Ketika Perselingkuhanku Terkuak

Ketika Perselingkuhanku Terkuak
Tegas


__ADS_3

Sudah dua bulan Sekar menjadi istri Michael. Dia tak berhenti mengucap syukur, karena memiliki suami seperti Michael.


Suaminya itu tak pernah meninggalkan sholat dan tak lupa mengajaknya beribadah pula. Setiap kali mau tidur, Michael pasti akan bertanya apa yang dilakukan di rumah, lalu jika dia keletihan mengurus anak-anak dan mengurus kerjaannya di butik, Michael tak segan memijit-mijit tubuhnya, ya, walaupun berakhir bermain kuda lumping. Sekar dijadikan ratu di rumah Michael. Berbanding terbalik dengan Andre dulu, yang bagaikan langit dan bumi.


Pagi-pagi sekali, Sekar terpaksa beranjak dari tempat tidur, kala merasa perutnya bergejolak tiba-tiba.


Michael terbangun seketika, melihat sang istri berlarian masuk ke kamar mandi.


"Sayang, kamu kenapa?" Michael mengucek-ucek matanya sejenak. Kemudian bergegas menyusul Sekar ke kamar mandi.


"Hoek, hoek, hoek...." Sekar mengeluarkan isi perutnya ke wastafel.


Melihat keadaan Sekar, Michael mulai cemas. "Sayang, kita ke rumah sakit nanti ya," ucap Michael panik sambil mengurut-urut tengkuk sang istri.


"Nggak usah Sayang, hoek!" Sekar kembali muntah ke wastafel.


Michael mendes4h kasar. "Tuh kan, harus Sayang. Kamu tenang aja ya, hari ini aku libur kok, selesai sarapan kita ke rumah sakit," ucapnya dengan tegas.


Sekar membalas dengan mengangguk lemah. Mau tak mau ia menuruti perkataan suaminya itu.


*


*

__ADS_1


*


Setelah menitipkan Rena, Shakila dan Reni kepada Flores. Sekar dan Michael bergegas pergi ke rumah sakit. Sesampainya di sana, keduanya langsung diarahkan ke ruangan poli umum.


Sekar langsung menyampaikan keluhannya. Namun, bukannya diperiksa dan mendapat jawaban, Dokter malah menyarankan Sekar untuk periksa ke poli kandungan. Tentu saja Sekar dan Michael kebingungan.


"Kenapa ke poli kandungan Dok? Saya kan mual dan–" Sekar tak meneruskan perkataanya saat baru saja teringat jika ia bulan ini belum menstruasi, tanpa bertanya kembali, Sekar mengulas senyum tipis dan berkata," Baiklah Dok, terima kasih, saya akan periksa ke poli kandungan."


"Loh Sayang, kok periksa ke sana?" Michael terheran-heran.


"Sayang kita ikut saja saran dari Dokter, udah yuk kita keluar." Sekar beranjak dari tempat duduk lalu menyambar tangan Michael. "Kami permisi dulu Dok."


Dokter membalas dengan mengangguk pelan.


Setelah selesai memeriksakan ke rumah sakit, keduanya pun pulang ke rumah, hendak menyampaikan kabar gembira tersebut pada keluarga mereka.


"Terima kasih Sayang," ucap Michael sambil mengemudikan mobil dengan pelan.


Sekar tersenyum lebar. "Iya, Sayang kita berhenti sebentar ke supermarket ya, aku mau beli susu."


"Baiklah, sesuai permintaanmu ratuku," balas Michael.


Lima menit kemudian, kendaraan roda empat milik Michael, berhenti di supermarket. Michael pun menyuruh Sekar untuk menunggunya di mobil. Dia yang akan membelikan susu untuk istri tercintanya itu.

__ADS_1


Selagi menunggu Michael, Sekar bermain-main dengan ponsel sejenak. Akan tetapi, karena dilanda rasa bosan, Sekar memutuskan keluar dari mobil. Namun, baru saja menggerakkan kaki, Sekar mendengar suara orang yang tak asing bergema di telinganya.


"Wah, lihat ini, wanita rendahan sepertimu pergi ke supermarket, apa aku tidak salah melihat, tempatmu itu ada di pasar sana! Aku penasaran, mengapa Michael mau menikah dengan wanita sepertimu!" seru Kiara seketika.


Sekar menoleh, kemudian mengangkat satu alis matanya. "Kamu siapa? Apa hakmu mengatur-atur aku? Serangga sepertimu tak akan mengerti caranya bertutur kata baik, apa kamu tidak bosan mengatai aku terus?" ucapnya.


Kiara berdecih lalu melipat tangan di dada. "Cih, kamu itu kan memang pantas dikatai, aku yakin hubunganmu dengan Michael tidak akan bertahan lama, asal kamu tahu ya, Michael nikahin kamu itu cuma untuk jadi pengasuhnya Shakila."


"Jangan sembarangan ngomong kamu!"


Belum juga bibir Sekar bergerak, Michael menyelanya tiba-tiba. Pria itu melangkah cepat, mendekati Sekar dan Kiara.


"Michael, aku tak–"


"Diam!" potong Michael cepat. "Jangan membuat drama lagi, Kiara, aku menikahi Sekar karena aku mencintainya, kalau kamu menyakiti istri dan anak-anakku, aku tidak akan segan-segan menyakiti kamu dan keluargamu, kamu pikir, aku tidak tahu kedatanganmu ke Indonesia untuk apa!" Tempo lalu, Michael sudah mengetahui apa maksud Kiara datang ke Indonesia. Wanita itu ternyata ingin berusaha merebut hatinya kembali. Tapi Michael bukanlah pria bodoh.


Kiara tercenggang. Dia tampak salah tingkah karena rencananya sudah diketahui Michael.


"Pergi kamu dari sini! Atau aku akan berbuat kasar." Michael melototkan mata.


Melihat sikap Michael yang tegas, tanpa sadar Sekar tersenyum tipis.


Kiara tak menjawab. Dia malah menghentak-hentakan kaki sejenak. Dengan muka tertekuk sempurna, Kiara melenggang pergi dari hadapan Sekar dan Michael.

__ADS_1


__ADS_2