Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah

Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah
bab 27


__ADS_3

Beberapa hari ini Tiara nampak sibuk dengan acara liburan yang ia lakukan sendirian. Mengikuti saran dari Adam, wanita itu pun menghabiskan waktu untuk menyenangkan dirinya sendiri dengan pergi ke banyak tempat wisata yang ada di Kota Tangerang. Tiara berharap cara ini bisa sedikit membantu mengobati rasa sakit hati Tiara akhir-akhir ini.


Namun, sepertinya rencana Tiara tidak berjalan dengan mulus. Bukannya menghilangkan stres, acara jalan-jalannya justru membuat Tiara semakin frustasi.


"Dulu aku sering banget ke tempat ini sama Mas Dimas," gumam Tiara memandangi tempat yang ia kunjungi saat ini dengan tatapan nanar.


Bagaimana Tiara tidak bertambah stres? Tempat yang dikunjungi Tiara adalah tempat yang pernah ia datangi bersama dengan Dimas. Mendatangi tempat tersebut hanya membuat Tiara semakin teringat pada Dimas. Membuat Tiara semakin rindu pada Dimas. Membuat Tiara semakin ingin pulang dan memeluk suaminya.


"Kamu lagi ngapain sekarang, Mas? Kamu ingat sama aku nggak?" gumam Tiara lagi.


Wanita itu berkeliling di beberapa tempat wisata, tapi sayangnya semua tempat yang ia datangi justru membuatnya dirinya semakin dihantui bayang-bayang Dimas.


Banyak kenangan indah mulai bermunculan di memori Tiara. Dulu ia sangat bahagia hidup bersama dengan Dimas. Dimas selalu mencurahi dirinya dengan cinta dan kasih sayang hingga membuat Tiara tenggelam di dalamnya.


"Kamu ingat tempat ini nggak, Mas? Dulu kamu sering banget ngajak aku ke sini. Tiap aku lagi ngambek, kamu pasti ngajak aku keliling dan mampir ke sini," ujar Tiara mengenang kembali momen bersama dengan Dimas.


Tiara membuka ponselnya dan melihat-lihat foto yang pernah ia ambil saat bersama dengan Dimas di beberapa tempat wisata. Dalam foto yang ia simpan, ia dan Dimas menampakkan senyuman yang begitu cerah. Mereka terlihat bahagia sekali dalam jepretan foto di ponselnya itu.


Semua kenangan manis itu membuat Tiara semakin merindukan masa lalunya bersama dengan Dimas. Meskipun saat ini Tiara masih kesal pada Dimas yang tidak mau bersikap tegas, tapi bagaimanapun juga Tiara pernah dibahagiakan oleh Dimas.


Meskipun saat ini Tiara hanya bisa dibuat marah oleh Dimas, tapi dirinya tidak pernah lupa kalau Dimas juga menjadi sumber kebahagiaannya.


"Kapan kita bisa ke sini bareng-bareng lagi, Mas? Kapan kamu bisa jemput aku lagi?" gumam Tiara dengan manik mata berkaca-kaca.


Jujur wanita itu tidak dapat menikmati waktu liburannya. Tiara justru semakin merana sgat menghabiskan waktu seorang diri. Padahal wanita itu sudah mempunyai suami. Tapi Tiara justru bepergian seorang diri dan melepas penat tanpa ditemani suami.

__ADS_1


"Aku kangen banget sama kamu, Mas," ucap Tiara makin tidak sanggup lagi berada di beberapa tempat wisata yang penuh dengan kenangan itu.


Wanita itu pun akhirnya memilih untuk pergi. Daripada berkeliling tempat wisata, lebih baik Tiara berkeliling kota saja sambil menghirup udara segar.


Tiara pun menghentikan kendaraannya sejenak, dan membeli minuman dingin untuk sekedar menyegarkan otak.


"Es buahnya satu, ya!" ucap Tiara pada pedagang es yang dihampiri olehnya.


"Siap, Neng!"


"Jangan pakai alpukat, ya!" sambung Tiara kemudian.


Bahkan hanya sekedar membeli es saja, Tiara masih terus teringat pada Dimas. "Ngapain aku beli yang gak ada alpukatnya? Aku kan suka sama alpukat. Yang nggak suka sama alpukat kan ... Mas Dimas?" gumam tiara lirih.


Tiara pun mencari tempat duduk yang rindang sembari memandangi satu gelas es buah yang ada di tangannya. "Kalau ada Mas Dimas di sini, pasti dia bakal beliin aku es buah yang banyak melonnya," ujar Tiara sembari tertawa kecil.


"Ternyata liburan sendiri nggak terlalu enak. Lebih enak kalau liburan ditemenin Mas Dimas."


Tiara nampak tidak berselera saat menyeruput es buah segar yang sudah dibelinya. Beberapa kali pula wanita itu mencoba masuk ke area tempat wisata, tapi Tiara tetap tidak bisa menikmati waktu santainya.


Hal yang dibutuhkan oleh Tiara saat ini bukanlah liburan, melainkan perhatian dan kasih sayang dari orang yang ia rindukan.


"Mendingan aku pulang aja deh," sahut Tiara mulai menyerah untuk melanjutkan acara kelilingnya di tempat wisata.


Tapi tentunya Tiara tidak benar-benar pulang ke kosan Lesti. Wanita itu pun meluangkan waktu untuk berkeliling kota sejenak tanpa arah dan tujuan.

__ADS_1


Hingga tanpa sadar, Tiara pun mulai melajukan motornya ke arah tempat yang cukup familiar. Ya, Tiara mengemudikan kendaraan roda duanya itu menuju ke daerah tempat tinggalnya bersama dengan Dimas.


Motor Tiara perlahan melaju menuju ke kompleks perumahan di mana tempat Dimas tinggal. Saking rindunya pada Dimas dan rumah, wanita itu pun akhirnya memutuskan untuk melihat-lihat rumah sekilas.


"Mas Dimas ...." Saat ini Tiara berada tepat di depan rumah Dimas.


Entah apa yang dipikirkan oleh wanita itu, hingga membuat Tiara benar-benar pulang dan berdiri di depan rumahnya. "Nggak ada yang berbeda. Bangunannya masih sama. Tapi isinya udah nggak sama."


Dulu rumah itu pernah menjadi istananya. Dulu rumah itu pernah menjadi surganya. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Rumah ternyaman yang pernah ia tinggali itu, sekarang sudah menjadi rumah yang tidak ingin lagi ia datangi.


"Sejak kapan rumah ini jadi neraka?" ucap Tiara begitu kecewa.


Wanita itu termenung lama di depan rumah suaminya. Tak ada gunanya juga Tiara menghabiskan waktu melamun di tempat itu. Lebih baik Tiara segera pergi sebelum ada orang yang memergokinya.


Sayangnya sudah terlambat. Belum sempat Tiara pergi meninggalkan rumah itu, Tiara justru sudah kepergok terlebih dulu oleh Dimas. Keduanya nampak terkejut, tapi Tiara tetap berusaha tenang, meskipun kedatangannya ketahuan oleh sang suami. Dimas sendiri juga tidak bereaksi berlebihan saat ia melihat Tiara yang datang tanpa pemberitahuan.


Pasangan suami istri itu saling bertatap muka dari kejauhan. Dimas memandangi Tiara tanpa berkedip. Dari sorot matanya, terpancar jelaskan kerinduan yang sudah tak tertahankan.


Begitu pula dengan Tiara yang juga memendam rindu dalam pada rumahnya dan juga sang suami. Keduanya saling beradu pandang dalam suasana hening, dan mencurahkan semua rasa rindu mereka hanya dalam tatapan singkat.


"Mas Dimas? Kamu lihat aku? Kamu baik-baik aja kan, Mas?" batin Tiara sembari menatap Dimas.


"Tiara, kamu lihat aku, kan? Kamu lihat rumah kita, kan? Aku rindu sama kamu, Tiara. Rumah ini juga rindu sama kamu. Kenapa kamu nggak berniat sedikitpun untuk kembali ke rumah ini lagi?" batin Dimas sibuk bergelut dengan pikirannya sendiri tanpa berani mengungkapkannya langsung pada Tiara, meskipun saat ini istrinya itu sudah berada di depan matanya.


Keduanya hanya diam dan saling pandang. Mungkin untuk saat ini, hanya inilah hal yang bisa mereka lakukan untuk mengobati rasa rindu.

__ADS_1


****


__ADS_2