Ketika Perselingkuhanku Terkuak

Ketika Perselingkuhanku Terkuak
Maafkan Aku


__ADS_3

Buru-buru Kiara menurunkan tangannya lalu merapikan dress-nya dengan cepat.


Dahi Sekar berkerut kuat, melihat tingkah Kiara. Entah karena apa, Sekar kurang suka dengan tingkah Kiara yang menurutnya terlihat mencurigakan. Terlebih lagi saat ini Kiara sedang merapikan rambutnya yang bergelombang.


Michael melangkah cepat, mendekati mereka. "Kiara, kenapa kamu ada di sini?" Michael terkesiap, saat melihat sosok seorang wanita yang sangat ia kenal berada di rumah sakit, siapa lagi kalau bukan, Kiara, mantan istrinya yang ada di Indonesia.


Kiara melempar senyum tipis. "Aku merindukan Shakila, Michael, hehe, tadi malam aku baru saja sampai di Indonesia dan bertanya pada Flores di mana kamu, ternyata kamu ada di rumah sakit, jadi aku ke sini," ucapnya dengan suara manja dan terdengar mendayu.


Michael tersenyum kaku, walaupun dia tak lagi mencintai Kiara, tapi sebisa mungkin ia bersikap baik terhadap Kiara saat di depan Shakila. Akan tetapi, Michael tak tahu saja, jika Sekar saat ini terbakar cemburu karena salah paham akan senyuman Michael barusan.


"Oh begitu, aku pikir apa, mainlah bersama Shakila besok saja, aku harus pulang sekarang," ucap Michael sambil mengalihkan pandangan ke arah Sekar, yang sekarang wajahnya menahan sebal.


Kiara terpaksa tersenyum dan mengiyakan saja.


***


Lima menit kemudian, Michael dan Sekar berada di mobil dan menuju jalan pulang ke rumah mereka.


Michael keheranan, melihat Sekar lebih banyak diam, dan tak berbicara seperti biasanya. Sedari tadi Michael curi-curi pandang ke arah Sekar, yang tengah mengelus-elus tangan munggil Reni di pangkuannya.


"Shakila, itu tadi Mommymu ya, kok galak banget sih! Kayak nenek lampir tahu, Rena sampai takut lihat rambutnya kayak singa gitu kalau lagi marah," celetuk Rena seketika, di belakang kemudi.


Michael melirik Rena dan Shakila di kaca spion, ingin mendengar dan memperhatikan tingkah laku kedua gadis munggil itu saat ini.


"Iya itu Mommyku, mau bagaimana lagi, huh, asal kamu tahu saja ya, Rena. Mommy Shakila tadi marahnya masih level satu loh, kalau udah level 10, hii menyeramkan, ngalahin seramnya Mbak Kunti," celoteh Shakira sambil meletakkan kedua tangannya di pipi.


"Mbak Kunti? Hii takut, untung aja, marahnya tadi level satu ya."


"Iya, seremkan hii." Shakila mengangguk-angguk cepat.

__ADS_1


"Shakila," panggil Michael kemudian setelah mendengar kicauan Rena dan Shakila.


"Iya?" Shakila menoleh.


"Apa Mommy tadi marah padamu?"


"Iya Daddy, apa Daddy mau tahu tadi Mommy mengatakan kalau Mommy Sekar tidak pantas bersanding dengan Daddy, padahal jelas-jelas, Daddy yang tidak pantas bersanding dengan Mommy Sekar, ketampanan Daddy sekarang sudah berkurang 90 persen, huh Shakila tak habis pikir dengan pikiran Mommy Kiara, sepertinya mata Mommy terbalik," ucap Shakila menggebu-gebu.


"Buta Shakila, bukan terbalik." Rena menggelengkan kepala sejenak.


"Oh ya benar, buta Daddy, hihihi," sahut Shakila cekikikan.


Enggan menanggapi, Michael malah mengenggam tangan Sekar seketika. Sekar tersentak, tanpa banyak kata ia menarik tangannya dari tangan Michael. Api kecemburuan masih bergejolak di relung hati Sekar saat ini. Wanita itu belum sama sekali menyadari perasaanya.


Michael terheran-heran, akan sikap Sekar. Padahal dia ingin sekali bersikap romantis pada pacarnya.


"Sekar, atas nama mantan istriku, aku minta maaf tadi jika dia menyakitimu," ucap Michael tiba-tiba.


Sekar melengoskan muka ke jendela dan sama sekali tak mengubris perkataan Michael barusan.


Dahi Michael semakin berkerut kuat.


Ada apa dengannya? Aku salah apa?


Selang beberapa menit, mereka sudah tiba di rumah, Shakila, Rena dan Reni tertidur pulas saat dalam perjalanan. Mau tak mau Michael menggendong Shakila dan Rena, sementara Sekar menggendong Reni.


Setelah membaringkan Shakila dan Rena di kamar, Michael bergegas ke kamar Reni, hendak menemui Sekar.


"Sekar." Michael menyelenong masuk ke dalam kamar, mendapati Sekar tengah menyelimuti Reni.

__ADS_1


Sekar melirik sejenak kemudian membuang muka.


"Sekar, kamu kenapa?" Michael mendekati kemudian menarik tangan Sekar keluar dari kamar.


Sekar hanya diam saja.


"Sekar, jangan seperti ini, kamu kenapa? Katakan padaku, aku salah apa? Aku minta maaf jika aku berbuat salah." Sesampainya di ruang tengah, Michael menghentikan langkah kakinya dan langsung menggengam kedua tangan Sekar sambil memandangnya lekat-lekat.


"Tenanglah, kamu tidak ada salah kok, aku yang salah, sudahlah, aku mau memasak, nanti Rena dan Shakila pasti kelaparan kalau sudah bangun tidur," Sekar berkata sambil menarik tangan dan memutar badannya seketika hendak pergi ke dapur. Tapi Sekar tersentak saat Michael mendekapnya dari belakang tiba-tiba.


Deg, deg, deg.


Detak jantung Sekar berdegup dua kali lipat sekarang.


"Sekar, jangan mendiamkanku seperti ini, aku benar-benar minta maaf," ucap Michael bersungguh-sungguh.


Sekar baru saja tersadar akan sikapnya sedari tadi. Dia pun tak mengerti dengan dirinya sendiri saat ini.


"Sekar, aku mencintaimu, percayalah padaku, hanya kamu dihatiku saat ini." Michael membalik tubuh Sekar lalu mengecup pucuk kepala Sekar.


Pipi Sekar mulai bersemu merah. Tanpa sadar ia menganggukkan kepala, mengatakan dia percaya pada Michael.


"Sudah ya, jangan marah lagi." Michael menangkup kedua pipi Sekar lalu menatapnya lebih dalam. Untuk sesaat Michael dan Sekar saling bersitatap satu sama lain tanpa mengeluarkan suara.


Secara bersamaan pula suara detak jantung berdegup kencang.


Deg, deg, deg.


Tanpa sadar Sekar menutup mata ketika Michael memajukan wajahnya.

__ADS_1


Dan...


Bersambung.


__ADS_2