
Sayangnya masing-masing dari mereka tidak mau saling memahami. Dan kini, Bu Ismiyati pun justru makin menilai buruk menantunya itu.
"Mbak, belum tidur?" tegur Lesti pada Tiara yang masih terjaga.
Usai berbicara dengan Dimas melalui telepon, Tiara pun sibuk menangis sesenggukan memikirkan nasib pernikahannya yang semakin di ujung tanduk. Semakin hari, bukannya mendapatkan solusi, tapi hubungan antara Dimas dan Tiara justru semakin memburuk.
"Aku belum ngantuk. Kamu tidur dulu aja. Aku gangguin kamu, ya?" tanya Tiara.
Lesti melihat dengan jelas pelupuk mata Tiara yang masih basah. Gadis itu tidak ingin ikut campur. Tapi setidaknya Lesti ingin menemani Tiara berkeluh kesah.
"Nangis aja, Mbak. Aku nggak akan cerita ke siapa-siapa, kok. Mbak pasti juga butuh pelampiasan, kan? Nggak perlu ditahan-tahan kalau mau nangis," cetus Lesti.
Air mata Tiara pun mulai tumpah ruah. Wanita itu merasa marah dan kecewa, tapi ia tidak tahu harus melampiaskan kemarahannya pada siapa.
__ADS_1
" Makin hari hubunganku sama Mas Dimas makin nggak jelas," ujar Tiara.
"Mbak udah nyoba ngomong sama suami Mbak?"
"Setiap kali aku nyoba bahas ini sama Mas Dimas, Mas Dimas cuma bisa bikin aku tambah kesal dan marah," sahut Tiara.
Wanita itu memang marah, tapi Tiara sangat berharap Dimas akan membujuknya dengan menuruti keinginannya. Tapi sampai sekarang Dimas masih tetap tak mau mengabulkan permintaan Tiara.
"Suami Mbak pasti sekarang masih nyariin Mbak," komentar Lesti. "Memangnya Mbak nggak kangen sama suami Mbak?"
"Mana mungkin aku nggak rindu sama suamiku? Siapa lagi orang yang akan aku rindukan di dunia ini kalau bukan suamiku?" timpal Tiara. "Tapi aku nggak mau bersikap lunak lagi sama Mas Dimas. Berulang kali Mas Dimas cuma bisa nyuruh aku buat bersabar sampai entah kapan. Wajar aja kalau aku lama-lama memberontak, kan? Aku udah nggak mau lagi bersabar apa pun alasannya!"
"Tapi udah hampir satu minggu, Mbak. Mau sampai kapan lagi mbak terus begini? Lama-lama pernikahan Mbak bisa benar-benar hancur," ujar Lesti mencemaskan nasib Tiara ke depannya.
__ADS_1
"Mas Dimas sendiri yang nggak mau berusaha lebih keras. Mas Dimas sendiri yang nggak mau bersikap tegas. Kalau memang Mas Dimas tetap nggak mau milih aku, aku udah mulai mempersiapkan diri."
Lesti makin iba mendengar perkataan Tiara yang sudah pasrah. Keadaan Tiara bukannya semakin membaik, tapi wanita itu malah tambah merana.
"Mbak, jangan ngomong gitu," tegur Lesti.
"Aku udah nggak tahu lagi harus gimana. Mau berharap juga rasanya percuma. Sampai aku kabur dari rumah pun, ternyata nggak berpengaruh apa pun sama suamiku."
"Sebenarnya Mbak nggak ada masalah sama sekali dengan suami, kan? Suami Mbak mencintai Mbak dan memperlakukan Mbak dengan baik. Mbak sendiri juga masih cinta dan rindu pada suami. Coba hal ini dijadikan pertimbangan lagi, Mbak. Yang akan menjalani rumah tangga ini kan Mbak sama suami, bukan Mbak sama mertua," sahut Lesti.
"Tapi disaat seorang wanita menikah, wanita itu nggak cuma menikahi suaminya, tapi juga menikahi keluarganya," timpal Tiara.
"Kalau memang permasalahan ini nggak dapat jalan keluar, aku udah siap juga buat lanjutin hidup masing-masing."
__ADS_1
****