
Keesokan harinya di apartemen Al sudah nampak sosok lelaki tampan, gagah, berkulit putih sedang duduk di ruang tamu bersama Al.
"Gimana kabar loe Al?" Tanya pria tersebut membuka obrolan.
"Gue baik El, mungkin orang yang udah loe sakitin sedang tidak baik-baik saja." Jawab Al.
Iyah, pria itu adalah El, lelaki yang sudah pernah meninggalkan Kirana saat dia sedang sayang-sayangnya.
"Apa maksudmu Al? bukankah terakhir kita bertemu kamu sudah bilang kalau dia baik-baik saja? bahkan dia sudah bahagia bersama dengan suaminya?" Tanya El terkejut.
"Dia masih mencintaimu El, aku tahu dari sorot matanya setiap dia bercerita kepadaku. Dia hanya kecewa kepadamu, karena kamu meninggalkan dia tanpa alasan. Bahkan setelah pernikahan dia 5 tahun ini, aku tahu dia baru bisa setahun ini membuka hatinya untuk suaminya. Tapi entah apa yang terjadi di Indonesia, hingga penyakit psikisnya kambuh lagi, bahkan yang sekarang lebih parah El, dia koma sekarang." Jelas Al panjang lebar.
__ADS_1
"Al, aku harus bagaimana? ketika masalahku selesai ketika aku pergi tanpa alasan dari Kirana, tiba-tiba aku mendengar dia sudah menikah. Aku hanya bisa pasrah Al, aku mencoba ikhlas meskipun aku masih sangat mencintainya sampai sekarang." Ucap El sendu.
"Aku tahu El, masalahmu terjadi karena wanita gila harta itu, tapi aku bersyukur karena Tuhan cepat memanggilnya setelah dia membuat hidupmu dan Kirana hancur." Al mencoba melapangkan dadanya mengingat semua itu bukan salah El.
"Kamu tahu Al?"
"Enggak" Potong Al membuat El menonjok lengan Al sebal.
"Denger dulu bego, anak yuang dikandung wanota itu bukan anakku Al, aku ternyata dijebak waktu itu, aku gak pernah menyentuhnya sama sekali." Kata El lirih.
"Seminggu setelah anak itu lahir, dia sakit Al, Demam Berdarah, sebelum tahu tentangk sakitnya dokter menyarankan untuk lab darah, nah pas itu juga papa dan mama sekalian mengusulkan untuk tes DNA, dan hasilnya negatif denganku." Jelas El
__ADS_1
"Wihh gila wanita rubah, udah bikin hidup loe benar-benar hancur" Al hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar cerita El.
"Udah deh El, jangan cerita mulu. Muak lama-lama gue denger cerita bobrok wanita licik itu. Loe mau nemuin Kirana nggak? siapa tahu kalo loe nemuin dia mau sadar?" Kata Al.
"Gue mau Al, jujur gue Rindu banget sama Kira." Jujur El.
"Tapi jangan loe apa-apain ya itu istri orang, loe harus ingat batasan loe!!" Peringat Al kepada El.
Al pun akhirnya mengajak El ke kamar Kirana. El tertegun setelah pintu terbuka, dia terkejut melihat wanita yang dulu sampai sekarang sangat dicintainya terbaring lemah di atas ranjang dengan alat bantu pernafasan. Tubuhnya terlihat lebih kurus dari terakhir dia bertemu dengan Kirana 7 tahun yang lalu dengan kondisi yang sama Kirana koma setelah El meninggalkannya. Dia bisa sadar setelah El menjenguknya. Dia pun segera mendekat ke ranjang Kirana..
"Bee.. bangun.. aku udah kembali, kamu kenapa? ada yang menyakitimu lagi? kenapa kamu semakin terlihat lemah sekarang. Aku sudah ikhlas melepasmu bersama suamimu, bangunlah bee.. suamimu, kakakmu, Al menunggumu.. aku sakit bee.. hiks.. melihatmu seperti ini.." tak terasa air mata El jatuh menetes mengenai kulit tangan Kirana yang digenggam El.
__ADS_1
"Kamu tahu bee.. Aku mencintaimu lebih dari apapun.. tapi saat ini ada batasan untuk aku menggapimu.. bangunlah bee.. berbahagialahh.. aku ikhlas.." Suara El terdengar parau.
Al yang menyaksikan itu semua ikut meneteskan air matanya. Al tau bagaimana perjuangan El agar bisa lepas dari jeratan wanita rubah itu, dan dia pun tau dari Karina bagaimana perjuangan Kirana untuk bisa bangkit dari masa terpuruknya ditinggalkan El.