Kidung Bumi Wengker

Kidung Bumi Wengker
Duta Sima Seta


__ADS_3

"Baik Sedulurku, Satriya Menggala. Ini informasi yang menarik. Sebab, saya baru tahu. Lantas kenapa Lowo Abang itu hilangnya?" tanya Raja Sima Seta.


"Mohon Ampun, Paduka Raja Sima Seta. Para pasukan telik sandi, tidak paham kemana hilangnya Lowo Abang. Namun, Sekar Wangi dan Ki Paneluh menduga Lowo Abang di culik oleh golongan putih yang berilmu tinggi. Dugaan mereka di kuatkan karena keduanya hanya mampu memandang asap putih saat menerawang penculik Lowo Abang. Kini Sekar Wangi dan Ki Paneluh berkehendak menuju pada Nyai Selasih untuk melacak perginya penculik Lowo Abang," terang Satriya Menggala.


"Terima kasih, Sedulurku. Saya sudah mengerti tujuan mereka. Tentu Sekar Wangi akan melacak penculiknya dengan Gentong Wasesa dari Nyai Selasih," ujar Raja Sima Seta.


"Mungkin demikian Paduka. Lantas apakah Genting Wasesa juga akan mampu menembus penculik tersebut?" tanya Satriya Menggala


"Saya juga kurang mengerti. Tapi alangkah baiknya kita menjaga diri. Dan sebaiknya kau bersiap diri untuk menuju Istana Kesambi. Semoga Raja Sima Kesambi, bisa menerima dengan bijak keterangan kita, juga pengabdian kita pada Raja Sima Semesta," ujar Raja Sima Seta.


Satriya Menggala menyembah hormat pada Raja Sima Seta. Kemudian dirinya mohon pamit undur diri dari hadapannya.


Satriya Menggala adalah pimpinan Prajurit Harimau Putih Siluman. Kemampuan Satriya Menggala dalam menyusun strategi perang dalam menaklukkan musuh telah berkali kali teruji. Ilmu Kanuragan juga ada di atas dari para prajurit lain


Satriya Menggala kini berada pada ruangan kamarnya. Ia mempersiapkan diri untuk berangkat menuju Kerajaan Kesambi. Ia memeriksa pusaka yang akan di bawanya. Juga Tongkat Sakti berwarna putih yang dijadikan simbul kepemimpinan bahwa dirinya adalah Senopati dari Kerajaan harimau Siluman.


Sebagai Senopati, maka dirinya adalah pemimpin para prajurit. Dia juga penjaga nama besar dan keharuman dari Negara serta kewibawaan Rajanya. Dia sebagai pemutus seluruh kebijakan saat negara menghadapi musuh dan menumpas kejahatan yang mengganggu kestabilan dari Kerajaan dan sistemnya.


Kemampuan Kerajaan Harimau Putih, meliputi tata aturan pemerintahan kenegaraan tak ubahnya dengan kerajaan yang ada pada manusia. Maka siluman harimau putih yang di percaya para siluman harimau untuk mengawal dan menjaga keberadaan Raja Sima Semesta.


*****

__ADS_1


Hutan di bawah Kaki Gunung Wilis memang amat banyak yang masih lebat. Sederetan hutan, tentu banyak memiliki gunung atau lembah. Setiap Lembah memilik Penjaga atau penguasa dari bangsa lelembut atau bangsa siluman.


Bangsa Siluman di Kaki Gunung Wilis ini memiliki dua sifat. Ada yang jahat dan ada yang baik. Yang jahat akan berteman dengan golongan manusia yang jahat. Mereka akan di perintah oleh bangsa manusia menjadi begundalnya yang di perintah untuk membunuh dan berbuat jahat.


Bangsa siluman tersebut, gemar berada pada gunung dengan hutan lebat. Pada hutan lebat itu memang cuacanya gelap. Matahari yang bersinar tidak akan mampu menembus hutan yang lebat. Di lokasi semacam itulah bangsa bangsa siluman itu membangun istananya dan kerajaan dengan nyaman.


Hutan Kesambi yang lebat karena di situ adanya pohon - pohon Kesambi yang besar dengan suasana matahari yang sinarnya tidak menerobos pada wilayah hutan tersebut. Maka malam adalah hari siang di mana makhluk-makhluk itu menciptakan ruang ruang kerja dengan posisi semakin itu.


Raja Sima Kesambi saat itu duduk pada kursi di Balairung istananya. Para abdi kerajaan yang dipercaya sama menghadap, karena akan datangnya utusan dari Sima Seta.


Tak lama kemudian yang ditunggu telah tiba. Dia adalah jelmaan harimau putih dengan wajahnya yang cemerlang berpakaian serba putih.


"Satriya Menggala, apa kabar, Saudaraku?" Raja Sima Kesambi menyambut kedatangan Satriya Menggala dari Kerajaan harimau siluman putih tersebut.


"Bagaimana keadaan Raja Sima Seta, Wahai Sedulurku Satriya Menggala?" tanya Raja Sima Kesambi.


"Duhai Paduka Raja Sima Kesambi. Hamba datang menghadap pada Paduka, atas titah dari Raja Sima Seta, untuk menyampaikan salam hormatnya. Sebab Paduka Raja tidak bisa datang langsung kepada Paduka Raja, karena banyaknya tugas Kerajaan pada bangsa kami," terang Satriya Menggala.


"Demikian titah Rajamu aku terima, wahai Saudaraku yang Terhormat. Nanti bila telah sampai di Kerajaanmu sampaikan juga salam hormat dariku dan salam hormat dari Rakyat Sima Kesambi," ujar Raja Sima Kesambi.


"Titah Paduka akan kami sampaikan pada Raja Kami," ujar Satriya Menggala.

__ADS_1


"Lantas apa yang disampaikan pada saya, dari Raja Sima Seta?" tanya Raja Sima Kesambi.


Satriya Menggala, menyembah dengan hormat.


"Selain menyampaikan salam hormat dari Pasukan Raja Sima Kesambi, saya diutus juga untuk menyampaikan, bahwa Raja Sima Semesta telah bertemu dengan Satriya Pinandita yakni Paduka Raja Semesta Bahkan terkait dengan keberadaan Raja Sima Semesta kami telah membentuk Pasukan tersendiri untuk mengawal dan menjaga kewibawaan dari Paduka Raja Sima Semesta," terang Satriya Menggala.


"Hahahaha, terima kasih, memang sejak dulu Raja Sima Seta dalat dipercaya. Dan memang tugas dari para Sima Seta yang mengawal dan menjaga kewibawaan dari Satriya Pinandita," ujar Raja Sima Kesambi gembira.


"Sedang terkait dengan penjagaan darma pada negara, kami telah membangun pasukan telik sandi dan juga para prajurit membentengi negara. Bahkan para prajurit dari Sima Seta kemarin telah menggagalkan upaya komplotan Sekar Wangi untuk membuat onar di kampung Gajahan," terang Satriya Menggala.


Raja Sima Kesambi tertawa terbahak bahak. Dia merasakan gembira atas keberhasilan para prajurit di bawah kepemimpinan Satriya Menggala.


"Sedulurku, Satriya Menggala. Apakah sampai saat ini pasukan Sima Seta tetap membangun penjagaan agar komplotan Sekar Wangi tidak bisa bergerak merusak pada bangsa manusia di bawah Kerajaan Mataram?" tanya Raja Sima Kesambi.


"Pada intinya Pasukan dari Sima Seta, membentengi kewibawaan Mataram. Jadi kami tetap berupaya agar komplotan dari Sekar Wangi tidak berbuat onar pada rakyat yang tak berdosa?" ujar Satriya Menggala


Perjumpaan dua Kerajaan Siluman Harimau itu berlangsung dengan baik. Raja Sima Kesambi menyambut gembira dan menjamu tamunya dengan luar biasa. Setelah jamuan jamuan di berikan sebagai bentuk penghormatan, maka Satriya Menggala pamit untuk kembali menghadap pada Raja Sima Seta.


Para pasukan Siluman Harimau Kesambi menghantarkan Satriya Menggala hingga pada batas istana Kerajaan. Mereka memandang Senopati siluman harimau putih itu hingga bayangannya tak nampak lagi.


*****

__ADS_1


Satriya Menggala berjalan dengan cepat melintasi hutan, lembah dan ngarai yang ada pada wilayah Kesambi. Ia lalu mengambil jalan pintas agar cepat sampai pada Kerajaan Sima Seta dan akan menyampaikan berbagai hal yang didapatkan selama menjadi utusan di Kerajaan Sima Kesambi. Memang banyak pesan pesan rahasia yang hanya wajib di beritahukan pada Raja Sima Seta. Terlebih keberadaan dan identitas dari Satriya Pinandita.


Bersambung


__ADS_2