujar Tiara.


Tangisan Bu Ismiyati pun terdengar semakin kencang. Hati Tiara juga tercabik-cabik saat ia membahas mengenai hubungannya dan juga Dimas pada Bu Ismiyati.


Kalau Tiara tega, bisa saja wanita itu langsung membeberkan pada Bu Ismiyati dan mengatakan kalau wanita paruh baya itulah yang menyebabkan kekacauan rumah tangganya. Tapi Tiara tidak ingin memperumit keadaan. Biarlah hal ini menjadi urusan antara dirinya dan juga Dimas.


"Mau sampai kapan kamu nginep di sini, Tiara? Suami kamu butuh kamu," ucap Bu Ismiyati mulai kehabisan akal untuk membujuk menantunya itu agar mau pulang ke rumah.


"Tiara juga belum tahu, Bu. Tiara masih mempertimbangkan banyak hal."


Disaat Bu Ismiyati mulai buntu, akhirnya wanita paruh baya itu menggunakan senjata pamungkas untuk membuat Tiara pulang.


"Ibu ... pengen pulang kampung," ungkap Bu Ismiyati kemudian.


Tiara membelalakkan mata dan langsung menoleh ke arah sang ibu mertua. Sepertinya Bu Ismiyati tahu benar hal yang diinginkan oleh Tiara.


"Ibu kangen kampung. Ibu pengen pulang aja ke Sukoharjo. Ibu pengen ngerawat rumah dan makam mendiang bapaknya Dimas," sambung Bu Ismiyati.


Wanita itu menatap menantunya lekat-lekat, kemudian meraih tangan Tiara dan mengusapnya dengan lembut. "Tolong kamu pulang dan temani Dimas di rumah, ya?"


****

__ADS_1


__ADS_2