Ketika Perselingkuhanku Terkuak

Ketika Perselingkuhanku Terkuak
Keadaan Andre Pasca Bercerai


__ADS_3

Author minta maaf ya, nggak rajin updatenya karena sudah dua hari ini demam, benjolan di payud4ra author ternyata masih ada, pas operasi bulan lalu nggak di angkat semuanya sama dokter. Ini pun author harus menghandle novel yang satunya lagi 🙏, sekali lagi author minta maaf ya 😔


...----------------...


Beberapa bulan kemudian, akhirnya Melani dapat menghirup udara segar. Memasuki trimester kedua, perut wanita itu pun nampak membesar. Setelah keluar dari penjara, dia berniat pergi ke rumah Andre. Melani benar-benar geram terhadap sikap suaminya itu. Tiga bulan yang lalu, pria yang masih menjadi suaminya itu mengunjunginya namun hanya sebentar saja. Selama di penjara, Andre jarang sekali menjenguknya.


Kini penampilan Melani berubah drastis, dari yang glamor menjadi biasa-biasa saja. Akibat tak diakui lagi oleh Papanya sendiri, Melani jatuh miskin dan sekarang hanya bisa bergantung pada Andre. Berbekal uang pemberian tahanan yang baik padanya di penjara, dia pergi ke rumah Andre menggunakan taksi.


Sesampainya di sana, Melani mengerutkan dahi, melihat keadaan pekarangan rumah Andre tak terurus dan ditumbuhi rumput-rumput ilalang memanjang. Tak mau ambil pusing ia pun bergegas masuk ke dalam rumah.


"Andre! Biad4b kamu!"


Begitu pintu di buka, Melani menjerit histeris, melihat Andre tengah berbagi peluh bersama seorang wanita di atas sofa. Wanita itu berdiri dengan posisi menungging, sementara Andre berdiri tegap, membelakangi sang wanita.


Keduanya masih memakai pakaian utuh, Andre hanya membuka retsleting-nya, sedangkan pakaian dalam wanita itu diturunkan sebatas lutut.


Andre menoleh sejenak lalu kembali memaju-mundurkan pinggulnya. Pria itu tak mengubris sama sekali kedatangan Melani.

__ADS_1


Melani meradang, dengan napas memburu ia mendekat lalu menjambak rambut wanita itu dan mendorongnya ke lantai.


"Ahk!" Wanita itu mengaduh kesakitan.


"Argh! Dasar binatang!" teriak Melani sambil mengedarkan pandangan di sekitar ruangan, melihat ruangan seperti kapal pecah, terlihat puntung rokok dan botol bir berserakan di lantai.


Untuk sejenak aroma tak sedap menusuk ke indera penciuman Melani. Tapi karena sedang marah, Melani mengabaikannya.


"Melani! Apa-apaan kamu!" Andre melototkan mata sembari menaikan retsletingnya ke atas.


"Kamu yang apa-apaan ha! Aku tengah mengandung anakmu! Tapi kamu malah tidur dengan wanita murahan ini! Kenapa?!" Melani mengepalkan kedua tangannya.


Wanita itu menggangguk cepat lalu merapikan baju dan keluar dari rumah Andre.


"Andre! Cepat jawab aku!" Sedari tadi Melani menunggu Andre menjawab pertanyaannya.


Andre tersenyum sinis. "Kamu bodoh atau apa Mel, kamu sedang di penjara, tentu saja aku harus memuaskan hasratku! Aku ini laki-laki jadi wajar saja kalau aku meminta wanita lain melayaniku," jawabnya dengan enteng.

__ADS_1


Kedua mata Melani berkilat menyala, mendengar jawaban Andre. "Apa kamu nggak bisa menahan diri dulu, Andre! Aku ini istrimu Andre, kenapa kamu tidak memikirkan perasaanku ha! Kenapa?!"


"Nggak! Aku nggak bisa, ah sudahlah, aku mau pergi, kepalaku pusing mendengarkan ocehanmu!" Andre berlalu cepat dari hadapan Melani, yang sekarang menjerit histeris melihat kepergiannya.


"Argh! Kembali kamu Andre!" Melani berusaha mengejar Andre tapi karena dirinya tengah berbadan dua, dia kesusahan berjalan.


Di luar rumah, Andre langsung masuk ke dalam mobil dan menyala kendaraan roda empat miliknya itu. Entah kemana perginya namun yang jelas Andre akan mencari hiburan tersendiri.


Drrt!!


Ponsel di atas dashboard milik Andre bergetar pelan. Dengan cepat ia menyambar benda mini tersebut sambil memperhatikan lalu lalang kendaraan di luar sana.


Kedua mata Andre tiba-tiba membulat saat mendapat informasi alamat Sekar dari teman kantornya.


Setelah bercerai dia kesusahan sekali bertemu Sekar. Mantan istrinya itu benar-benar memberi jarak. Walaupun Sekar tak membatasinya bertemu Rena, tapi tetap saja sampai saat ini Andre tak mengetahui di mana rumah Sekar. Andre ingin sekali bertandang ke rumah mantan istrinya, bermaksud ingin merajut kembali hubungannya. Sebab kalau di butik Sekar selalu sibuk.


Semenjak bercerai dengan Sekar pula, hidup Andre seperti rollercoaster. Walaupun dia tidak kesusahan dan jatuh miskin karena masih berkerja, akan tetapi dia tak memiliki tempat untuk berpulang, bagaimana tidak Mamanya dan istri sirinya di penjara. Membuat Andre semakin tertekan. Meskipun begitu bukannya bertobat, Andre malah menjadi-jadi, dia tetap jajan di luar sana, menyewa para wanita untuk memuaskan hasratnya.

__ADS_1


"Aku harus ke sana sekarang, tunggu aku Sekar," Andre bergumam-gumam sambil memutar stir kemudi karena alamat rumah Sekar berlawanan arah.


__ADS_2