Ketika Perselingkuhanku Terkuak

Ketika Perselingkuhanku Terkuak
Usai Sudah


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, Andre baru saja selesai mandi. Dia membulatkan matanya saat membaca pesan singkat dari Michael kalau Sekar pecah ketuban dan saat ini telah di bawa ke rumah sakit. Andre tak menyangka, Sekar akan melahirkan hari ini, padahal kemarin dia diberitahu Michael jika HPL Sekar minggu depan.


Secepat kilat ia mengambil kunci mobil. Lalu bergegas pergi ke rumah sakit yang dikatakan Michael barusan. Di dalam mobil, Andre mengurut-urut keningnya saat rasa sakit kembali menderanya. Semakin hari rasa sakit itu kian menyiksanya. Rasa sakit yang tak bisa Andre jabarkan sama sekali. Padahal dia selalu minum obat dengan teratur, Andre pasrah, entah sampai kapan sakit ini menjalar di tubuhnya.


Lima menit kemudian, Andre telah tiba di rumah sakit, terlihat orangtua Michael dan mantan mertuanya Rika, serta Rena, Shakila dan Reni, menunggu di luar.


"Apa sudah lama di sini Bu?" tanya Andre pada Rika.


"Ibu baru saja sampai Ndre," jawab Rika sambil menggendong Reni.


Andre manut-manut saja. "Kemarikan Reni Bu, biar aku saja yang menggendongnya."


Rika mengangguk.


Lalu Andre mengambil alih anak bungsunya itu.


"Yei, Ayah, Rena sebentar lagi punya adik lagi," celetuk Rena seketika sambil meloncat-loncat kegirangan.


Begitupula dengan Shakila. Gadis munggil itu tersenyum lebar, tengah menghadap ke pintu ruangan bersalin Sekar.


Andre mengulas senyum tipis. "Iya Sayang, adiknya Rena tambah banyak, sekarang Rena sama Shakila duduk dulu ya," ucapnya.

__ADS_1


"Hehe, oke Ayah," balas Rena. Kemudian mengajak Shakila untuk duduk di bangku tunggu.


Tiga puluh menit kemudian, Sekar sudah dipindahkan ke ruangan lain. Kebahagiaan menyelimuti orangtua Michael saat melihat cucu laki-lakinya tertidur pulas di samping Sekar sekarang.


"Ya ampun, lucu sekali cucuku, kamu tak apa-apa kan Sekar?" Miranda mendekat dan mengelus pelan kepala sang menantu.


Senyum tipis terukir di wajah Sekar. "Baik Mom, sangat baik, iya lucu, aku kira anakku perempuan tahunya laki-laki," ucapnya sambil terkekeh pelan.


Selama mengandung, Sekar dan Michael memutuskan untuk tidak bertanya jenis kelamin buah hati mereka.


Miranda terkekeh pelan. "Ya, Mommy pikir juga anakmu perempuan, katanya kalau sering mual dan muntah anaknya perempuan kalau tidak mual-mual, anaknya laki-laki, lihatlah wajahnya sangat mirip dengan Michael, pasti kalau sudah besar akan banyak wanita mendekat, kamu akan kewalahan, Dear," sahut Miranda.


Sekar hanya terkekeh pelan, mendengar tanggapan mertuanya.


Miranda menoleh. "Ya ampun, Mommy lupa, ya sudah Mommy keluar sebentar ya," ucapnya lalu mengalihkan pandangan ke arah Michael. "Michael, Mommy keluar dulu, mulai dari sekarang, bantu istrimu mengurus anakmu, masalah perkerjaan tinggalkan dulu, serahkan saja sama Flores, tidak berkerja pun tidak membuat kamu jatuh miskin kan," celoteh Miranda panjang lebar.


Michael hanya menggelengkan pelan kepalanya, mendengar perkataan Mommynya barusan.


Andre pun masuk ke dalam ruangan, melihat Sekar dan bayi munggilnya di atas bed. Dia melangkah perlahan mendekati Michael, yang berdiri tak jauh dari Sekar.


"Selamat Michael, Sekar, aku turut bahagia,"ucapnya sambil menjabat tangan Michael.

__ADS_1


Michael mengulas senyum tipis dan membalas jabatan tangan Andre. "Iya terima kasih Andre, apa kamu minum obat terus, mengapa wajahmu terlihat sangat pucat," tanyanya heran.


Andre termangu sejenak. Dia pun bingung sendiri. "Aku... "


Bruk!


"Andre!" teriak Michael dan Sekar bersamaan.


Belum sempat Andre membalas perkataan Michael. Tubuh dan kakinya terasa lemah dan kepalanya seperti dihantam bongkahan batu besar.


Samar-samar Andre dapat mendengar suara Michael dan Sekar yang panik. Dunianya gelap seketika. Dan semua pasokan udara di paru-parunya seakan menipis.Napasnya pun tiba-tiba tersendat-sendat, tak beraturan.


Akhirnya tubuhku tidak sakit lagi, maafkan aku Sekar...


Andre menghembuskan napas terakhirnya.


...Tamat...


...Cerita Andre sudah selesai ya....


...Maaf, kalau ada salah-salah kata selama author menulis cerita. ...

__ADS_1


...Kalau dikisah nyatanya, sampai sekarang Andre (nama disamarkan) masih berperang dengan penyakitnya. Sementara Sekar (nama disamarkan) tidak menikah lagi. Dia memilih hidup sendiri membesarkan kedua anaknya. ...


...Sampai jumpa di novel lainnya. ...


__ADS_2