
Michael menyeringai tipis lalu menggeleng pelan.
Dan dalam hitungan detik, Andre mulai bergerak dan mengangkat tangannya ke udara ingin memukul perut Michael. Namun, Michael menangkis serangan dengan sangat cepat lalu menendang ke bagian ulu hati Andre dalam satu kali hentakan.
Andre terjungkal ke belakang sejenak. Dia berusaha bangkit berdiri, akan tetapi, Michael malah menendang punggungnya seketika sebelum ia membalas serangan.
Bugh!
“Argh!” teriak Andre kala Michael mencengkram kedua tangannya sekarang. “Lepaskan aku b4ngsat!”
“Tidak akan, sebelum kamu meminta maaf denganku!”
“Haha! Aku tidak akan mau meminta maaf sama kamu karena kamu berselingkuh dengan istriku ha!” Andre melototkan mata sambil menyemburkan darah ke sembarang arah.
“Ck! Istriku kamu bilang? Lucu sekali, teruslah kamu berasumsi, Andre, padahal kamu sendiri yang terlebih dahulu berselingkuh dari Sekar, maling kok teriak maling, pergi kamu dari sini, sebelum aku mematahkan tanganmu!” seru Michael.
"Aku nggak mau! Aku harus memberimu pelajaran, bajing4n!" teriak Andre tak gentar.
Michael menyeringai tipis. "Oke, sesuai permintaanmu tapi ingat jangan salahkan aku kalau nanti kamu terluka parah," ucapnya kemudian mengendurkan cekalan tangannya.
Detik selanjutnya, suara pukulan bergema di depan rumah sakit. Lantas para pengunjung mengerubungi Andre dan Michael. Sedangkan Rena, Shakila dan Flores menyaksikan dari kejauhan perkelahian tersebut.
__ADS_1
Tak jauh dari mereka berada, di parkiran, Melani dan Rika baru saja turun dari mobil. Setelah tadi mendapat informasi kalau Sekar melahirkan. Secara diam-diam keduanya menyusul Andre.
"Mama yakin di sini rumah sakitnya?" Melani mengedarkan pandangan sejenak dan sedikit heran mengapa malam-malam begini di pekarangan rumah sakit begitu ramai.
"Iya Mama yakin, Mel. Eh ada apaan ya tuh?" Rika amat penasaran.
"Oke, nggak tahu Ma, kayaknya orang lagi berantem deh." Melani menebak sebab dia mendengar bunyi pukulan dan rintihan kesakitan dari seseorang. Samar-samar dia mendengar suara Andre, namun, secepat kilat Melani menepis pikirannya.
Rika manggut-manggut sejenak.
"Udah yuk Ma, kita ke dalam, lihat Sekar, aku penasaran Ma."
"Masuk," ucap Sekar dari dalam setelah mendengar bunyi ketukan dari luar. Sekar mengira yang datang adalah karyawan butiknya.
Tanpa mengeluarkan suara Melani dan Rika masuk ke dalam. Senyum sinis terukir di wajah keduanya saat melihat Sekar hanya seorang diri di kamar saat ini.
Sekar terkejut, melihat kedatangan mereka. "Mau apa kalian ke sini?"
"Hanya ingin melihat-lihat, memangnya tidak boleh?" Rika melipat tangan di dada seraya berjalan pelan mendekati bed Sekar.
Sekar bersikap waspada. Entah mengapa dia tak suka dengan kehadiran mertua dan istri kedua suaminya itu.
__ADS_1
"Aneh saja kalau Mama ke sini, bukannya Mama membenciku?" tanya Sekar sambil duduk dan mengambil bayi munggilnya seketika.
Tak ada sahutan, Rika malah melemparkan pandangan penuh arti ke arah Melani sekarang. Dalam hitungan detik, Rika melangkah cepat mendekati Sekar dan mengambil bayinya.
Rika menjauhi Sekar seketika sambil menggendong bayi munggil yang tertidur pulas itu.
"Ma! Jangan ambil anakku!" sahut Sekar hendak turun dari bed (brangkar). Karena persalinan normal tadi, sekujur tubuh Sekar masih terasa sakit. Dengan susah payah Sekar menuruni bed tersebut sambil menahan nyeri yang menjalar di bawah sana.
"Haha! Rasakan itu, Sekar. Kemarikan bayi itu, Tante." Melani mengambil alih bayi munggil itu, yang mulai terbangun karena mendengar suara teriakan Sekar barusan.
"Kalian mau apain bayiku? Jangan Ma, walau bagaimanapun dia cucumu juga," ucap Sekar sambil berjalan dengan tertatih-tatih sekarang. Perasaan tak nyaman merasuk ke relung hatinya. Apalagi sekarang anaknya mulai menangis tersedu-sedu.
Rika dan Melani menyeringai tipis.
"Oek, oek, oek!!!" Mungkin karena ikatan batin antara ibu dan anak, bayi itu menangis histeris.
"Haha, menurutmu!" Melani langsung mengendurkan pegangannya. Sekar melebarkan mata saat Melani menjatuhkan bayinya tiba-tiba. Namun, di depan pintu seseorang masuk ke dalam dan menangkap bayi Sekar dengan sangat cepat.
"Apa-apaan ini!!!" teriak Michael menggelegar, setelah berhasil menyelamatkan bayi Sekar barusan.
Melani dan Rika amat terkejut dan ketakutan sekarang.
__ADS_1