
Baru saja sampai ke rumah Sekar, Andre harus melihat pemandangan yang membuat dadanya bergemuruh kuat. Dia melihat pria yang pernah memukul tempo lalu berada di perkarangan rumah sedang bercengkrama bersama Sekar.
Sekar belum mengetahui kedatangannya, karena masih sibuk berbicara dengan Michael. Secepat kilat ia turun dari mobil dan melangkah cepat' menghampiri mereka.
"Sekar!!" panggil Andre setengah berteriak. Kedua matanya berkilat menyala, menahan amarah yang bergejolak di relung hatinya saat ini.
Lantas perbincangan Sekar dan Michael pun terhenti. Mereka langsung menoleh ke sumber suara.
Sekar begitu terkejut melihat kedatangan Andre. Padahal dia sudah berusaha agar mantan suaminya itu tak mengetahui tempat tinggalnya.
"Apa-apaan kamu, Sekar? Jangan-jangan kamu benaran berselingkuh dengan pria ini ha?! Dasar wanita mur4han!" Andre menatap tajam Sekar dan Michael secara bergantian sambil mengepalkan kedua tangannya.
Sekar melonggo sejenak. Tak mengerti arah pembicaraan Andre, datang-datang malah melontarkan kata-kata kasar.
"Kamu yang apa-apaan? Jangan sembarangan nuduh, Andre. Padahal kamu yang berselingkuh dariku."
"Ck! Alasan!" Andre mengendus lalu mengalihkan pandangan ke arah Michael, yang dari tadi hanya terdiam membisu. "Dan kamu! Pergi dari sini sekarang!" bentaknya seketika.
Michael terkekeh pelan."Apa Hakmu? Kamu lupa status kamu sekarang adalah mantan suami Sekar, lagian ini bukan rumahmu," ucapnya sambil tersenyum sinis.
"Kamu!!!" Andre berdiri tepat di hadapan Michael sembari melayangkan tatapan dingin kepada rivalnya itu.
__ADS_1
"Andre! Stop! Jangan membuat keributan di rumahku, ada urusan apa kamu ke sini? Rena dan Reni di dalam sedang tidur siang." Sekar menarik tangan Andre agar menjauhi Michael.
Mendengar nama kedua anaknya di sebut, angkara murka yang berada di palung hati Andre mereda seketika. "Sekar, aku merindukanmu, bisakah kita kembali seperti dulu lagi," ucapnya dengan tatapan memelas.
Terdengar tawa mengejek dari Michael seketika.
Sekar menghela napas pelan, mendengar perkatan Andre barusan, yang menurutnya tak masuk akal. Mengatakan merindukan dirinya tapi masih saja bermain dengan wanita di luar sana. Sekar tentu saja tahu apa saja yang dilakukan Andre selama pasca bercerai darinya.
Tanpa menyewa detektif, orang asing yang pernah membongkar perselingkuhan Andre dan Pingkan tempo lalu, masih mengirimkan foto-foto kegiatan Andre sampai saat ini. Sekar amat penasaran siapakah orang asing tersebut, jika di ajak bertemu orang asing itu selalu membuat alasan.
"Kenapa kamu tertawa ha!" Andre kembali meradang.
"Haha, aneh saja, kamu mengatakan rindu tapi masih tidur dengan wanita di luar sana, apa kamu tidak gila? Atau memang gila?" Michael menyeringai tipis.
Bugh!
"Awh!" Sekar tersungkur ke bawah.
"Sekar!" Michael terlonjak kaget. Secepat kilat ia memapah Sekar dan menangkup pipinya.
Andre terkejut karena serangannya meleset. "Sa-yang?"
__ADS_1
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Michael sambil menelisik pipi Sekar yang langsung membiru akibat pukulan Andre barusan.
Sekar enggan menanggapi. Dia tengah menahan rasa sakit yang menjalar dipipinya sekarang.
"Pergi kamu!! Atau mau aku jebloskan penjara ha!" murka Michael.
"Nggak mau! Jebloskan saja kalau bisa!" Andre curi-curi pandang pada Sekar, yang sekarang tak mau menengok ke arahnya.
"Memasukan kamu ke penjara adalah hal yang sangat mudah bagiku! Pergi atau kamu mau aku pukul lagi seperti waktu itu!" Sorot mata Michael menghunuskan ke dalam bola mata Andre. Membuat pria itu ketakutan tiba-tiba.
"Ck! Awas saja kamu! Aku akan membuat perhitungan denganmu nanti!" seru Andre, kemudian mengalihkan pandangan ke arah Sekar. "Sayang, aku pulang dulu ya, maafkan aku, aku tak sengaja memukul kamu tadi."
Sekar enggan menanggapi. Wanita itu mengalihkan pandangan ke samping.
Tanpa mengeluarkan satu patah kata lagi, Andre membalikkan badan ke belakang dan melangkah menuju kendaraan roda empat miliknya.
"Andre! Sebaiknya periksakan diri kamu ke rumah sakit!" sahut Michael tiba-tiba.
Langkah kaki Andre pun terhenti, kemudian dia menoleh dengan kening berkerut kuat. "Apa maksudmu?"
"Lihatlah dirimu sekarang, badanmu kurus, siapa tahu saja kamu mengidap suatu penyakit," Michael berkata dengan mimik muka serius. Sebab penampilan dan bentuk tubuh Andre berubah 180 derajat. Sekarang Andre terlihat amat kurus dan di sebagian lehernya nampak bercak-bercak kemerahan seperti ruam kulit.
__ADS_1
Andre tertegun sejenak.
"Cih! Tak usah mengurusiku! Badanku kurus karena aku setres!" Andre melangkah cepat mendekati mobil.