
Sudah seminggu Sekar dan Michael s menjalin kasih. Michael terlihat bahagia meskipun sampai saat ini Sekar masih menjaga jarak dan batasan. Tapi, Michael memakluminya. Dia tidak peduli jika Sekar tak mencintainya sekarang. Namun, Michael yakin suatu saat nanti, Sekar pasti akan membalas perasaannya.
Hubungan mereka seperti pasangan pada umumnya, namun yang membedakan jika mereka makan siang bersama di jam istirahat, Sekar dan Michael pasti membawa anak-anaknya. Alhasil, orang yang melihat mereka beranggapan, keduanya adalah pasangan suami istri.
Saat ini, Sekar dan Michael tengah makan siang di restaurant bersama anak-anaknya.
"Sekar, aku baru saja mendapatkan informasi di mana Melani dan Andre sekarang." Michael meletakkan ponsel ke dalam saku celananya kembali, setelah membaca pesan dari informannya barusan.
Sekar menoleh lalu menaruh mangkuk mini milik Reni ke atas meja. "Benarkah? Di mana mereka?" tanyanya sambil mengelap bibir Reni yang nampak belepotan.
"Iya, di rumah sakit Mawar, sehabis makan siang kita pergi ke sana, bagaimana?" Michael melirik Rena sekilas, terlihat senang saat mendengar nama Ayahnya di sebut barusan.
__ADS_1
Sekar mengangguk cepat. Kemudian mengalihkan pandangan ke arah Rena, yang terlihat antusias mendengarkan obrolan mereka sedari tadi.
Selang beberapa menit, Sekar dan Michael berserta anak-anaknya sudah tiba di rumah sakit, di mana Melani dan Andre katanya di rawat inap.
Setelah mendapatkan informasi di mana ruangan Melani dan Andre dari petugas kesehatan. Mereka bergegas berjalan menuju ruang rawat inap.
"Ayah!" seru Rena saat melihat seseorang yang amat sangat ia rindukan duduk di atas brangkar menghadap keluar jendela.
Andre menundukkan muka seketika saat tanpa sengaja matanya bertemu langsung dengan mata Sekar dan Michael. Dia begitu malu karena kondisi tubuhnya kini semakin kurus dan terlihat memprihatinkan. Beberapa hari lalu, setelah di pukul suami selingkuhannya dulu, Andre tak sadarkan diri kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh orang-orang yang tak sengaja melihat pertikaian mereka. Sesudah siuman Dokter mengatakan virus yang hinggap di tubuhnya semakin menyebar luas dan organ-organ dalamnya terkena dampaknya. Dokter pun memberi nasihat padanya untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan dan bersemangat menjalani pengobatan.
Andre amat sangat menyesal karena nafsunya itu, malah membuatnya menderita sekarang. Sekarang dia sudah pasrah menanti ajal menjemputnya. Untuk sejenak Andre pun memutuskan mengasingkan diri dari orang terdekatnya.
__ADS_1
"Ayah apa tidak kangen sama Rena?" tanya Rena seketika.
Tanpa menatap bola mata Rena, Andre berkata,"Kangen Sayang, maafin Ayah ya."
"Terus kenapa Ayah nggak mau lihat Rena sekarang? Emangnya Rena jelek apa?"
Andre menggeleng kuat tanpa sadar mengangkat wajahnya. "Nggak Sayang, Rena anak Ayah yang paling cantik."
"Yei!" Rena naik ke atas brangkar Andre kemudian memeluk pria itu. Saat merasakan sentuhan yang begitu hangat, Andre tanpa sadar mengulas senyum tipis. Perasaan bersalah pada anaknya merasuki relung hatinya seketika.
"Andre," panggil Sekar kemudian setelah melihat Andre dan Rena melepas pelukan.
__ADS_1
"Sekar, aku minta maaf karena tak bisa menjadi suami dan ayah yang baik. Aku benar-benar menyesal Sekar, karena kebodohan dan hawa nafsuku ini membuat Rena sedih..."lirihnya dengan menitihkan air mata tiba-tiba. Seandainya saja waktu dapat di putar, Andre ingin sekali memperbaiki semuanya dan akan setia hanya pada satu wanita saja yaitu Sekar, wanita yang ia cintai sampai saat ini.