KIRANA & KARINA

KIRANA & KARINA
Part 27


__ADS_3

Semua orang terharu menyaksikan keluarga itu. Mereka tidak menyangka Karina yang terlihat baik-baik saja begitu menyimpan luka yang teramat dalam. Al yang melihat itu juga merasa hatinya nyeri, melihat gadis yang dia cintai menangis pilu.


"Kira.." Panggil Al pelan membuat Kirana memandang ke arahnya.


"Kak Al.. terima kasih sudah menjadi pengganti Papa selama ini, jangan menjauh dari Kira ya Kak.." Kirana menghampiri Al dan memeluknya sebagai seorang kakak.


"Kakak tidak pernah menjauh, Kakak lagi ada kerjaan diluar kota" Ujar Al mengelus rambut Kirana lembut.


Semua orang menatap interaksi kedua orang tersebut, mereka mengira Kirana dan Al memiliki perasaan. Karina yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecut, pasalnya adiknya terlihat sangat serasi dengan Al, orang yang masih dia cintai sampai sekarang. Keadaan membuat dia harus melepaskan Al.


Tiba-tiba hp Karina bergetar


drrtt..drrttt.. pesan masuk dari seseorang yang sangat dibenci Karina.


"Lanjutkan perasaanmu!! Akan aku buat karirmu hancur!! Keluargamu pun akan kecewa denganmu!!"


Isi pesan tersebut membuat Karina kembali lemah, lagi-lagi dia harus mengalah. Dia mengalah karena tidak ingin orang itu menghancurkan karirnya serta membuat kecewa keluarganya yang baru saja menyatu.


"Ini alasanku minta pindah kesini, tapi kenapa dia masih terus mengejarku" batin Karina frustasi.


"Hei, Kak Karin.." Kirana memanggil Karina tapi tidak ada respon, akhirnya dia menepuk pundak Karina.


"Eh, i..iya kenapa Dek?" Tanya Karina gelagapan.


"Kak Karin melamun ya? sampai aku panggil berkali-kali gak nyahut" Ujar Kirana mengerucutkan bibirnya.


"Enggak kok, lagi mikirin kerjaan aja" Bohong Karina.


"Yaudah yukk kita pulang, Mama sama Papa sudah pulang duluan." Ajak Kirana penuh semangat..


"Iya ayo" Jawsb Karina tersenyum.


"Semuanya kami pamit dulu ya.." Pamit mereka berdua bersamaan.


"Kirana, Kak Karin jangan lupa besok datang ya di acara pisahanku" Ujar Citra sebelum kakak beradik itu pergi.


"Emang kamu mau kemana?" Tanya Kirana kaget.


"Mau bulan madu lahh.." Jawab Citra nyengir kuda.


"Mau berangkat bulan madu aja pakek dirayain pesta" Cebik Kirana membuat Citra tertawa.


"Hahahaha, ini beda Kira.. ini acaranya anak muda, semacam reuni lah" Jelas Citra pada Kirana.


"Kita bakal datang" Jawab Karina cepat. Setelah itu Karina langsung menarik tangan adiknya untuk segera pergi dari sana.


Karina dari tadi ingin sekali pergi dari sana, dia tidak kuat melihat Al. Lelaki yang 3 tahun ini selalu bersamanya, melindunginya. Ada saat dimana Al akan tahu mengapa dia lebih memilih berpisah meskipun dia sangat mencintai Al.


...******************...


Hari ini adalah hari dimana pesta yang dibilang Citra kemarin. Seperti yang dikatakan Citra kemarin, ini adalah pesta untuk para anak muda. Al, Adam dan Lidia juga berada disana. Citra melihat jam terus, dia sedang menunggu kedatangan Kirana dan Karina.


tak..takk..takk.. suara heels bertemu lantai menggema diruang yang mulai hening karena acara akan segera dimulai. Terlihat Kirana dan Karina berjalan beriringan dengan gaun yang sama bak sepasang wanita kembar.

__ADS_1


"Maaf ya Cit, kita telat.. tadi Kak Karin ada kendala sedikit." Ucap Kirana setelah sampai di depan Kirana.


"Iya gak papa.. Kamu gak dateng sama El?" Tanya Citra kepada Kirana.


"Enggak, emang kamu undang?" Ujar Kirana mencoba tenang.


"Iyalah.. dulu kita dekat kan Kira, aku bisa kenal El juga karena kamu. Kalian pasangan yang serasi" Jawab Citra sambil mengamati ekspresi Kirana.


"Kamu masih seperti dulu Ki.. masih gugup saat mau bertemu El ketika kalian habis bertengkar" batin Citra


Adam terlihat tidak suka mendengar ucapan Citra, dia menunjukkan wajah dinginnya.


"Jangan terlalu berspekukasi sendiri Cit, saat ini aku ingin sendiri dulu. Aku masih ingin menikmati masa bersama Mama Papa" Kata Kirana yakin.


"Kak Karin kenapa sekarang jadi pendiam? Karena Kak Al ya?" Pertanyaan Citra membuat Karina tegang.


"Enggak kok.. lagi banyak kerjaan aja" Jawab Karina sok tenang.


"Jangan pernah berfikir untuk pergi jauh, karena apa yang menjadi milikku tidak akan pernah ku lepas" Tegas Al kepada Karina di depan saudaranya. Setelah mengatakan itu dia segera pergi menemui El yang baru saja tiba.


"Kak Karin nyanyi ya buat ngehibur aku?" Pinta Citra atas suruhan Kirana.


Karina tidak langsung menjawab, dia masih memikirkan ucapan Al barusan. Karina ketika hatinya lagi kacau akan lebih tenang setelah menyanyi. Oleh karena itu, tadi Kirana berbisik kepada Citra untuk menyuruh kakaknya menyanyi.


"Baiklah, supaya nanti saat honeymoon kamu lebih santai" Ujar Karina. Dia pun segera menuju panggung kecil di depan. Dia akan menyanyikan lagu "Sisa Rasa" yang di populerkan oleh Mahalini.


Ha-ah-ah-ah


Anug'rah cinta yang pernah kupunya


Kau buatku percaya ketulusan cinta


Seakan kisah sempurna 'kan tiba


Masih jelas teringat pelukanmu yang hangat


Seakan semua tak mungkin menghilang


Kini hanya kenangan yang telah kau tinggalkan


Tak tersisa lagi waktu bersama


Mengapa masih ada


Sisa rasa di dada


Di saat kau pergi begitu saja?


Mampukah ku bertahan


Tanpa hadirmu, sayang?


Tuhan, sampaikan rindu untuknya (rindu untuknya)

__ADS_1


Masih jelas teringat (jelas teringat) pelukanmu yang hangat


Seakan semua tak mungkin menghilang (menghilang)


Kini hanya kenangan yang t'lah kau tinggalkan


Tak tersisa lagi waktu bersama (waktu bersama)


Mengapa masih ada


Sisa rasa di dada


Di saat kau pergi begitu saja? (Begitu saja)


Mampukah ku bertahan


Tanpa hadirmu, sayang?


Tuhan, sampaikan rindu untuknya


Oh, masih tersimpan


Setiap kеnangan, ho-wo-wo-oh


Semua cinta yang kau beri


Kau takkan terganti


Mеngapa masih ada (masih ada)


Sisa rasa di dada (rasa di dada)


Di saat kau pergi begitu saja?


Mampukah ku bertahan


(Tanpa hadirmu, sayang?)


Tuhan, sampaikan rindu untuknya


Sampaikan rinduku untuknya


Al terbengong melihat Karina menyanyi lagu yang menyayat hati. Dia dapat melihat Karina sampai menangis menyanyikan lagu itu. Setelah menyanyi, Karina langsung turun menghampiri Kirana. Dia memeluk Kirana dengan erat sambil menangis penuh luka.


"Semua akan baik-baik saja Kak" Kirana menenangkan Kakaknya yang sedang Kacau.


"Hari ini karir dan hidup Kakak akan hancur Ki.. dia pasti menyebarkan foto itu setelah melihat Kakak menghadiri pesta ini." Lirih Karina sehingga hanya Kirana yang mendengarnya.


Lalu tiba-tiba lampu dalam ruangan itu padam, selang beberapa menit kembali menyala dengan menampilkan slide foto Karina yang sedang berada dalam kamar hotel dengan tubuh telanjang yang tertutup selimut tebal.


DEG


Karina terkejut, dia semakin kacau. Kirana memegang kuat tubuh lemah sang Kakak agar tidak terjatuh ke lantai.

__ADS_1


__ADS_2