
Al segera menggendong Kirana menuju kamar tamu. Setelah itu dia segera menghubungi dokter Alan, dokter yang menangani Kirana 2 tahun lalu.
30 menit kemudian, Dokter Alan telah sampai di apartemen Al. Dia segera menuju kamar Kirana setelah dipersilahkan masuk oleh Al.
"Gimana dok?" Tanya Al ketika Dokter Alan selesai memeriksa kondisi Kirana.
"Apa yang terjadi Al? dimana suaminya? dia sekarang mengalami penyakit PTSD atau Post-Traumatic Stress Disorder" Ucap Alan
"Penyakit apa itu dok? saya belum tahu ada kejadian apa di Indonesia, tadi saya baru akan menanyakannya tapi dia sudah pingsan dulu" Jelas Al.
"Ini lebih parah dari sakitnya dulu Al, kalau dulu mungkin hanya psikisnya yang terganggu tapi sekarang dia mengalami hal semacam takut berlebihan akan kehilangan sesuatu." Kata Dokter Alan.
"Baiklah dok, saya akan lebih memperhatikan lagi kondisinya." Kata Al lirih.
"Jaga dia Al, jangan sampai dia merasa sendiri di dunia ini karena semua orang meninggalkan dia." Kata Dokter Alan membuat Al menganggukkan kepalanya.
"Baiklah Al saya pamit dulu. Ini resep kamu tebus di apotek ya.." Kata Dokter Alan sekalian pamit.
"Iya dok, terima kasih ya" Ucap Al tulus.
"Iya sama-sama" Jawab Dokter Alan.
Dokter Alan pun pulang, Al langsung menghubungi asisten pribadinya untuk membeli obat di apotek.
Waktu cepat berlalu, sudah seminggu sejak Kirana pingsan hingga saat ini dia masih lelap dalam tidurnya. Al masih setia menunggu kesadarannya, setiap hari dia mengajak Kirana berbicara walaupun tak ada jawaban dari Kirana. Karena menurut Dokter Alan Kirana enggan bangun dari tidurnya, dia lebih nyaman berada di alam bawa sadarnya.
__ADS_1
Iya, Kirana mengalami koma sementara, itu terjadi sejak seminggu yang lalu. Seminggu yang lalu setelah kepulangan Dokter Alan, Al masih menunggu kesadaran Kirana. Namun sampai keesokan harinya Kirana tetap belum bangun, akhirnya Al menghubungi Dokter Alan. Dokter Alan mengatakan Kirana mengalami koma sementara, dia enggan untuk menghadapi kenyataan hidupnya. Dia lebih memilih berada dalam alam bawah sadarnya.
Hari ini tepat seminggu Al menjaga Kirana, bahkan dia tidak mengabari Karina karena takut kekasihnya itu khawatir. Lagi pula Karina masih belum mau berkomunikasi dengan Al.
"Dek ayo bangun, kamu gak mau menemani kakak melamar kak Karin kah? tinggal 2 minggu loh kita bakal pulang, kita akan menghadiri acara nikah Citra adikku sekaligus sahabatmu.. juga kakak akan melamar kak Karin loh.." Ucap Al mencoba mengajak ngobrol Kirana.
Lalu tiba-tiba dia ingat seseorang, mungkin bisa membuat Kirana bangun. Al pun segera menghubunginya.
tut..tut..tut..
"**Halo" Sapa Al
". . . . . . ."
"Loe bisa dateng ke apartemen gue sekarang?"
". . . . . . ."
". . . . . . ."
"Oke hati-hati loe dijalan"
tut**.
Al pun menutup panggilannya terlebih dahulu. Dia hanya bisa berharap kalo orang itu bisa membuat Kirana segera bangun dari komanya.
__ADS_1
Di Indonesia, Karina sudah seminggu ini merasa hatinya gak tenang, seperti ada hal buruk yang terjadi. Tiba-tiba dalam lamunannya dia di kagetkan suara HPnya, Citra is calling.
drrttt..drrttt..drttt
"Halo assalamualaikum" Sapa Karina lebih dulu.
"Waalaikumsalam, Kak Karin ada di Jakarta sekarang? kenapa gak ngasih kabar? aku kan rindu main bertiga" Sahut Citra dengan meluncurkan banyak pertanyaan.
"Haduhhh Citra kamu ini, udah mau nikah tapi tetap saja bar-bar" Ejek Karina sambil terkekeh pelan.
"Hisshh kakak ini, oh ya kak Kirana mana? aku telvon kok gak bisa?" Tanya Citra kepada Karina.
"Dia sedang berlibur, kakak juga gak bisa buat nelvon dia." Jawab Karina.
"Liburan kemana kak? tapi dia akan datang kan ke acara nikahan aku? aku udah nyiapin baju brides maid buat Kirana dan kak Karin" Ucap Citra.
"Kakak gak tau dia liburan kemana, yang pasti dia sedang menenangkan hati dan fikirannya." Jawab Karina lirih.
"Kak jangan sampai kalian gak datang ya ke acaraku karena masalah kak Adam dan Kirana, aku sudah mengenal kalian sebelum Kirana mengenal kak Adam. Aku akan mengirimkan bajunya ke rumah kalian ya?" Pinta Citra tulus.
"Iya tenang saja, kakak pasti datang. Kalau Kirana kakak belum tahu. Tapi semoga saja dia bisa datang." Sahut Karina.
"Baiklah kak, ini bajunya sudah aku kirim ke rumah kakak lewat ojek online. Aku tutup dulu ya kak, Assalamualaikum" Citra pun segera menutup telvonnya tanpa menunggu jawaban dari Karina.
Setelah menutup telvonnya, Citra langsung menangis dalam diam di kamarnya. Dia sedih sahabatnya pergi di saat dia akan melangsungkan acara pernikahan. Dia berharap semoga Kirana bisa datang di acara nikahannya nanti.
__ADS_1
Sedangkan Karina setelah telvonnya ditutup sepihak oleh Citra, Dia mendapat pesan dari Ray mengabarkan bahwa El, sosok yang dulu sangat dicintai adiknya mulai muncul kembali. Hati Karina langsung tak karuan.
'Apa sebenarnya yang terjadi, kenapa dia baru muncul setelah semua luka yang diberikan kepada Kirana? dulu kenapa dia langsung pergi tanpa memberi penjelasan' batin Karina resah.