KIRANA & KARINA

KIRANA & KARINA
Part 23


__ADS_3

Sejak saat Karina memutuskan hubungannya dengan Al, Karina dan Kirana pindah ke Bandung. Disana tempat kelahiran sang mama. Mereka masih mempunyai rumah peninggalan mamanya. Karina bekerja sebagai Pengacara di Bandung, sedangkan Kirana kondisinya semakin membaik. Karina melakukan segala cara untuk kesembuhan Kirana 100%. Karina pun menutup komunikasi dari semua orang termasuk El, Ray dan Feli. Mereka benar-benar memulai kehidupan baru di Bandung.


Hari ini tepat hari libur, Karina tidak bekerja sehingga berada dirumah seharian. Setelah makan malam, Karina diajak berbincang-bincang oleh Kirana.


"Kak kita disini sudah 6 bulan, aku rindu Kak Ray dan Kak Feli" Ucap Kirana menatap Karina dengan mata penuh kerinduan.


"Kamu tidak bahagia kita berada disini?" Tanya Karina lembut.


"Bukan gitu kak, tapi aku kesepian kalau kakak kerja" Jawab Kirana menundukkan kepalanya.


"Kakak masih belum siap untuk tetap berada di sana dek, hati kakak sakit" Kata Karina sendu.


"Apa yang kakak sembunyikan dari aku?" Tanya Kirana menggenggam tangan kakaknya.


"Kamu tahu kalau Pak Wisnu mantan kekasih Mama?" Tanya Karina serius.


"Hah? Masa sih kak? aku gak tahu" Jawab Kirana terkejut.


"Kakak takut Tante Susan selama ini membencimu karena itu." Ucap Karina matanya menyorotkan kekhawatiran yang dalam.


"Kak percaya sama aku semua akan baik-baik saja" Kata Kirana menenangkan adiknya.


"Kakak juga tahu kalau Tante Rosa mamanya Lidia mantan papa?" Sambung Kirana lagi.


"Enggak, itu beneran?" Karina semakin pusing memikirkan masa lalu orang tuanya.


"Beneran Kak, aku kata Bu Nia, asisten mama dulu" Jawab Kirana meyakinkan. Kirana pun menceritaka pertemuannya dengan Bu Nia sebelum pindah ke Bandung.


Flashback On


Ketika Kirana sedang berjalan-jalan di taman dekat rumahnya, tiba-tiba ada yang menghampirinya.

__ADS_1


"Permisi, ini Non Kirana ya?" Sapa ibu tersebut.


"Iya, Ibu siapa ya?" Jawab Kirana.


"Ini Ibu Rania Non, Asisten Nyonya dulu" Jawab Bu Rania, Ya ibu-ibu tersebut adalah Bu Rania.


"Bu Nia, Kira rindu" Kirana langsung memeluk Bu Rania erat.


"Ibu juga rindu Non," Jawab Bu Rania. Kirana segera melepas pelukannya dan mengajak Bu Rania ke Cafe seberang taman.


Setelah sampai taman, mereka langsung memesan makanan. Mereka melanjutkan mengobrol setelah makan.


"Bu Nia sekarang kerja dimana?" Tanya Kirana antusias.


"Ibu kerja di rumah Tuan Muda Al Non, Ibu pernah bertemu Non Karina disana." Jawab Bu Rania tersenyum lembut.


"Loh iya kah? kok aku gak pernah lihat?" Tanya Kirana lagi penasaran.


"Hmm iya Bu pantes gak pernah lihat" Kata Kirana mengangguk-nganggukan kepalanya.


"Non, kata Non Karin ada seseorang yang selalu mengganggu kalian, benar Non?" Tanya Bu Rania.


"Iya Bu, itu Tante Rosa dan anak-anaknya. Ibu tahu kan?" Kirana mau menanyakan masa lalu orang tuanya.


"Benar Non?" Tanya Bu Rania memastikan.


"Iya benar Bu, apa Ibu tahu sesuatu?" Tanya Kirana antusias.


"Sebenarnya Bu Rosa itu mantan kekasih Tuan Non, dan tentang perselingkuhan Tuan itu semua jebakan Bu Rosa. Sebenarnya Tuan tidak pernah berniat berselingkuh, tapi Bu Rosa menjebak Nyonya dan Pak Wisnu seperti berselingkuh, sehingga membuat Tuan murka. Setelah kejadian itu Tuan sangat membenci Nyonya, sehingga ketika mereka berempat bertemu di cafe, Tuan sedang bersama Bu Rosa. Nyonya yang saat itu sedang bersama saya di cafe menghampiri Tuan, namun naas disana tanpa sengaja Pak Wisnu juga berada disana." Ucapan Bu Rania terhenti, dadanya sesak mengingat kejadian itu.


"Lalu apa yang terjadi Bu?" Tanya Kirana penasaran.

__ADS_1


"Nyonya marah menampar Bu Rosa tapi Tuan malah menampar balik Nyonya, Tuan membela Bu Rosa. Pak Wisnu yang melihat itu menghampiri Nyonya dan Tuan langsung mengata-ngatai Nyonya di depan semua orang. Nyonya berlari keluar menuju mobil, saya menyusulnya. Nyonya naik mobil dengan kecepatan penuh, dibelakang mobil Pak Wisnu mengikuti. Namun sayang, saat sampai di lamou merah mobil Pak Wisnu menerobos lampu merah demi mengejar mobil Nyonya dan Pak Wisnu kecelakaan hingga meninggal di tempat." Bu Nia meneteskan air matanya menceritakan itu semua.


"Jadi papanya Mas Adam mencintai Mama Bu?" Tanya Kirana mengingat Mamanya.


"Iya Non, Pak Wisnu sangat-sangat mencintai Nyonya. Den Adam ada bukan karena cinta Non, melainkan karena ketidak sengajaan saat Pak Wisnu mabuk ketika mendengar Nyonya dan Tuan menikah." Jawab Bu Rania.


"Apa Kak Karin tahu tentang semua ini Bu?" Tanya Kirana.


"Non Karin hanya tahu tentang Pak Wisnu yang mantan kekasih Nyonya Non," Jawab Bu Rania.


"Pantas Kak Karin tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga Sanjaya" Ucap Kirana lirih.


Setelah berbincang-bincang cukup lama, Kirana dan Bu Rania pulang.


Flashback Off


"Berarti disini yang salah itu Tante Rosa kan dek?" Tanya Karina setelah mendengar cerita adiknya.


"Iya benar Kak, berarti Mama dan Papa hanya salah faham" Jawab Kirana.


"Ma, apa aku harus mengatakan yang sebenarnya kepada kakak? Aku bingung harus bagaimana Ma, Mama cepat kembali, Adek Rindu Mama" batin Kirana.


"Dek, bulan depan kita ke Jakarta ya?" Kirana kaget mendengar perkataan Karina.


"Mau ngapain Kak?" Tanya Kirana penasaran.


"Ke acara 4bulanan Lidia, disana akan ada Papa dan Tante Rosa" Kata Karina serius.


"Papa sudah tidak perduli sama kita Kak" Ucap Kirana sendu


"Kamu akan tahu saat acara itu dek Papa menyayangi kita, Papa hanya sedang kecewa kepada Mama Dek" Ucap Karina meyakinkan Kirana

__ADS_1


Kalau ada yang tanya siapa nama ortu Kirana dan Karina aku masih nyari nama yang cocok makanya aku tulis saja Nyonya dan Tuan panggilan dari Bu Rania 😊😊😊


__ADS_2