
"Maafin Ibu ya, Nak? Ibu udah bikin hancur rumah tangga kamu," ucap Bu Ismiyati dengan tangis sesenggukan.
"Nggak, Bu. Ibu nggak perlu minta maaf! Ini Nggak semua salah Dimas! Dimas yang gak bisa jadi penengah antara Ibu dan Tiara," sahut Dimas.
"Tapi yang bikin Tiara nggak betah tinggal di rumah ini adalah Ibu, kan? Ibu sampai bikin Tiara pergi dari rumah ini. Kenapa kamu nggak ngomong aja sama Ibu? Kenapa harus kamu pendam semuanya sendiri?"
"Dimas gak mau Ibu pergi. Kalau Dimas bilang ke Ibu, Ibu pasti akan pulang lebih awal, kan? Dimas nggak mau Ibu pulang!" ujar Dimas.
"Tapi lihat pilihan kamu sekarang! Ibu udah bikin kamu menderita, kan? Kamu jadi tersiksa nahan rindu ke istri kamu seperti ini. Kamu harus mengorbankan perasaan kamu sendiri dan juga Tiara," timpal Bu Ismiyati.
"Kamu pikir Ibu suka ngelihat kamu kaya gini? Hati Ibu sakit ngelihat kamu murung setiap hari kaya gini, Dimas!" sambung Bu Ismiyati.
"Dimas juga pengen menjaga perasaan Ibu. Dimas nggak pengen nyakitin Ibu. Dimas yakin Dimas pasti bisa cari solusi untuk masalah ini," sahut Dimas.
__ADS_1
Ibu dan anak itu pun menangis bersama sembari berpelukan. "Dimas minta maaf ya, Bu. Dimas cuma bisa bikin Ibu sedih. Dimas belum bisa merawat Ibu dengan baik. Dimas belum bisa jadi anak yang berbakti," ucap Dimas dengan air mata berlinang.
"Ibu juga salah, Dimas. Ibu udah misahin kamu sama istri kamu. Ibu udah bikin rumah kamu nggak nyaman lagi," cetus wanita paruh baya itu.
"Ibu nggak salah. Dimas sendiri yang nggak bisa mengurus istri Dimas dengan baik sampai akhirnya Tiara kabur. Ibu nggak perlu nyalahin diri sendiri seperti ini!"
"Kamu yang nggak perlu menyalahkan diri sendiri. Ibu dengar sendiri waktu kamu bertengkar sama Tiara. Tiara nggak suka Ibu tinggal di sini, kan? Tiara nggak suka diatur sama Ibu, kan? Tiara udah nggak nyaman lagi tinggal di sini sama kamu karena Ibu kan?"
"Ibu jangan pulang! Ibu di sini aja! Dimas akan bujuk Tiara supaya mau pulang!" ujar Dimas mencoba mencegah kepergian ibunya.
Bu Ismiyati mengusap lembut rambut putra kesayangannya. Bu Ismiyati sudah membulatkan tekad. Apa pun pilihan Dimas nanti, Bu Ismiyati akan tetap pulang ke kampung halaman.
"Ibu mau pulang aja. Ibu juga lebih senang tinggal di kampung. Ibu mau merawat rumah di kampung. Ibu juga pengen deket sama bapak," ucap Bu Ismiyati.
__ADS_1
"Tapi ibu sendirian di kampung! Ibu masih punya anak. Masih ada Dimas di sini. Tolong beri kesempatan bagi Dimas untuk merawat Ibu," sahut Dimas.
Sepertinya bujukan Dimas hanya sia-sia. Bu Ismiyati akan tetap pulang kampung. Bu Ismiyati tidak akan lagi mengganggu kehidupan rumah tangga putranya.
"Dimas, kamu tetap bisa merawat Ibu dari jauh. Ibu tetep pengen pulang kampung," ungkap Bu Ismiyati.
Wanita paruh baya itu merogoh saku pakaiannya dan memberikan kertas pada Dimas.
"Ini apa, Bu?"
"Alamat tempat tinggal Tiara yang sekarang. Kamu bisa pergi ke alamat itu untuk menjemput Tiara pulang. Jemput istri kamu, Nak. Jemputlah kebahagiaan kamu."
****
__ADS_1