KIRANA & KARINA

KIRANA & KARINA
Part 29


__ADS_3

Malam semakin larut, acara Citra dan Ardi telah usai. Besok mereka akan honeymoon ke Maldives. Maldives terdiri dari pulau-pulau koral yang mengelilingi laguna, pasir putih yang menghampar, dan jernihnya air laut menggoda kita untuk bermain-main di pantainya. Tak ayal Pulau Maldives pun terkenal dengan lanskap indah yang dapat menjadi pemikat bagi siapapun untuk mengunjunginya. Citra memilih pulau maldives karena dia ingin menyaksikan keindahan cahaya laut pada malam hari, seperti yang dia dengar dari teman-temannya yang sudah pernah ke sana.


Semua orang telah pulang, kini tinggal Kirana, Karina, Ray dan Feli yang belum pulang.


"Karin aku anter pulang ya? kamu tadi kesini naik grab kan?" Tawar Al kepada Karina.


"Gak usah Al, aku bareng Ray dan Feli aja" Jawab Karina lirih.


Al pun pasrah mendengar penolakan Karina. Dia masih melihat wajah syok Karina.


"Yaudah kita langsung pulang yukk" Ajak Ray.


"Kita pulang ya Kak Al" Pamit Kirana lalu memeluk Al sebentar.


"Iya dek, hati-hati ya. Titip mereka Ray" Al terus menatap Karina.


"Tenang Al, semua aman" Jawab Ray terkekeh.


"Kita pamit dulu Al" Feli juga berpamitan. Hanya Karina yang tetap tidak bersuara, fikirannya melayang entah kemana.


Merekapun segera meninggalkan tempat acara. Al, Citra dan Radit menginap di hotel tersebut.

__ADS_1


...*****************...


Ditempat lain, tepatnya di rumah Reino dan Reina.


"Kak kita gagal" Ucap Reina dengan gusar.


"Bagaimana bisa? bukankah foto itu sudah kita sebar lewat temanmu yang bekerja di salah satu media terkenal itu?" Tanya Reino kaget.


"Iya, semua media ditutup sama Al, kalo berita itu tetap ada Al akan ngehancurin Kak, bahkan temanku kena skors sekarang karena ketahuan dia yang membuat berita itu" Jelas Reina.


"Kamu tenang jangan panik, semua akan baik-baik saja." Ujar Reino menenangkan adiknya.


"Apa yang kalian lakukan??!! Bukannya membuat bangga malah membuat malu!!" Teriak Ayah dari Reino dan Reina yaitu Pak Arman.


"Maksud ayah apa?" Tanya Reino bingung.


"Lihat itu!! berikan alasan kepada ayah sekarang!!" Sentak Pak Arman penuh emosi.


Tanpa berkata lagi, Reino dan Reina membuka amplop yang dilempar Pak Arman. Mereka terkejut melihat amplop tersebut.


"Kak ini kenapa bisa aku dipecat secara tidak terhormat?" Ucap Reina terkejut matanya mulai berair.

__ADS_1


"Pa, jabatanku dicopot secara tidak terhormat? kenapa Pa?" Tanya Reino bertanya kepada Papanya.


"Iya, itu pasti karena ulah kalian. Papa sudah tidak bisa membantu kalian lagi. Sekarang terserah kalian. Papa sudah capek-capek menyekolahkan kalian, sekarang hanya malu yang bisa kalian berikan untuk Papa. Bersiap-siaplah karena jika Kalian di blacklist di negara ini kalian akan sulit mencari pekerjaan" Ucap Pak Arman pasrah.


"Pa, mana mungkin kita di blacklist. Kita bahkan tidak tahu kesalahan kita" Ujar Reino mengelak.


"Kalian berurusan dengan orang yang salah, Sanjaya Group tidak akan membebaskan kalian dengan mudah, kecuali kalian pindah dari negara ini" Kata Pak Arman membuat Reino dan Reina membelalakkan matanya.


"Kenapa jadi begini?" batin Reino dan Reina menyesal.


Mereka benar-benar mengalami hal yang dikatakan Pak Arman. Tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerima mereka. Karena itu lah, Pak Arman mengajak kedua anaknya untuk pindah ke luar negeri.


...******************...


Satu bulan setelah kejadian penyebaran foto senonoh Karina, Karina mulai kembali seperti dulu. Dia mulai ceria lagi, dia memutuskan untuk keluar dari perusahaan yang mempekerjakan dia. Dia pensiun dini dari penasehat hukum di perusahaan itu. Dia dan Kirana sedang merintis usaha Cafe kekinian. Seperti saat ini mereka sedang berada di Cafe yang akan segera di buka bulan depan.


"Kak, ini sumpah keren banget.. aku yakin para anak muda akan betah ada di sini" Ucap Kirana kepada Kakaknya, Karina.


"Iya dong Sayang" Jawab Karina.


Karina dan Kirana membuka Cafe di tempat yang strategis, serta di dalam Cafe dibuat tempat spot foto ala instragamable.

__ADS_1


__ADS_2