Ketika Perselingkuhanku Terkuak

Ketika Perselingkuhanku Terkuak
Tidak Mungkin!


__ADS_3

Lain di hati, lain pula yang terucapkan, entah mengapa saat mendengar perkataan Michael tadi, membuat perasaan Andre semakin gelisah.


Di dalam mobil, sesekali Andre melamun. Baru saja sadar kalau akhir-akhir ini ia tidak ada nafsu makan lalu badannya juga mudah lelah, suka sakit kepala, dan tenggorokannya juga sakit. Tak cukup sampai di situ, kadangkala di tengah malam, ia berkeringat banyak tanpa alasan yang jelas. Akan tetapi, Andre mengganggap hal itu diakibatkan karena ia terlalu banyak pikiran. Namun, sekarang perasaannya tak tenang. Karena tak mau menerka-nerka. Andre memutuskan pergi ke rumah sakit hendak memeriksakan dirinya. Sesampainya di sana, ia langsung diarahkan ke poli umum.


Setelah menyampaikan keluh kesahnya dan dokter melakukan pemeriksaan. Andre duduk di hadapan Dokter.


"Jadi bagaimana Dok? Saya baik-baik saja kan?" Andre sangat tak sabaran mendengar jawaban Dokter.


Sebelum menjawab pertanyaan pasien, pria berkacamata itu menarik napas panjang dan mengulas senyum tipis. "Hm, bagaimana kalau kita lakukan pemeriksaan laboratorium Pak, untuk mengetahui lebih lanjut Bapak sakit apa," ucapnya dengan tenang.


Riak muka Andre berubah drastis seketika. "Kira-kira saya sakit apa Dok? Kenapa harus di cek segala? Tinggal jawab aja kenapa!?" ucap Andre sedikit ketus.


"Maaf Pak, saya tidak bisa langsung mendiagnosa Bapak sakit apa, tenanglah dulu Pak, setelah hasil lab keluar, pasti akan saya beritahu." Dengan tenang sang dokter berusaha memberi pengertian pada Andre.


Andre mendengus lalu terpaksa mengikuti saran dari dokter. Dia pun pergi ke laboratorium untuk di ambil sampel darahnya.

__ADS_1


Tak butuh waktu yang lama, hasil laboratorim telah keluar. Secepat kilat Andre kembali lagi ke ruangan, ingin cepat-cepat mengetahui sebenarnya ia mengidap penyakit apa, sampai-sampai dokter harus memintanya melakukan pemeriksaan darah.


"Apa?! Jangan bercanda Dok! Bagaimana bisa!" teriak Andre saat dokter mengatakan ia mengidap penyakit HIV/AIDS.


"Saya tidak bercanda Pak, dari hasil di sini anda mengidap penyakit ini, apakah sebelumnya Bapak sering bergonta-ganti pasangan?"


Napas Andre semakin tercekat. Tanpa mengeluarkan satu patah katapun ia menganggukkan kepala.


"Tapi Dok, saya pakai ****** kok kalau main sama wanita di luar." Andre ingat betul jika dirinya terkadang menggunakan pengaman saat bermain bersama PSK.


"Tapi saya yakin semuanya aman, Dok." Andre masih berharap dokter tersebut salah membaca hasil tes.


"Penyakit ini biasanya mengendap di tubuh, sekitar 5 sampai 15 tahun lamanya, bisa jadi anda lupa, dulu pernah berhubungan tanpa menggunakan pengaman, gejala penyakit ini tidak langsung bisa diketahui, tapi setelah 5 atau tahun berikutnya, tanda-tanda awal akan muncul, nah anda baru memasuki tanda awal, yang di mana kepalanya anda sering pusing lebih dari dua minggu, tidak ada nafsu makan dan lain-lainnya."


"Lalu apa yang harus saya lakukan sekarang Dok? Apa penyakit ini bisa sembuh?" tanya Andre panik.

__ADS_1


"Untuk saat ini hindari penyebabnya, saya akan meresepkan obat ARV untuk mengendalikan infeksi virus." Sang dokter mulai mencatat resep di kertas."Minumlah dengan teratur, jangan sampai putus, bulan depan kembalilah ke sini," ucapnya sambil menyodorkan resep dan hasil laboratorium kepada Andre.


Ket : ARV - Antiretroviral


Andre terpaku. Dunianya seakan berhenti berputar seketika. Sebab dokter tak mengatakan secara gamblang, apa dia akan sembuh atau tidak. Dengan langkah lunglai ia keluar dari ruangan sambil membawa secarik kertas dan hasil pemeriksaannya tadi.


Sementara itu di sisi lain.


Michael memapah Sekar untuk masuk ke rumah hendak mengobati lebam yang terdapat di pipi Sekar sekarang.


"Kemari kan Sekar, aku akan membantumu." Michael mengambil alih salep dari tangan Sekar.


Sekar hanya diam saja sambil menatap Michael di hadapannya tengah sibuk mengoles salep di pipinya.


Deg.

__ADS_1


Sekar membeku saat pandangannya bertemu dengan Michael. Untuk sesaat keduanya saling bersitatap satu sama lain.


__ADS_2