KIRANA & KARINA

KIRANA & KARINA
Part 14


__ADS_3

Tiba-tiba jari Kirana yang digenggam El bergerak, El langsung mengangkat kepalanya


"Al, jarinya bergerak" Ucap El antusias.


"Iya El aku liat barusan. Aku akan segera menghubungi Dokter Alan." Ujar Al.


Tak lama Dokter Alan datang, dia segera memeriksa Kirana.


"Al ini sungguh keajaiban. Ada kemajuan dalam diri Kirana." Ucap Dokter Alan.


"Benarkah dok? tapi kenapa dia belum sadar?" Tanya Al


"Sebentar lagi pasti sadar Al" Kata Dokter Alan meyakinkan.


Tiba-tiba jari Kirana bergerak lagi bersamaan dengan matanya yang mulai mengerjap.


"Hausss" Lirih Kirana.


"Ini minum dek" Al langsung memberi minum kepada Kirana.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar dek" Ucap Al tersenyum bahagia.


"Memang aku kenapa kak?" Tanya Kirana bingung.


"Kamu nggak sadar udah 1 minggu" Jelas Al.

__ADS_1


"1 minggu? pasti merepotkan kakak lagi ya?" Ucap Kirana lirih.


"Kamu tidak pernah merepotkan kakak" Kata Al tulus.


"Kira.." Panggil El membuat Kirana terkejut.


'El'


Kirana hanya menatapnya dengan tatapan penuh kekecewaan. Dia bingung harus bicara apa. Dia memang masih sangat mencintai El, tapi dia masih merasa kecewa kepada El.


"Kakak keluar dulu ya dek mau nganter Dokter Alan. Kalian bicara saja dulu berdua" Pamit Al kepada Kirana. Kirana diam saja tidak menjawab.


Setelah Al dan Dokter Alan keluar, suasana kamar menjadi hening. Tidak ada yang mulai bicara.


"Untuk apa?" Tanya Kira cuek.


"Untuk semua kesalahanku, aku tahu aku salah, tapi aku tidak pernah berniat pergi, aku dijebak," Lirih El.


"Kenapa baru sekarang jelasinnya? 8 tahun yang lalu kemana? apa kamu laki-laki pengecut? yang tidak berani menghadapi kenyataan? aku kecewa El.." Kirana bertanya dengan menahan tangisannya.


"Maaf bee.. aku terlalu taku melihatmu kecewa, aku terlalu takut melihatmu sedih.. aku mencintaimu bee.." Ungkap El sambil mencoba menggapai tangan Kirana namun di tepis oleh Kirana.


"Jangan memanggilku dengan sebutan konyol itu lagi. Aku membencinya." Kata Kirana.


"Kira plisss maafin aku, 7 tahun yang lalu aku kembali menemui kamu, tapi kak karin melarangku untuk menemuimu lagi setelah kamu bangun dari koma, bahkan dia tidak memberiku waktu untuk menjelaskan semuanya. Aku tau itu dia lakukan karena dia tidak mau membuatmu sakit lagi." El tetap memohon maaf kepada Kirana.

__ADS_1


"Aku ingin sekali membencimu El, hiks.. tapi rasa cintaku kepadamu terlalu besar, hiks" Kirana sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.


"Bee jangan nangis, aku nggak bisa liat kamu nangis" Ucap El lalu memeluk Kirana.


Al hanya diam melihat El dan Kirana berpelukan. Dia berdiri di ambang pintu setelah mengantar Dokter Alan tadi. Dia ingin masuk tapi nggak mau mengganggu pembicaraan El dan Kirana.


Setelah berpelukan cukup lama, akhirnya El dan Kirana melepas pelukan mereka. Mereka salimg pandang sampai tidak memperdulikan Al yang dari tadi berdiri diambang pintu, sampai deheman Al memutus pandangan mereka.


"Ehhhmmmm"


"Al"


"Kak Al"


Ucap El dan Kirana bersamaan.


"Ini disini bukan patung loh.. malah diacuhin dari tadi." Kata Al sewot.


"Enggak gitu kak," Ucap Kirana tersenyum


"Kira jaga batasan!! Kamu istri orang!!" Tegas Al yang belum tahu kalau Kirana baru saja bercerai.


"Aku sudah cerai kak" Kata Kirana lirih.


"HAH??!" Al dan El terkejut mendengar Kirana sudah bercerai.

__ADS_1


__ADS_2