
Sekar menarik napas panjang. Michael datang di waktu yang tepat. Berulang kali ia merapalkan doa di benaknya, berterima kasih pada Sang Pencipta karena anaknya dalam keadaan baik-baik saja sekarang.
"Si-apa kamu?" tanya Melani sambil memperhatikan wajah Michael dengan seksama.
Aura yang menguar dari tubuh Michael membuat Melani bergedik ngeri. Untuk sejenak, kedua mata Melani tak berkedip, terpesona dengan ketampanan Michael.
Enggan menyahut, Michael malah mendekati Sekar. "Sekar, kamu nggak apa-apa kan?" tanyanya sambil menyodorkan bayi munggil kepada Sekar.
Rika dan Melani melemparkan pandangan saat diabaikan oleh sosok asing itu barusan.
"Aku baik-baik aja Michael, tapi badanku ini masih sakit." Sekar mengambil alih anaknya dari tangan Michael kemudian mendekap buah hatinya itu.
Michael menatap sendu Sekar. "Ayo, aku bantu." Pria yang memiliki netra berwarna coklat itu memapah Sekar untuk naik ke atas bed. Setelah melihat Sekar berbaring dan memastikan anak Sekar aman. Michael mengalihkan pandangan ke arah Rika dan Melani seketika.
"Kalian akan aku tuntun karena sudah mencoba mencelakai Sekar dan anaknya!" Michael melayangkan tatapan tajam sambil mengambil handphone dari saku celana.
"Cih! Memangnya kamu punya bukti!" seru Rika seketika.
Michael menyeringai tipis. "Tanpa buktipun, kalian akan di penjara."
Mendengar hal, jantung Rika dan Melani berdetak kencang. Apalagi tatapan Michael amat mematikan dan menghunus ke dalam bola mata mereka.
"Nggak usah mengertak kamu! Memangnya kamu siapa ha?!" Sekali lagi Rika membuka suara, memberanikan diri untuk bertanya kembali karena dia sangat penasaran terhadap pria di hadapannya saat ini.
__ADS_1
Tak ada sahutan, Michael malah menekan-nekan ponsel dan menempelkan benda pipih tersebut ke telinga. "Flo, kemarilah, ada perkerjaan untukmu, jangan lupa ambil mainanku di dalam tas," sahutnya sambil menaruh kembali ponsel ke tempat semula. Lalu menatap tajam ke arah Rika dan Melani lagi.
"Ma, sebaiknya kita lari yuk, sepertinya pria ini bukan orang sembarangan, aku takut Ma." Buru-buru, Melani berbisik di telinga Rika.
Rika cemas seketika. "Ya kamu benar, udah yuk."
Belum sempat keduanya membalikan badan. Seorang pria berperawakan tinggi dan besar mencekal tangan mereka dari belakang.
"Argh! Apa-apain ini!" teriak Rika saat tangannya di borgol seketika.
Melani pun berteriak histeris sambil memberontak."Lepaskan kami!"
Sekar sangat terkejut saat melihat kedatangan Flores, yang membawa dua buah borgol di tangannya. Secepat kilat Sekar menutup kedua telinga anaknya agar tak mendengar suara teriakan Rika dan Melani saling bersahut-sahutan saat ini di ruangan.
"Baik, Tuan." Flores membungkuk sedikit kemudian menyeret paksa Rika dan Melani keluar dari ruangan.
Setelah melihat punggung Flores, Rika dan Melani menghilang di pintu, Sekar memanggil Michael.
"Michael, bagaimana bisa Flores memiliki borgol dan bukankah yang boleh menangkap mereka hanyalah polisi?" tanya Sekar penasaran.
Michael berbalik lalu melangkah cepat. "Tak usah kamu pikirkan, Sekar. Yang terpenting sekarang kamu dan bayimu aman, aku tak mau melihat kalian terluka lagi."
Sekar terdiam sejenak. "Apa kamu akan memasukan mereka ke penjara?"
__ADS_1
"Tentu saja, mereka sudah keterlaluan Sekar, bagaimana kalau anakmu terluka tadi. Apa kamu keberatan?"
Sekar menarik napas pelan. "Ya, aku tidak keberatan, tapi rasanya aku seperti orang jahat memenjarakan ibu mertuaku sendiri."
"Sekar, kamu bukanlah orang jahat, mereka lah yang jahat, sudah, jangan kamu pikirkan lagi mereka. Sekarang fokusmu adalah diriku, em maksudku, fokusmu adalah anakmu dan mengugat cerai suami brengsekmu itu." Michael tampak salah tingkah karena hampir saja keceplosan.
Sekar tersenyum tipis. "Iya terima kasih, ngomong-ngomong Andre di mana? Lalu Shakila dan Rena juga di mana?"
"Di suatu tempat, sudah jangan kamu pikirkan Sekar, sekarang kamu tidur, kamu harus banyak beristirahat, badanmu masih sakit kan, Rena dan Shakila ada di luar," kilah Michael sambil menyelimuti Sekar. Dia tak kan mungkin berkata jujur jika Andre sekarang sudah babak belur karena ulahnya tadi. Saat ini Andre sedang diobati lukanya oleh perawat di ruang UGD.
"Hm, baiklah." Sekar melirik sekilas anaknya yang masih tertidur pulas di sampingnya.
Di sisi lain.
Dari dalam jeruji besi, Rika dan Melani berdiri sambil menjerit histeris.
"Argh! Lepaskan aku si4lan! Awas saja kamu, orangtuaku akan membebaskanku dari sini!" teriak Melani dengan melototkan mata ke arah Flores.
"Ahkkkkk! Lepaskan aku! Dasar pria gila! Keluarga menantuku akan menuntut balik kamu dan bosmu itu nanti ha!" teriak Rika tak kalah nyaringnya.
Flores menyeringai tipis lalu berkata,"Kalau bisa."
...****************...
__ADS_1
Maaf ya, updatenya nggak beraturan, masih sibuk sama dunia nyata 🙏