Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah

Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah
chap 9


__ADS_3

Bab 9


"Hari ini masak apa, ya?" gumam Bu Ismiyati begitu wanita paruh baya itu tiba di warung penjual sayur.


Ibu mertua dari Tiara itu kembali berjumpa dengan Adam yang tengah sibuk memilih sayuran segar yang hendak dibelinya. "Mas Adam?" sapa Bu Ismiyati pada tetangga yang belum lama dikenalnya itu.


Adam langsung mengalihkan pandangan ke Bu Ismiyati. "Selamat pagi, Bu!" ucap Adam pada Bu Ismiyati.


Bu Ismiyati nampak celingukan mencari-cari sosok Manda. Sepertinya Adam pergi berbelanja di warung sama orang diri tanpa ditemani sang istri.


"Sendirian aja Mas Adam?" tanya Bu ismiati penasaran.


"Iya, Bu. Saya belanja sendiri," sahut Adam.


"Belanja sendiri? Mbak Manda ke mana?" tanya Bu Ismiyati lagi.


"Manda ada pekerjaan lain, Bu. Jadi saya yang belanja," timpal Adam.


Bu Ismiyati makin keheranan dengan rumah tangga antara Adam dan Manda. Beberapa hari lalu, Bu Ismiyati juga melihat Adam yang menenteng plastik sayuran. Kali ini wanita paruh baya itu kembali bertemu dengan Adam yang tengah sibuk berbelanja kebutuhan dapur di warung tanpa ditemani istrinya.


"Mas Adam memang biasa belanja sendiri, ya? Memangnya Mas Adam tahu bumbu dapur?" tanya Bu Ismiyati.


Adam hanya tersenyum. Pria itu tidak memberikan banyak tanggapan. "Saya cuma beli pesanan istri saya," tukas Adam.

__ADS_1


Bu Ismiyati nampak canggung saat melihat adam memilah-milah sayuran. "Kalau boleh tahu, memangnya Mbak Manda ada urusan apa sampai Mas Adam harus belanja sayuran pagi-pagi begini?"


Sepertinya Adam tidak ingin membahas mengenai urusan rumah tangganya pada Bu Ismiyati. "Manda ada urusan yang lebih penting. Nggak ada salahnya juga kan kalau saya membantu?"


Bu Ismiyati pun berhenti mengintrogasi Adam. Wanita paruh baya itu pun makin miris saat melihat Adam memasukkan sayuran ke dalam kantung belanjaannya.


"Bu Ismi mau belanja buat masak sarapan?" tanya Adam berbasa-basi pada ibunda dari Dimas itu.


"Iya, Mas. Sekalian belanja buat makan malam," jawab Bu Ismiyati sekenanya. "Mas Adam juga mau belanja buat sarapan?"


"Iya, Bu. Kebetulan hari ini saya lagi pengen banget makan balado. Kentang balado sama terong balado kayaknya enak," tukas Adam sembari mengambil terong dan juga kentang.


"Mas Adam kayanya udah sering banget belanja, ya? Mas Adam nggak kelihatan kaku milih sayuran," sahut Bu Ismiyati.


"Istrinya Mas Adam itu orang kaya apa, sih? Bisa-bisanya nyuruh suami belanja sayur pagi-pagi gini," gumam Bu Ismiyati.


Hari berikutnya, Bu Ismiyati kembali berpapasan dengan Adam di jalan. Namun, kali ini pria itu tidak pergi untuk berbelanja, melainkan untuk mengurus pekerjaan rumah tangga lain.


"Mas Adam? Mau ke mana bawa-bawa tas besar?" tegur Bu Ismiyati pada Adam yang saat ini tengah menenteng tas besar berisi pakaian.


"Selamat sore, Bu! Saya mau ke tempat laundry ngantar baju kotor buat dicuci," ungkap Adam.


Lagi-lagi lagi Bu Ismiyati dibuat terkejut dengan tingkah Adam. Tak cukup berbelanja sayuran, kini pria itu juga harus mengurus cucian pakaian.

__ADS_1


"Ke tempat laundry? Memangnya Mbak Manda nggak cuci baju di rumah?" tanya Bu Ismiyati.


"Baju kotornya lumayan banyak, Bu. Saya mau laundry aja," jawab Adam.


Wanita paruh baya itu terdiam sejenak. Seharusnya Mandalah yang harus pergi ke tempat laundry. Kenapa pergi ke tempat laundry saja masih harus Adam yang mengerjakan? Pikir Bu Ismiyati.


"Kenapa Mas Adam yang harus pergi ke tempat laundry? Memangnya Mbak Manda ke mana?"


"Manda ada, Bu. Tapi Manda sedang mengerjakan pekerjaan lain," timpal Adam. "Saya permisi dulu ya, Bu?"


Di hari berikutnya, Bu Ismiyati semakin sering berpapasan dengan Adam. Entah itu saat Adam membeli sayuran maupun lauk matang, ataupun saat Adam mengantarkan pakaian kotor maupun mengambil pakaian bersih dari tempat laundry.


Baik belanjaan maupun cucian pakaian, semuanya diurus oleh Adam. Tentu saja hal ini membuat Bu Ismiyati keheranan. Apa yang dilakukan oleh Manda sebagai istri? Kenapa Manda tega menyusahkan suaminya yang sudah lelah mencari nafkah? Begitulah pikir Bu Ismiyati.


"Sebenarnya Manda itu istri macam apa, sih? Kok bisa-bisanya memerintah Mas Adam sampai segitunya," gumam Bu Ismiyati makin merasa iba pada nasib Adam yang dinilai sial olehnya.


Padahal sebelumnya Bu Ismiyati sangat iri dan mendambakan pasangan suami istri tersebut. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Baginya, Manda hanyalah istri yang semena-mena dan tidak tahu aturan, sementara Adam hanyalah pria penurut yang tidak bisa menjaga harga diri sebagai suami.


"Ini semua kan tugas istri. Apa dia nggak malu nyuruh-nyuruh suaminya buat belanja sama ngurus baju?" oceh Bu Ismiyati tak habis pikir dengan kelakuan Manda yang dinilai salah olehnya dan berkelakuan tidak pantas pada sang suami.


"Masih mending Tiara sama anakku. Seenggaknya anakku nggak dijadiin babu sama Tiara," ujar Bu Ismiyati. "Kasihan Mas Adam. gimana bisa dia tahan hidup sama istri seperti Manda? dari luar aja mereka kelihatan harmonis dan romantis. Tapi ternyata Manda cuma seorang istri yang nggak tahu aturan."


***

__ADS_1


__ADS_2