
Sudah seminggu Kirana sadar dari komanya. Hari ini dia sudah diperbolehkan pulang. Karina, Ray dan Feli datang untuk menjemputnya.
Di kediaman Adam suasana selalu sunyi. Biasanya setiap pagi akan ada kegaduhan di dapur, Kirana selalu memasak setiap pagi. Sekarang semua sudah berbeda, tak ada lagi kopi panas untuknya, tak ada lagi bau masakan, tak ada lagi suara berisik Kirana yang mengomelinya jika tidak segera mandi. Istrinya yang sekarang sangat manja, dia tidak mau melakukan pekerjaan rumah tangga sama sekali. Membuatkan kopi saja dia tidak mau. Adam sungguh menyesal telah mengikuti kemauan mamanya, dia mementingkan egonya saja. Sekarang dia benar-benar kehilangan Kirana.
'Apa benar kamu berselingkuh ki.. rasanya sangat sulit untuk mempercayai semua itu.. apalagi dengan kakak sepupuku sendiri.. hatiku asih sakit ki..' Lirih Adam.
"Mas kamu sudah mau berangkat?" Tanya Lidia mengagetkan Adam yang tenggelam dalam lamunannya.
"Hem" Jawab Adam cuek.
Adam pun segera meninggalkan rumah untuk berangkat ke kantornya.
'Aku sudah membuat Kirana pergi dari sini mas.. tapi kenapa kamu masih belum bisa membuka hatimu untukku? aku harus bagaimana lagi? hampir 2 bulan kita menikah tapi kamu tetap dingin kepadaku' batin Lidia kesal.
PARIS
tut..tut..tut
Sudah kesekian kali dalam seminggu ini Al menghubungi Karina, namun tak pernah di respon. Pesan Whatsapp pun tak pernah di buka.
__ADS_1
'Kenapa kamu yank kok tiba-tiba gak mau aku hubungi? aku punya salah apa?' batin Al merasa aneh dengan perubahan Karina.
Tiba-tiba ada telvon masuk
drrtt..drrttt..drrtttt
Kirana is calling..
"**Halo assalamualaikum kak" Salam dari Kirana.
"Waalaikumsalam dek.." Jawab Al.
"Kesini? mau liburan kah? sama kak Karin juga?" Tanya Al antusias.
"Enggak, aku sendiri. Aku rindu kakak.. sama ada yang mau omongin sama kakak" Ucap Kirana sendu.
"Hei kenapa sayang.. cerita sekarang aja ya?" Kata Al penasaran.
"Tapi aku maunya langsung ketemu kakak, jangan bilang kak Karin ya kalo aku liburannya ke tempat kakak." Ucap Kirana membuat Al semakin penasaran.
__ADS_1
"Baiklah.. kakak tunggu kamu.. lusa kakak akan jemput kamu di bandara." Kata Al pasrah.
"Terima kasih kakakku yang paling ganteng, jadi tambah sayang akunya.. buruan dong kakakku dihalalin biar gak jauh-jauh terus.." Ucap Kirana manja kepada Al**.
Kirana memang sangat manja kepada Al, karena menurutnya Al adalah sosok lelaki yang bisa menjadi ayah dan kakak baginya. Al bisa melindungi Kirana.
"**Halahh gomballl.. pasti ada maunya tuhh" Ejek Al pada Kirana.
"Nanti disana ajak Kira jalan-jalan ya kak?" Pinta Kirana manja
"Lah kan ada maunya.. tapi kamu disini berapa lama dek? soalnya kakak cuma tinggal 3 minggu disini, h-7 pernikahan Citra kakak pulang dan menetap disana dek." Jelas Al.
"Yaudah aku 3 minggu juga disana.. Nanti pulangnya bareng sama kakak" Kata Kirana.
"Iya dehh.. apa sihh yang enggak buat adik kakak ini.. dek udah dulu ya kakak mau tidur dulu ngantuk.. Assalamuakaikum" Pamit Al kepada Kirana.
"Waalaikumsalam" Sahut Kirana**.
'Bismillah aku bisa kuat, aku akan mencoba melupakan semuanya.. aku harus kuat demi kak Karin. Setelah kembali nanti aku harus lebih kuat lagi.' batin Kirana mulai bersemangat menata hidupnya kedepan.
__ADS_1