KIRANA & KARINA

KIRANA & KARINA
Part 18


__ADS_3

Hari ini tepat hari dimana acara pernikahan Citra dan Ardi dilaksanakan. Tadi pagi jam 09.00 akad nikah dilaksanakan dengan hikmat dan lancar. Malam ini malam resepsi, semua sudah berada di aula hotel. Groosmen dan Bridesmaid sudah berada disana. Acara pun akan segera dimulai.


Dari arah pintu utama, sudah terlihat pasangan raja dan ratu sehari mulai memasuki aula. Semua terpukau melihat penganti wanita yang terlihat sangat cantik dan anggun.


Para tamu undangan mulai berjejer akan memberi selamat kepada kedua mempelai. Setelah kurang lebih 2 jam acara salam-salaman saat ini sudah sampai pada acara perjamuan. Para tamu dipersilahkan menikmati makanan yang sudah disediakan.


Tes..tes


Citra mengecek suara mikrofon.


"Para tamu sekalian, mohon maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya hanya ingin mengatakan saya dan kakak sahabat saya akan menyanyikan lagu kesukaan kami. Biasanya sihh kita nyanyinya bertiga, tapi karena sahabat saya berhalangan hadir.. jadi saya akan menyanyikan berdua dengan kakak sahabat saya. Bridesmaid Kak Karin silahkan naik ke atas.." Citra bicara diatas pelaminan.


Karin yang disebut pun segera naik ke atas.


"Ehm.. ini lagu kesukaan kami bertiga. Karena lagu ini mewakilkan perasaan kami. Tapi ya gitu Citra kembali kepada lelaki yang menyakitinya kalo aku sihh enggak ya.. semoga Ardi bisa menjadikan pengalaman yang lalu sebagai pembelajaran ya.. Karena kalo sudah dapat kesempatan kedua tidak akan ada kesempatan ketiga.." Karina mengucapkan dengan mata berkaca-kaca.


Musik mulai mengalun.. mereka membawakan lagu SANG PENGGODA dari Tata Janeeta..


Citra


Kau dulu pernah bilang


Aku ratu dihatimu sayang


Dan aku ratu di istanamu


Karina


Dan dulu pernah kau pun bilang

__ADS_1


Takkan pernah tinggalkanku


Sumpah mungkin kau lupa


Lalu tiba-tiba dari arah pintu ada suara yang mereka kenal menyambung lagu itu


Dan ku pernah jadi yang tersayang


Ku pernah jadi yang paling kau cinta


Mungkin kau lupa


Dan di saat sang penggoda datang


Kau biarkan dia hancurkan istanaku


Kini aku pun tlah pergi


Tlah kurelakan kau bersamanya


Kubiarkan dia merebut semua


Oh ingatkah dulu kau bilang (kau bilang)


Takkan pernah tinggalkanku


Sumpah mungkin kau lupa


Citra yang tahu itu sahabatnya, Kirana langsung turun dari atas pelaminan dan berlari menghampiri Kirana memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Cit, lepas aku gak bisa nafas" Ucap Kirana pengap karena Citra memeluknya sangat erat.


"Eh maaf, kirain kamu gak dateng. Aku udah sedih banget" Kata Citra lirih.


"Mana mungkin aku gak dateng, kamu sahabatku, aku pasti dateng apapun yg terjadi" Kata Kirana tersenyum.


Citra pun melepas pelukannya dari Kirana. Dia segera naik ke pelaminan lagi dengan Kirana mengikuti dibelakangnya.


"Ar, awas kalo loe berani nyakitin Citra lagi. Gue bejek-bejek loe" Bukannya mengucapkan selamat, Kirana langsung memberi ancaman kepada Ardi.


"Kira, loe kok tetep galak sihh.. santai donk, lagian dulu itu kan gue khilaf" Bela Ardi melihat guratan amarah diwajah Kirana.


"Gue begini juga gara-gara loe. Loe udah berani nyakitin sahabat gue." Sentak Kirana.


"Iya iya gue salah gak usah marah-marah terus deh loe" Kata Ardi.


"Oke. Btw selamat buat pernikahan loe sama Citra. Doa gue yang baik-baik deh buat kalian." Ucap Kirana sambil memeluk Citra dan Ardi.


"Thanks bestie" Kata Citra.


"Thanks Cit, padahal gue harap loe masih sama El" Kata Ardi membuat Citra mencubit lengannya.


"Tunggu aja undangannya. hahaha" Jawab Kirana sambil tertawa.


"Maksud kamu apa Kira?" Tanya Citra penasaran.


"Ada dehh" Jawab Kira.


Kira langsung turun dari atas pelaminan menuju tempat kakaknya berada. Sedangkan sepasang pengantin masih dengan fikiran bingungnya atas jawaban Kirana.

__ADS_1


__ADS_2