
Adam dan Bu Ismiyati pun duduk bersama di warung yang ada di kompleks tersebut. Adam menyeruput kopi manis yang dipesannya, sementara Bu Ismiyati menikmati teh hangat yang dibelikan oleh Adam untuknya.
"Mas Adam baru pulang kerja?" tanya Bu Ismiyati mulai membuka perbincangan.
"Iya, Bu. Sekalian lewat, saya belanja laut matang buat makan malam sama istri."
"Memangnya istri Mas Adam nggak masak?" tanya Bu Ismiyati lagi.
"Nggak, Bu. Istri saya nggak masak tiap hari. Lagian lauk matang di sini juga enak," sahut Adam.
"Memangnya Mas Adam nggak bosen makan lauk warung terus? Mumpung ada istri di rumah, harusnya Mas Adam sering-sering minta dimasakin. Buat menghemat pengeluaran juga," saran Bu Ismiyati.
__ADS_1
Adam melempar senyum tipis. "Saya nggak masalah, Bu. Mau beli lauk matang apa beli sayuran, yang penting saya dan istri bisa makan bersama di rumah."
"Kalau saya sih berharap istri-istri sekarang lebih rajin masak. Suami juga pasti lebih senang kalau dimasakin sama istri, kan? Tapi ternyata istri-istri jaman sekarang lebih suka yang praktis, ya? Sama kayak istri Mas, menantu saya juga jarang masak. Tiara lebih sering beli lauk matang buat Dimas," ujar Bu Ismiyati mulai menyinggung tingkah menantunya.
Bu Ismiyati pun makin bersemangat membicarakan Tiara. Wanita paruh baya itu memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk meluapkan unek-unek yang ia tahan seorang diri selama beberapa hari terakhir ini.
"Saya selalu aja dibuat jengkel sama menantu saya. Tiap hari bangunnya siang. Tiap hari beli lauk matang. Tiap hari cucian di laundry. Menantu saya beneran gak bisa ngurus suami," sahut Bu Ismiyati panjang lebar.
Sampai akhirnya Bu Ismiyati mengucapkan kalimat yang membuat Adam mulai memberikan respon. "Buat saya, suami itu ibarat raja. Dan sudah sewajarnya jika istri harus bisa melayani suami dengan baik," ungkap Bu Ismiyati.
Adam sepertinya tidak sependapat dengan Bu Ismiyati. Pria itu terang-terangan menyanggah perkataan Bu Ismiyati dan mengutarakan pendapat lain.
__ADS_1
"Mohon maaf sebelumnya, Bu. Tapi saya mempunyai pendapat yang berbeda. Kalau suami adalah seorang raja, maka istri adalah ratunya," timpal Adam. "Seorang raja tentunya harus memuliakan ratunya, bukan menjadikannya sebagai pelayan."
"Maksud saya bukan pembantu gratisan. Menurut saya, seorang istri harus melayani suami sebagai bentuk pengabdian. Sudah seharusnya istri berbakti pada suami. Bukti bakti ini bisa ditunjukkan dengan bagaimana sikap dan perilaku istri dalam melayani suami," sela Bu Ismiyati memberikan tanggapan yang berbeda.
"Ini cara yang saya gunakan untuk mengabdi pada suami. Saya harap menantu saya juga bisa melakukan hal yang sama. Saya harap menantu saya juga bisa melayani suaminya dengan baik," sambung Bu Ismiyati.
Adam masih menyela. Pria itu tidak setuju dengan penuturan Bu Ismiyati. Adam menyuarakan sudut pandang berbeda tentang pengabdian yang dibahas oleh Bu Ismiyati.
"Kalau menurut saya, mengabdi itu nggak harus dengan cara melayani. Masih ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang istri untuk menunjukkan pengabdiannya pada suami," sahut Adam. "Setiap pasangan mempunyai caranya masing-masing, Bu. Kita tidak bisa memaksakan aturan kita pada orang lain. Karena orang lain juga memiliki pemikiran mereka sendiri. Dan menurut saya, yang penting pasangan tersebut tahu bagaimana cara untuk menciptakan rasa nyaman satu sama lain selama mereka bersama."
***
__ADS_1