Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah

Ketika Ibu Mertua Datang Ke Rumah
bab 26


__ADS_3

Bu Ismiyati berdiri di sebuah gerbang bangunan besar yang tidak lain ternyata ialah kantor tempat Tiara bekerja. Setelah berusaha mencari alamat kantor menantunya, wanita paruh baya itu pun memberanikan diri mendatangi tempat tersebut demi mencari keberadaan Tiara.


"Tiara beneran kerja di sini, kan?" gumam Bu Ismiyati agak ragu untuk masuk ke dalam gedung kantor tersebut.


Wanita paruh baya itu pun celingukan ke dalam area kantor dan melihat beberapa pegawai yang berlalu-lalang di tempat tersebut.


"Aku harus mulai mencari dari mana?" ujar Bu Ismiyati mulai kebingungan.


"Cari siapa, Bu?" sapa satpam yang bertugas di area perkantoran itu. Bu Ismiyati pun mendekat ke pos satpam sembari membawa ponsel di mana ia menyimpan foto Tiara.


"Permisi, Pak. Boleh saya tanya sesuatu?" tanya Bu Ismiyati.


"Silakan, Bu! Apa yang bisa saya bantu?"


"Apa Bapak kenal sama pegawai yang namanya Tiara?"


Jika hanya bermodalkan nama saja, tentu saja pabrik tersebut memiliki ratusan wanita bernama Tiara. "Tiara yang kerja di bagian apa ya, Bu? di sini yang namanya Tiara banyak."


Tentu saja Bu Ismiyati tidak tahu detail mengenai jabatan dan pekerjaan Tiara. Tapi sebagai info tambahan, wanita paruh baya itu hanya bisa menyodorkan ponselnya untuk memperlihatkan wajah Tiara. "Ini orangnya, Pak. Bapak kenal? Bener nggak menantu saya kerja di sini?"


Satpam itu pun foto Tiara dengan seksama. "Oh, Bu Tiara? Betul, Bu. Ini salah satu pegawai di tempat ini."


Bu Ismiyati tersenyum lega. Untungnya ia tidak salah alamat. "Oh, syukurlah kalau begitu! Saya udah berhari-hari nunggu menantu saya pulang. Kira-kira Bapak tahu nggak ya kapan Tiara balik dinas? Udah seminggu lebih menantu saya nggak pulang."


"Dinas ke mana, Bu?"


"Saya juga kurang tahu, Pak. Saya cuma tahu pokoknya dinas di luar kota. Udah satu minggu lebih menantu saya nggak pulang-pulang juga. Makanya saya mencari kemari," sahut Bu Ismiyati.


Satpam itu pun menatap Bu Ismiyati dengan kening berkerut. "Setahu saya Bu Tiara nggak pergi dinas, Bu. Kemarin saya masih ketemu sama Bu Tiara," ungkap satpam tersebut.

__ADS_1


Tentu Bu Ismiyati sangat terkejut usai mendengarkan penuturan dari satpam. Jelas-jelas Dimas berkata kalau Tiara tengah pergi dinas. Ternyata semua perkataan Dimas hanyalah kebohongan belaka.


"Bapak yakin ketemu sama menantu saya? Udah satu minggu ini menantu saya katanya pergi dinas. Nggak mungkin menantu saya muncul di pabrik selama dinas, kan?"


"Kalau soal informasi tentang dinas saya kurang tahu, Bu. Tapi saya bisa pastikan kalau saya benar-benar berjumpa dengan Bu Tiara beberapa hari ini. Jadi bisa dibilang kalau Bu Tiara nggak pergi ke mana-mana, apalagi pergi dinas," terang satpam tersebut panjang lebar.


Usai mendapatkan informasi mengenai dinas Tiara, Bu Ismiyati pun kembali mencari petunjuk demi menemukan Tiara dan membawa menantunya itu pulang. Bu Ismiyati tidak tahan lagi melihat keterpurukan putranya. Demi Dimas, Bu Ismiyati akan melakukan apa saja untuk membawa Tiara kembali.


Tak berhasil mendapatkan informasi tambahan, Bu Ismiyati pun memutuskan untuk pulang dan melanjutkan pencarian esok hari. Setidaknya Bu Ismiyati sudah mengetahui kalau ternyata Tiara tidak pergi dinas.


"Kenapa Dimas harus berbohong padaku?" gumam Bu Ismiyati miris.


Begitu Bu Ismiyati sampai di rumah, wanita paruh baya itu pun langsung disambut wajah cemas Dimas. Nampaknya pria itu kebingungan mencari Bu Ismiyati ke mana-mana.


"Ibu dari mana aja? Kenapa baru pulang?" tanya Dimas bergegas menghampiri sang ibunya yang akhirnya muncul setelah ia mencari Bu Ismiyati ke banyak tempat.


Dimas benar-benar lega begitu ya berjumpa dengan Bu Ismiyati kembali. Ia kira ia sudah kehilangan Bu Ismiyati. Sudah kehilangan istri, tentu saja Dimas tidak ingin kehilangan ibunya juga.


"Jangan pergi jauh-jauh ya, Bu! Nanti kalau Ibu bingung terus nggak tahu jalan pulang gimana?"


"Kamu tenang aja. Ibu juga bukan anak kecil lagi. Ibu nggak pergi jauh."


****


Hari berikutnya, Bu Ismiyati kembali datang ke pabrik Tiara bekerja. Setelah yakin jika Tiara tidak pergi berdinas, Bu Ismiyati berharap ia bisa berjumpa dengan Tiara di pabrik tersebut. Bu Ismiyati tidak tahu lagi ke mana harus mencari Tiara. Hanya tempat kerja Tiaralah satu-satunya harapan yang bisa diandalkan Bu Ismiyati.


"Pak, hari ini lihat Tiara masuk nggak, ya?" tanya Bu Ismiyati pada satpam yang sempat ia temui sebelumnya.


"Bu Tiara, ya? Mohon maaf, Bu. Saya belum lihat hari ini," ujar satpam tersebut.

__ADS_1


"Yang penting Tiara nggak pergi dinas. Berarti Tiara nggak pergi ke mana-mana, kan?" gumam Bu Ismiyati.


Wanita itu mulai berkeliling dan bertanya-tanya pada beberapa pegawai yang sempat ia temui. Setelah bertanya pada puluhan orang, Bu Ismiyati hampir saja menyerah, karena tidak ada satu pun dari mereka yang mengenal Tiara dan tahu mengenai keberadaan Tiara.


"Mbak, kenal yang namanya Tiara nggak? Ini orangnya," ujar Bu Ismiyati untuk kesekian kalinya saat dia tengah menghampiri seorang karyawan yang berpapasan dengannya.


"Oh Bu Tiara, ya? Kebetulan hari ini nggak masuk, Bu," ungkap pegawai tersebut.


"Nggak masuk? Kenapa? Mbak tahu tempat tinggalnya Tiara nggak?"


"Soal itu saya kurang tahu, Bu." Pegawai itu pun tiba-tiba melirik karyawan lain yang tak sengaja lewat. Sepertinya ia sedang mencoba mencari seseorang yang bisa membantu Bu Ismiyati.


"Ibu lihat mbak-mbak yang di sana nggak? Itu temennya Bu Tiara. Ibu bisa nanya sama dia," ujar pegawai tersebut sembari menunjuk ke arah gadis yang tidak lain ternyata adalah Lesti.


Tanpa pikir panjang, Bu Ismiyati pun bergegas menghampiri Lesti dan mencegah gadis itu dengan banyak pertanyaan tentang Tiara. Awalnya Lesti agak terkejut sebab ia didatangi oleh Bu Ismiyati. Tapi setelah mendengar cerita dari ibu mertua Tiara itu, Lesti pun akhirnya memutuskan untuk membawa Bu Ismiyati menuju ke kosannya, di mana tempat Tiara tinggal.


"Gimana, Mbak Lesti? Bisa minta tolong temuin saya sama Tiara? Mbak Lesti deket sama Tiara, kan? Saya beneran butuh ketemu sama Tiara," bujuk Bu Ismiyati dengan wajah memelas hingga membuat Lesti pun luluh karena merasa iba.


"Kalau begitu, Ibu bisa ikut saya. Saya bisa bawa Ibu ke tempat Mbak Tiara tinggal," sahut Lesti kemudian membawa Bu Ismiyati pulang ke kosannya.


"Bener, Mbak? Mbak tahu di mana Tiara tinggal?"


"Betul, Bu. Mari saya antar!"


Sesampainya di kosan, ternyata Tiara tidak ada di sana. Beberapa hari terakhir, Tiara nampak sibuk berkeliling kota Tangerang untuk menghibur diri. Tiara tidak berangkat kerja, dan memanfaatkan waktu untuk menyenangkan diri serta menghilangkan stres.


"Benar Tiara tinggal di sini?" tanya Bu Ismiyati mencoba memastikan kembali.


"Benar, Bu. Tapi Mbak Tiara belum pulang. Gimana, Bu? Apa Ibu balik besok aja?"

__ADS_1


"Nggak apa-apa. Saya akan menunggu di sini. Saya akan tunggu sampai Tiara pulang!" tegas Bu Ismiyati kemudian.


****


__ADS_2