Kidung Bumi Wengker

Kidung Bumi Wengker
Panglima Sekar Wangi


__ADS_3

Ki Ageng Ngijo melihat. keadaan Sekar Wangi yang memang telah terkunci tenaga dalamnya. Pun begitu yang di alami oleh Ki Paneluh.


"Paneluh, apakah kau tahu keberadaan Lowo Abang?" tanya Ki Ageng Ngijo.


Ki Paneluh kemudian mrenceritakan tentang awal perkelahian. Hingga mereka masih mampu menggunakan ajian Sepi Angin dan mengobati luka masing masing dengan sumber energi alam. Tak luput ia ceritakan tentang Lowo Abang yang di bawa lari seseorang yang tidak mereka kenal dan tak di ketahui jejaknya.


"Keparat, bangsat! Ini adalah tongkat seta dari Satriya Menggala yang merupakan panglima dari Siluman Macan Putih," kata Ki Ageng Ngijo.


"Benar Ki Ageng. Saya merasakan yang demikian. Tapi yang saya heran kenapa kok terkuncinya tenaga dalam berangsur angsur," ujar Ki Paneluh.


"Memang demikian. Dan mereka tak boleh bangga. Sebab Ki Ageng Ngijo akan mampu memulihkannya, hahahahaha," kata Ki Ageng Ngijo dengan tertawa terbahak bahak.


"Untung saya bisa ketemu Ki Ageng. Sehingga saya bisa mendapatkan langkah bahwa semua akan pulih seperti sedia kala," ujar Ki Paneluh.


"Begitu Ki Paneluh, saya memastikan semua akan bisa kembali seperti semula," ujar Ki Ageng Ngijo.


Memang Ki Ageng Ngijo adalah siluman yang sangat terkenal. Ia berkali kali mampu mengalahkan kekuatan para Pendekar Siluman lainnya. Bahkan para Pendekar Sepuh yang lumayan cukup terkenal, di rimba persilatan.


"Kalau hanya memulihkan tenaga dalam kalian hanya membutuhkan waktu singkat," ujar Ki Ageng Ngijo.


Ki Ageng Ngijo menyuruh Ki Paneluh untuk mendekat padanya. Kemudian ia menyuruh Ki Paneluh duduk bersila, menghadap pada sebuah batu. Batu itulah yang di sebut dengan batu Hitam atau Watu Item. Watu itu merupakan batu yang dianggap keramat oleh para siluman. Sebab merupakan sebuah kerajaan hitam, yang berasal dari para siluman di Gunung Ngijo.


Dengan munculnya kerajaan Mataram, maka Kerajaan Hitam dari para siluman merasa tertandingi. Dengan begitu mereka selalu mencari jalan untuk merobohkan Kerajaan Mataram yang merupakan Kerajaan bangunan dari Manusia.


"Konsentrasi dan bersemadilah Ki Paneluh. Raja Ngijo akan memberikan kekuatan padamu dan memulihkan tenagamu," perintah Ki Ageng Ngijo.

__ADS_1


Yang di sebut Raja Ngijo adalah seorang siluman yang sangat di segani. Raja Ngijo inilah yang merajai bangsa siluman di bukit Ngijo ini. Sedangkan Kesaktian dan pusaka yang di miliki Raja Ngijo, selalu bertambah karena kemampuan dalam mengolah kekuatannya.


Raja Ngijo inilah yang menjadi sembahan para siluman. Karena pasukan Raja Ngijo banyak siluman-siluman sakti. Ada Banas Pati, Kemamang dan berbagai pusaka pusaka siluman lain.


Getaran hawa dingin menjalar pada tubuh Ki Paneluh. Hawa dingin menjalar itu terus merata hingga menyeluruh sehingga menciptakan getaran getaran menyeluruh pada raga Ki Paneluh.


"Paneluh, rasakan aliran hawa dingin jangan kau lawan. Kekuatanmu akan semakin bertambah, bukan hanya seperti yang kau miliki kemarin. Tenaga dalammu justru akan menaik menjadi yang lebih kuat," ujar Ki Ageng Ngijo.


Ki Paneluh terus mengikuti intruksi-intruksi yang diberikan oleh Ki Ageng Ngijo. Sepenuhnya tak ada aliran hawa dingin di tolak. Setelah di rasa cukup Ki Ageng Ngijo, siluman tua dari Gunung Ngijo itu menyuruh Ki Paneluh untuk bangkit.


"Bagaimana yang kamu rasakan, Paneluh?" tanya Ki Ageng Ngijo setelah Ki Paneluh bangkit dari semadinya.


"Terasa kuat dan bertambah energi saya Ki Ageng," terang Ki Paneluh.


"Kalau begitu, ambil dan bawa Sekar Wangi kesini!" perintah Ki Ageng Ngijo.


Sekar Wangi masih berbaring dalam balai bambu yang ada seperti semula. Di atas sebuah dipan bambu yang ada di balai tersebut, ia nampak lelah. Yang ada hanya nafas dan nadinya masih bergerak sebagai pertanda bahwa dia masih hidup.


"Sekar Wangi, ayo ikut aku!" kata Ki Paneluh sambil memegang tubuh Sekar Wangi, secepat kilat mereka menghilang dan pergi dari lokasi tersebut.


Sekar Wangi memang merupakan pemuja dari Raja Ngijo. Dia yang sengaja di jadikan peluru oleh Raja Siluman Ngijo untuk menghancurkan Mataram. Atas saran dari Ki Ageng Ngijo maka Sekar Wangi harus membuat Pesanggrahan di Gunung Ngijo. Gunung yang dijadikan markas pertemuan rahasia dari kelompoknya.


Dengan demikian bila ada apa apa yang menimpa dirinya dan para pengikutnya seperti yang terjadi saat ini maka para siluman dari Gunung Ngijo akan mampu menolongnya dengan cepat. Seperti yang terjadi pada saat ini.


Setelah sampai pada hadapan Ki Ageng Ngijo, Sekar Wangi di baringkan pada batu yang panjang persegi tidak jauh dari lokasi di mana batu hitam yang merupakan batu keramat bagi Gunung Ngijo, terutama para pengikut siluman Ngijo.

__ADS_1


Sekar Wangi merasakan hawa dingin telah menjalar pada tubuhnya. Hawa dingin tersebut merupakan kesaktian dari siluman Gunung Ngijo yang di salurkan padanya. Perlahan lahan, Sekar Wangi bisa menggerakkan jari jari tangannya, kemudian lengan siku dan badannya secara reflek bergerak tak karuan.


Setelah hawa dingin memenuhi tubuh dari Sekar Wangi, tanpa di komando Sekar Wangi bangkit dan duduk pada batu panjang. Ia telah duduk dengan pola Samadi.


"Lukamu agak parah, Sekar Wangi. Maka, tahanlah sedikit," ujar Ki Ageng Ngijo.


Sekar Wangi menganggukkan kepalanya tanpa ragu.


Sekar Wangi kembali membangun pola duduk Samadi. Ia merasakan getaran hawa yang dingin, seolah menusuk pada dalam pinggang kiri. Dirinya merasakan ada kekuatan lain yang datang untuk memberikan pengobatan pada dirinya. Pengobatan yang merasuk sehingga memulihkan segala energi yang terkunci pada diri dari Sekar Wangi.


Getaran hawa dingin kemudian menyebar menjalar hingga kepala dan ujung kakinya. Setelah merasa segar, tanpa komando dari Ki Ageng Ngijo dia bersalto di atas batu tersebut.


"Terima kasih Ki Ageng Ngijo. Semua kekuatanku telah kembali," ujar Sekar Wangi


"Terima kasih pada Raja Ngijo. Raja Hitam Rajanya kegelapan," lanjut Sekar Wangi.


Ki Ageng Ngijo kemudian memerintahkan pada Sekar Wangi untuk tetap berdiri di atas batu tersebut. Tangan Ki Ageng Ngijo menepuk pada batu Hitam Keramat, tanpa di duga keluarlah sebuah Pedang.


"Sekar Wangi, ini adalah Pedang Siluman Lembah Ngijo. Hanya Panglima Perang yang berhak membawa Pedang ini. Maka aku percayakan Pedang ini padamu," ujar Ki Ageng Ngijo.


Sekar Wangi kemudian menerima Pedang dari Ki Ageng Ngijo. Pedang yang panjang dengan sarung bersimbul gunung dan tengkorak menjadi bukti bahwa dirinya adalah seorang yang penting dari Kerajaan Siluman Gunung Ngijo.


"Sekar Wangi, Raja Gunung Ngijo, Penguasa kegelapan telah memperbolehkan kau membawa pusaka tersebut. Ini sebagai Pertanda bahwa kau berkuasa atas prajurit siluman di Gunung Ngijo. Dan kau adalah Panglima dari para Prajurit di Gunung Ngijo. Panglima Sekar Wangi," terang Ki Ageng Ngijo.


Sekar Wangi mengangguk bangga.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2