
Singa singa yang dengan tatapan garang menubruk keduanya. Lowo Abang melompat cepat, kaki kanannya menendang kepala dari salah satu hewan buas itu.
"Dug.... Duk......Dias...."
Tendangan kaki kanan dari Lowo Abang bisa membuat seekor singa terpental jauh lebih tiga tombak.
Dengan cekatan Lowo Abang kembali memasang kuda kuda. Dia menanti kedatangan dari singa singa untuk menyerangnya. Kini kembali Singa buas itu siap menyergap dari Lowo Abang. Dengan serangan bersama Singa meloncat tinggi mengarah badan Lowo Abang.
Kuku tangannya yang tajam dengan tarung taringnya yang tajam siap merobek Lowo Abang. Tapi Lowo Abang telah siap menghadapi serangan tersebut. Tangan kanannya mengambil dahan dari pohon yang ada di sampingnya. Dahan yang secepat kilat ada pada pegangan tangan kanannya ia gunakan untuk memukul kepala senga, secara bergantian. Lantas kaki kanannya dengan tendangan memutar bisa mengenai pinggang dan lambung singa singa itu.
'Dug ..."
'Dug..."
"Brug..."
Tiga singa itu terlempar jauh mendapat pukulan dari Lowo Abang. Namun keanehan terjadi, saat singa itu jatuh ke tanah timbul asap hitam sebelum mereka menghilang. Lowo Abang nampak keheranan akan kejadian itu.
Melihat muridnya keheranan akan kejadian itu, Eyang Aji Jayeng Arum berkata," Kenapa kau nampak bingung melihat kejadian itu, Lowo Abang?" tanyanya.
__ADS_1
"Kenapa bangkai singa singa tersebut hilang dengan menimbulkan asap hitam, Aki Guru?" tanya Lowo Abang.
Eyang Aji Jayeng Arum tertawa lebar.
"Kau harus tahu, Lowo Abang, bahwa singa singa itu bukan hewan biasa. Dia adalah peliharaan dari salah satu Raja Siluman yang ada di daerah Ngijo. Maka, dia bisa muncul dengan cepat dan bisa menghilang dengan cepat pula," ujar Eyang Aji Jayeng Arum.
"Raja Siluman Ngijo?" tanya Lowo Abang keheranan. "Apa hubungannya dengan siluman Ki Ageng Ngijo, Aki Guru?" tanya Lowo Abang.
"Siluman Ngijo di rajai oleh Raja Siluman yang bergelar Sang Agung Raja Ngijo. Dia merupakan cucu dari Siluman Ki Ageng Ngijo. Sebetulnya kesaktian yang di miliki oleh para pemuja kegelapan, Sang Agung Ngijo semua adalah bersumber dari energi yang telah di godok ratusan tahun oleh Ki Ageng Ngijo dan para leluhurnya. Semua berada pada batu item yang mengkilat," ujar Eyang Aji Jayeng Arum.
"Jadi yang aku dapat ilmu selama ini bersumber dari batu tersebut?" tanya Lowo Abang.
"Saya baru tahu. Pantas saat ilmu siluman di salurkan pada saya, saya harus bersemedi di hadapan batu persembahan itu," terang Lowo Abang.
Eyang Aji Jayeng Arum menatap Lowo Abang. Wajahnya terlihat ingin memberi keterangan pada Lowo Abang. Namun ia segera mengurungkan niatnya. Karena dia berpikir panjang, bahwa keterangan rahasia yang ada di Gunung Ngijo belum saatnya ia bongkar.
Maka Eyang Aji Jayeng Arum kemudian mengajak Lowo Abang untuk segera meninggalkan tempat tersebut menuju pada Pesanggrahan yang ada di tengah hutan miliknya.
"Sambil melatih ajian meringankan tubuhmu, Ayo kita keluarkan Sepi Angin," ajak Eyang Aji Jayeng Arum.
__ADS_1
Keduanya lalu konsentrasi dengan secepat kilat ia mengeluarkan Aji Sepi Angin. Ajian Sepi Angin merupakan ajian kuno yang membuat orang menjadi ringan dan secepat kilat sampai pada lokasi.
*****
Sementara di tempat lain, Mbah Suro dan Sulasna juga Pendekar Jubah Biru sedang duduk di balai balai yang ada di gubuknya. Di tengah obrolan ringan Mbah Suro teringat bahwa, beberapa hari lagi merupakan malam purnama. Yang mana dirinya mengemban amanah dari Guru Warok Tinggal yakni punjer ilmu Warok yang masih hidup, Eyang Aji Jayeng Arum.
Mbah Suro ditugaskan untuk mendidik dan mengasuh Satriya Pinandita..Dan pada Purnama ini harus menghantar Satriya Pinandita pada Guru Tunggal ilmu Warok atau punjer ilmu Warok.
"Sulasna, saya rasa ilmunyang kaunpelajari dariku sudah cukup. Terlebih dirimu sudah lebih dari satu tahun bersamaku untuk mempelajari ilmu anggah ungguh dan tata Warok," ujar Mbah Suro.
"Inggih, Eyang," ujar Sulasna.
"Maka di Purnama ini, kau harus menuju pada Eyang Guru Tunggal Punjere Warok. Apa kamu telah siap?" tanya Mbah Suro
"Kami telah siap Eyang," jawab Sulasna.
****
Bersambung.....
__ADS_1