
Sesuai keinginannya, Kirana langsung keluar membawa baju-bajunya yang sudah di siapkan tadi habis sholat shubuh. Dia sudah bertekat akan keluar dari rumah itu dan segera menggugat cerai Adam. Kirana memang sengaja membuat Adam dan Lidia keluar pagi untuk sarapan agar dia bisa pergi tanpa ada yang tahu.
'Selamat tinggal mas, selamat tinggal semua kenangan manis selama 5 tahun ini.. aku mencintaimu mas sangat sangat memcintaimu.. tapi hati ini tidak akan sanggup jika harus berbagi dengan wanita lain. aku pergi mas..' bisik hati Kirana sambil menangis
tin..tin..tin..
Suara klakson mobil, taksi yang dipesan Kirana sudah sampai. Kirana pun segera keluar dan pergi meninggalkan rumah Adam.
"Mbak Kirana ya?" tanya sopir taksi ramah.
"Iya pak, ke jalan pattimura ya pak perumahan satya regency" jawab Kirana sambil tersenyum.
"baik mbak" sahut sopir taksi
Mobil pun segera melaju menuju tempat tujuan Kirana. Jaraknya cukup jauh, Kirana memang sengaja membeli rumah yang cukup jauh dari rumah Adam. Untuk masalah perceraiannya, Kirana menyerahkan semuanya kepada pengacaranya yang tidak lain sahabat Adam.
"Halo assalamualaikum" Ucap Kirana saat sambungan telvonnya diangkat seseorang.
"Waalaikumsalam Nyonya Adam.. tumben nih telvon ada apa gerangan?" jawab seseorang tersebut diselingi candaan
"Ihh mas Ray.. bercanda aja mulu.. nanti tak bilangin mbak Feli baru tahu rasa" sahut Kirana sebal
__ADS_1
"hemm iya iya maaf.. ada apa Kirana yang cantik?" tanya Ray dengan serius
"Mas tolong urus surat perceraianku dengan mas Adam.. kalau bisa secepatnya ya.." jawab Kirana
"Hei.. Kirana apa maksudmu? kenapa bercerai? apa ada masalah? bukannya kalian baik-baik saja? apa ada masalah yang terlewat dari pantauanku?" tanya Ray menggebu karena terkejut
"Jangan tanya-tanya dulu ya mas.. hatiku masih kacau.. nanti berkas-berkas yang dibutuhkan aku kirim ke rumah mas.. tapi jangan bilang-bilang mas Adam dulu.. nanti aja kalau surat gugatan dari pengadilan keluar mas sendiri aja yang anterin ke rumah mas Adam" jawab Kirana panjang lebar
"Baiklah akan segera mas urus.. jangan merasa sendiri.. setelah hatimu membaik datanglah ke rumah.. mas dan mbak Feli akan menjadi pendengar yang baik.. strong ya cantik?" ucap Adam memberi semangat
"Yaudah mas aku mau istirahat dulu capek. Assalamualaikum" pamit Kirana
Setelah berbicara cukup lama, Kirana sampai di rumah barunya.
"Mbak ini rumahnya nomor 22 kan ya?" tanya sopir taksi
"Iya pak" jawab Kirana
"Ini udah sampai mbak" ucap sopir taksi lagi
"Oh iya, maksih ya pak" sahut Kirana, segera turun dari mobil
__ADS_1
Kirana masih memandang rumah barunya, dia sedikit lega sekarang. Uang dari hasil investasinya sebagian bisa buat beli rumah ini.
'Alhamdulillah rumahnya cukup nyaman, semoga bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar' kata hati Kirana.
Sedangkan di rumah Adam, dia kelimpungan mencari Kirana. Apalagi dia melihat baju Kirana tidak ada di dalam lemari baju. Hanya tersisa baju-baju pemberian Adam saja.
'Sayang kamu kemana? aku udah nurutin mau kamu tapi kenapa kamu pergi? aku cuekin kamu supaya kamu mengerti perasaanku, tapi kenapa kamu malah pergi? aku sakit sayang..' lirih hati Adam
Adam pun segera pergi dari rumah untuk mencari Kirana. Dia tidak memperdulikan Lidia yang memanggilnya dari belakang.
"MAS TUNGGU!! AKU MENEMUKAN SESUATU DI KAMAR MBAK KIRANA!!" teriak Lidia agar Adam berhenti melangkah.
srekk
Adam merebut sesuatu yang ditemukan Lidia, dia terkejut hatinya sakit. Dia melihat amplop yang di dalamnya terdapat foto Kirana sedang bermesraan dengan lelaki lain.
"KIRANAAAAAAAA!!!" Teriak Adam histeris
Setelah melihat keadaan Adam yang kacau, terlihat Lidia tersenyum smirk.
'Sebentar lagi kamu akan hilang dalam hidup mas Adam Kirana' batin Lidia senang.
__ADS_1