
"Kak tolong!! perutku sakit sekali" Ucap Kirana kesakitan.
"Ya ampun.. darah Ray, cepat angkat Ray bawa ke rumah sakit!!!" Sahut Karina panik
"Iya ayo buruan Rin, kamu yang bawa mobil" Ucap Ray sambil menggendong Kirana.
Karina langsung mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Sedangkan Kirana kehilangan kesadarannya dalam perjalanannya menuju rumah sakit.
"Kira bangun hey sayang bangun" Ucap Ray berusaha membuat Kirana sadar.
"Sebentar lagi sampai Ray.. Kamu coba bangunin dia terus" Sahut Karina.
"Iya Rin, ini juga udah aku usahain." Jawab Ray.
Tak berapa lama, merekapun sampai rumah saikit terdekat dari rumah Ray.
"Suster suster!!! tolong sus, tolong adik saya!!" Teriak Ray menggema di lobi rumah sakit.
"Mari pak kita bawa ke ruang UGD" Sahut salah satu suster sambil menunjukkan arah UGD.
"Bapak silahkan tunggu diluar. Biar dokter yang menanganinya." Ucap suster.
__ADS_1
Ray pun menunggu di depan ruang UGD, tak lama datang Karina dengan wajah paniknya.
"Gimana Ray? udah ditangani dokter?" Tanya Karina khawatir.
"Kamu tenang Rin, Kira udah di dalem ditangani dokter." Jawab Ray terlihat tenang padahal hatinya penuh kekhawatiran.
"Semoga mereka selamat ya Ray" Ucap Karina sendu.
"Iya Rin, kita berdoa yang terbaik saja" Sahut Ray.
ceklek
"Dokter bagaimana adik saya?" Tanya Karina langsung menghampiri dokter tersebut.
"Mohon maaf bu, saya sudah berusaha semaksimal mungkin namun Tuhan berkata lain." Jawab dokter
"Ahhh Ray Kira Ray, Kira.. hiks hiks" Karina histeris mendengar ucapan sang dokter.
"Tenang Rin, kita dengerin penjelasan dokter dulu" Ray menenangkan Karina.
"Maaf bu, maksud saya janin dalam kandungan adik anda yang tidak bisa diselamatkan. Adik anda selamat cuma belum sadar saja" Jelas dokter lagi.
__ADS_1
"Innalillahi.." Ucap Ray dan Karina bersamaan.
"Yang sabar pak bu, sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang rawat. Saya permisi dulu" Kata dokter.
"Iya dok" Jawab Ray.
Setelah dokter pergi, tubuh Karina langsung merosot ke lantai, dia menangis sejadi-jadinya.
"Rin, kamu harus kuat, kalau kamu seperti ini siapa yang menguatkan Karina." Ucap Ray memeluk sahabat yang sudah dianggap adiknya itu.
"Kenapa Ray? Kenapa harus Karina yang mengalami ini semua? Dia gak akan kuat Ray, sama seperti dulu saat mama pergi, saat El meninggalkan dia, saat bajingan itu meninggalkan dia juga. Apalagi ini buah hatinya dia akan jadi seperti apa? aku takut Ray.." Ucap Karina lirih.
"Kamu harus kuat Rin, sekarang hanya kamu penguat dia, hanya kamu yang dia miliki. Jangan sampai semua ini akan merusak mentalnya. Kuatkan dia dengan segala kasih sayang dan cintamu. Hubungi Al, suruh dia kesini dia juga bisa menjadi penguat sebagai abangnya." Ray memberi saran sambil memeluk Karina.
"Gak bisa Ray, Al masih ada diluar negeri. 2 bulan lagi dia baru kembali ke sini. Dan dia bakal menetap disini. Dia juga belum tahu tentang perceraian Kirana dan Adam, bahkan foto palsu itu pun dia belum tahu." Jelas karina
"Ya udah semoga semua baik-baik saja. Ayo sekarang kita ke ruang rawat Kirana. Hapus air matamu. Pasti sebentar lagi dia akan sadar." Ajak Ray kepada Karina.
"Iya ayo" Jawab Kariana.
Mereka pun menuju ruang rawat Kirana yang berada di lantai 2 di kamar VIP. Karena Karina meminta adiknya di tempatkan di kamar tersebut supaya mendapatkan perawatan yang intensif. Agar Kirana cepat sembuh dan bisa kembali ke rumah.
__ADS_1