
“Di sini kamu rupanya?! Dasar wanita murahan! Siapa laki-laki ini ha! Pasti dia selingkuhanmu kan?”
Andre menyelenong masuk ke ruangan Sekar. Dengan napas memburu dia menatap Sekar dan Michael secara bergantian. Beberapa menit yang lalu dia dikabari oleh pegawai Sekar, bahwa Sekar ada di rumah sakit dan sedang melahirkan.
Mendengar kabar tersebut Andre sangatlah senang. Namun, kebahagiaannya berganti rasa cemburu saat melihat sebuah foto kiriman dari pegawai yang tak sengaja memotret seorang pria bersetelan jas hitam keluar dari tirai.
Andre terbakar cemburu. Dia hendak pergi ke rumah sakit. Akan tetapi, Melani malah menahannya seketika. Istri keduanya itu ingin berhubungan badan sebelum Andre menjenguk Sekar. Andre sempat menolak, namun karena dibujuk rayu Melani. Akhirnya Andre meluluh juga dan menghabiskan malam pertamanya bersama Melani terlebih dahulu tadi.
“Kecilkan suaramu Andre! Anakku sedang tidur.” Sekar melirik Rena dan Shakila sekilas. Memberi kode keduanya untuk keluar dari ruangan ketika melihat keduanya nampak ketakutan sekarang. Tanpa banyak kata Rena dan Shakila berlalu pergi.
“Diam kamu! Aku tak peduli! Anakmu! Anakmu! Kamu selalu mengatakan anakmu! Apa jangan-jangan, dia memang bukan anakku, melainkan anak kamu dan selingkuhanmu ini ha!” seru Andre membuat bayi munggil yang berada di samping Sekar menangis seketika.
“Oek, oek, oek!’
__ADS_1
Sekar tak membalas perkataan Andre yang nyeleneh itu. Dia langsung mengambil bayinya dan menenangkannya.
“Hati-hati kalau ngomong, jangan menuduh tanpa bukti yang jelas.” Akhirnya Michael membuka suara setelah menahan diri untuk tidak melayangkan pukulan di wajah Andre saat ini. Sebab Andre menuduh tanpa alasan yang tidak jelas, ditambahlagi Andre mengindahkan perkataan Sekar tadi.
Michael benar-benar bingung, mengapa Andre malah menuduh Sekar yang bukan-bukan. Padahal dia waktu itu pernah tak sengaja melihat Andre masuk hotel bersama seorang wanita kala dia sedang bertemu kliennya di loby hotel.
“Cih!” Andre berdecih sejenak sambil melayangkan tatapan tajam. “Punya nyali juga kamu, aku ini suaminya, nggak usah berkilah kamu! Pasti kalian sudah sering bertemu kan, aku masih ingat betul, kamu yang bertemu istriku di supermarket kan! Ayo kita berduel! Laki sama laki!” serunya sambil membuka dasinya hendak mengajak Michael berkelahi.
“Bapak-bapak, kalau mau berkelahi jangan di ruangan ini ya. Berkelahinya di depan rumah sakit saja! Silakan keluar sekarang!” Seorang perawat masuk tiba-tiba ke ruangan saat mendengar bunyi kegaduhan dari dalam satu bilik tadi.
Andre berusaha memberontak. Namun, karena tinggi badannya tak sama dengan Michael membuatnya kesusahan.
Sekar tercengang, melihat kepergian keduanya. “Andre, Andre, mengapa kamu memperumit segalanya,” gumamnya pelan sambil mendekap bayi munggilnya yang sudah nampak tenang sekarang.
__ADS_1
Di depan halaman rumah sakit.
Michael menyentak kasar tubuh Andre ke tanah kemudian berdiri tegap di hadapan Andre sambil membuka dua kancing jasnya.
Sementara Andre mengaduh kesakitan sejenak kala tubuhnya terkena batu-batu kerikil barusan. Dengan tertatih-tatih dia bangkit berdiri, melihat Michael tengah membuka cepat arloji berwarna hitamnya.
“Flo, ambil jam tanganku ini.”
Michael menyodorkan jam tangannya kepada Flores. Yang sedari tadi mengekorinya dari belakang bersama Rena dan Shakila. Flores mengambil jam tangan tersebut dan memundurkan langkah kakinya untuk menjauh dari Michael dan Andre karena sebentar lagi akan berduel.
Para pengunjung rumah sakit yang lalu-lalang di sekitar memusatkan perhatian ke arah Michael dan Andre. Mereka amat penasaran.
“Ck! Sok jagoan kamu! Kamu pikir aku takut denganmu!” seru Andre sambil memasang kuda-kuda untuk bertarung.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat hari raya idul fitri 1444 H, mohon maaf lahir dan batin 🙏, kalau selama ini kak Nana ada salah-salah kata, bagi yang mudik ke kampung halaman semoga sampai dengan selamat ya 🤗