Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah

Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah
bab 32


__ADS_3

"Tiara, ini Ibu. Disaat kamu membuka surat ini, kamu pasti udah berkumpul kembali sama Dimas. Semoga kalian sehat selalu di sana, ya! Ibu akan selalu mendoakan kalian!"


"Ini surat dari Ibu?" gumam Tiara tak menyangka dirinya akan mendapatkan surat perpisahan dari ibu mertuanya. Wanita itu pun segera membaca isi surat tersebut sampai habis.


"Sebelumnya, Ibu minta maaf sama kamu. Ibu cuma bisa menyampaikan permintaan maaf ini lewat surat. Ibu udah tahu semuanya. Ibu tahu permasalahan kamu sama Dimas. Maaf kalau selama ini Ibu nggak bisa menghargai kamu dan nggak bisa mengerti posisi kamu. Ibu nggak sadar kalau ternyata Ibu sudah menekan kamu dan bikin kamu tersiksa, sampai kamu nggak betah tinggal sama Ibu di rumah ini."


Tiara menangis membaca surat yang berisi permintaan maaf dari ibu mertuanya itu.


"Ibu tahu Ibu salah. Maaf kalau Ibu terlambat menyadarinya. Ibu udah memaksakan prinsip Ibu ke kamu. Ibu nggak bisa ngertiin rasa capeknya kamu. Ibu cuma bisa ngatur-ngatur kamu dan bikin kamu stres di rumah. Harusnya Ibu tahu kalau kamu udah lelah bekerja. Tapi Ibu sendiri hanya Ibu rumah tangga. Tolong maafin Ibu yang nggak tahu gimana capeknya jadi istri yang bekerja. Semoga dengan kepergian Ibu, kamu bisa lebih akur lagi sama Dimas, ya! Ibu nggak punya maksud buruk. Ibu cuma pengen ngajarin kamu supaya kamu bisa jadi istri yang baik. Maaf kalau cara Ibu salah."


"Ibu ...." Tangis Tiara makin kencang begitu wanita itu selesai membaca surat dari Bu Ismiyati.


Tiara juga tahu kalau sebenarnya Bu Ismiyati tidak mempunyai niat jahat padanya. Bu Ismiyati hanya mencoba mendisiplinkan dirinya dengan tujuan baik. Tapi sayangnya metode yang digunakan oleh Bu Ismiyati membuat Tiara tertekan dan kelelahan.


"Tiara juga minta maaf, Bu. Bukan maksud Tiara pengen minta Mas Dimas buat ngusir Ibu," gumam Tiara.

__ADS_1


Wanita itu pun bergegas menjumpai suaminya dan mengajak Dimas untuk menyusul Bu Ismiyati di stasiun. Setidaknya Dimas dan Tiara ingin mengucapkan perpisahan yang layak pada Bu Ismiyati. Setidaknya Dimas dan Tiara ingin memperbaiki hubungan mereka terlebih dahulu sebelum Bu Ismiyati pulang ke kampung halaman.


"Mas, Ibu pasti masih ada di stasiun sekarang, kan? Ayo kita ke stasiun sekarang!" ajak Tiara pada Dimas dengan tergesa-gesa.


"Buat apa kita ke stasiun?"


"Buat apa gimana, Mas? Tentu aja buat nganterin ibu kamu! Kamu nggak pengen ada penyesalan, kan? Kita belum sempat baikan sama Ibu. Aku nggak pengen ada perasaan bersalah di antara kita. Aku nggak pengen kepergian Ibu bikin kamu terbebani nantinya."


Dimas pun menyetujui ajakan sang istri dan segera membawa istrinya itu menuju ke stasiun. Namun, sepertinya mereka sudah terlambat. Baik Dimas maupun Tiara tidak berhasil menemukan Bu Ismiyati.


Pria itu juga sudah berulang kali mencoba menghubungi Bu Ismiyati, tapi sayangnya nomor wanita paruh baya itu tidak aktif.


"Gimana, Mas? Aku nggak ketemu sama Ibu!" sahut Tiara pada Dimas.


"Aku juga udah nyoba hubungi nomor Ibu, tapi dari tadi nggak aktif," timpal Dimas.

__ADS_1


Tak ingin khawatir berlebihan, akhirnya pasangan suami istri itu pun segera pulang dan menganggap Bu Ismiyati telah berangkat dan berada dalam perjalanan. "Paling keretanya udah berangkat. Kita doain aja Ibu selamat sampai tujuan," ucap Dimas kemudian.


"Iya, Mas. Mungkin Ibu udah dalam perjalanan. Semoga nggak terjadi apa-apa sama Ibu," timpal Tiara.


Sayangnya kecemasan Dimas dan Tiara pun berlanjut kala mereka tak bisa menghubungi Bu Ismiyati hingga beberapa minggu berlalu setelah kepulangan Bu Ismiyati. "Gimana, Mas? Masih belum ada kabar juga soal Ibu?" tanya Tiara membuka perbincangan di sore hari.


Sudah lama sejak Bu Ismiyati kembali ke kampung, tapi mereka tidak mendapatkan kabar apa pun tentang Bu Ismiyati. Wanita paruh baya itu juga tidak bisa dihubungi. Hal ini pun semakin membuat Tiara dan Dimas cemas. Mereka bahkan tidak tahu apakah Ismiyati tiba di kampung dengan selamat atau tidak.


"Masih belum ada kabar juga. Nomor Ibu nggak bisa dihubungi," sahut Dimas mengkhawatirkan sang ibu.


Tadinya Tiara juga tidak ingin berpikir yang aneh-aneh. Tapi karena Bu Ismiyati tidak bisa dihubungi hingga berminggu-minggu, wajar saja jika mereka mulai berpikir yang tidak-tidak.


Bagaimanapun juga, Bu Ismiyati tetaplah ibu mertua Tiara. Walaupun tengah bersitegang, tapi bukan berarti Tiara akan merasa senang saat melihat ibu mertuanya mendapatkan musibah.


"Mungkin ada alasan lain kenapa Ibu nggak bisa dihubungi. Kita berdoa aja, Mas. Semoga Ibu nggak kenapa-napa."

__ADS_1


****


__ADS_2