Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah

Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah
bab 29


__ADS_3

Bu Ismiyati kembali ke rumah Dimas dengan perasaan hampa. Wanita paruh baya itu tidak berhasil membujuk Tiara untuk pulang. Tapi setidaknya Bu Ismiyati sudah tahu di mana tempat tinggal Tiara. Paling tidak Bu Ismiyati tahu ke mana harus mencari Tiara.


"Mendingan aku pulang aja. Gara-gara kelakuanku, rumah tangga anakku hampir saja hancur. Lebih baik aku balik ke kampung aja," gumam Bu Ismiyati bertekad untuk pulang dan mengalah demi kebahagiaan putranya. Demi putranya, Bu Ismiyati rela angkat kaki dari rumah anaknya sendiri dan menjauh dari Dimas.


Wanita itu tidak dapat melakukan apa pun untuk membantu memperbaiki hubungan Tiara dan juga Dimas. Hanya ini yang Bu Ismiyati bisa lakukan untuk membawa Tiara pulang kembali.


Tepat di malam sebelum Bu Ismiyati pulang, wanita itu sempat melihat Dimas yang terbangun di sepertiga malam. Melalui celah pintu kamar yang terbuka, wanita paruh baya itu melihat Dimas yang tengah bersujud dan menangis sendirian di dalam kamar.


Makin tersiksalah batin Bu Ismiyati saat ia melihat keadaan putranya yang seperti ini. Wanita paruh baya itu tahu betul kalau putranya sangat merindukan Tiara.


"Dimas, Ibu akan lakukan apa pun buat kamu," gumam Bu Ismiyati.

__ADS_1


Sayangnya ia tak sanggup membujuk Tiara untuk pulang. Sebagai gantinya, Bu Ismiyati pun akan menyingkir dari rumah itu dan membiarkan putranya kembali pada sang istri.


Dengan hati yang hancur, Bu Ismiyati bergegas kembali ke kamar kemudian mengemasi semua barang-barangnya. Bu Ismiyati tidak akan menunda waktu lebih lama lagi. Wanita itu akan segera pulang ke kampung begitu pagi tiba.


"Kenapa hidupku jadi begini? Bisa-bisanya aku nggak diterima di rumah anakku sendiri," gumam Bu Ismiyati miris.


"Kenapa hubunganku dan Tiara jadi begini?" Bu Ismiyati tak pernah menyangka jika perbedaan prinsip dan pandangan antara dirinya dan Tiara akan membuat hubungan mereka menjadi berjarak. Bu Ismiyati cukup menyayangkan sikapnya dan Tiara yang tidak bisa menemukan kecocokan. Bahkan Bu Ismiyati sendiri sudah tidak bisa lagi membujuk Tiara dan mengajak menantunya itu untuk berbicara baik-baik.


****


"Ibu mau ke mana?" tanya Dimas begitu ia melihat Bu Ismiyati yang keluar dari kamar dengan membawa tas besar di pagi hari.

__ADS_1


Bu Ismiyati pun mulai mengutarakan niatnya untuk pulang ke kampung halaman. "Ibu mau pulang ke Sukoharjo," ungkap Bu Ismiyati sembari melempar senyum tipis pada sang putra.


Tentu saja Dimas terkejut bukan main saat mendengar penuturan ibunya. "Pulang? Maksud Ibu apa? Kenapa Ibu pengen pulang?"


Manik mata Bu Ismiyati mulai berkaca-kaca. "Kamu nggak perlu bohong lagi, Dimas. Ibu udah tahu semuanya. Tiara nggak pergi dinas, kan? Tiara pergi dari rumah, kan?" tanya Bu Ismiyati.


Tentu Dimas makin dibuat shock saat mendengar perkataan Bu Ismiyati. "Ibu ngomong apa, sih? Ibu tahu dari mana? Siapa yang ngomong kaya gitu ke Ibu?"


"Ibu tahu semuanya. Ibu bukan anak kecil lagi, Dimas. Kamu pikir kamu bisa bohongin Ibu? Kenapa kamu nggak terus terang aja dari awal? Kamu bertengkar sama Tiara, kan? Dan penyebab pertengkaran kamu sama Tiara ... karena Ibu, kan?"


Tangis Bu Ismiyati langsung pecah. Begitupun dengan Dimas yang juga ikut menangis di depan sang ibu. "Sejak kapan Ibu tahu? Ini alasan Ibu pengen pulang ke Sukoharjo?"

__ADS_1


__ADS_2