
Setelah mandi dan mengambil wudhu, Adam langsung menuju mushollah kecil dimana istrinya sudah menunggunya. Mereka pun segera melaksanakan sholat maghrib. Seusai sholat mereka melanjutkan kegiatan makan malam mereka.
"Mas setelah ini kita bicara ya.." ucap Kirana sambil membereskan meja makan.
"Iya yank.. mau bicara apa sih kayak serius banget" jawab Adam penuh tanda tanya.
"Iya ini memang penting mas.. tunggu saja aku di kamar ya.. aku mau cuci piring dulu" kata Kirana
"Oke yank.. aku ke kamar dulu ya" pamit Adam lalu berlalu pergi ke kamar mereka.
Setelah selesai mencuci piring, Kirana langsung menyusul suaminya ke kamar.
"Mass.." panggil Kirana
"Iya sayang ada apa? mau bicara apa?" timpal Adam
"Apa benar kamu mau nikah lagi mas?" tanya Kirana sendu
"Heh.. kata siapa?" jawab Adam terkejut
"Kata mama" ucap Kirana sambil menunduk dan air matanya mulai menetes
"Sayang.. aku udah nolak permintaan mama itu.. jadi mama beneran nyamperin kamu langsung? percaya sama mas yank mas gak mau nikah lagi itu cuma permintaan mama tapi udah mas tolak." jelas Adam
__ADS_1
"Tapi kata mama kamu udah setuju" ucap Kirana
"Aku sudah bilang kalau aku gak mau.. kamu gak percaya sama aku?" tanya Adam
"Entahlah mas.. aku capek.. menikahlah jika itu bisa membuat mama bahagia.. aku gak papa" jawab Kirana
"Kamu ini kenapa?? kamu nyuruh suami kamu nikah lagi? otak kamu dimana? kamu rela berbagi suami dengan wanita lain?" hardik Adam mulai tidak bisa mengontrol emosinya.
hiks..hiks..hiks..
"Udah gak usah nangis aku bakal turutin mau kamu sama mama aku bakal nikahi lidia" sentak Adam
BRAKK
"Ya Allah.. jika memang ini jalan yang Engkau kehendaki aku ikhlas.. aku akan melepas mas Adam untuk Lidia.." bisik hati Kirana
Setelah itu Kirana menangis sampai tengah malam hingga dia tertidur dengan mata sembab.
1 Minggu berlalu
Sudah 1 Minggu ini Adam tidak pulang kerumah. Kirana sudah mencoba untuk menghubunginya namun Adam tidak mengaktifkan HPnya.
Tanpa sepengetahuan Kirana, Adam sudah menyetujui untuk menikahi Lidia. Lidia yang memang menyukai Adam sangat senang mendengarnya.
__ADS_1
Hari ini merupakan hari anniversary pernikahan Adam dan Kirana yang ke 5. Di hari ini juga Adam dan Lidia melaksanakan pernikahan mereka. Pernikahan dilakukan secara sederhana, hanya keluarga saja yang diundang.
Sedangkan Kirana di rumahnya menunggu kedatangan Adam. Dia sudah menyiapkan kado anniversary untuk Adam. Dan dia ingin memperbaiki hubungan mereka.
Di rumah mama Susi acara berjalan dengan lancar. Semua keluarga Adam terkejut mendengar Adam menikah lagi, apalagi Kirana tidak hadir di sana. Semua keluarga menyayangkan sikap Adam yang menuruti permintaan mamanya untuk menikah lagi. Semua keluarganya sangat menyayangi Kirana, karena dia wanita yang baik dan sopan.
Setelah acara selesai, Adam pamit kepada mama dan semua keluarganya. Adam langsung membawa Lidia pulang ke rumahnya bersama Kirana.
"Mas apa mbak Kirana gak papa kalau aku tinggal bersama kalian?" tanya Lidia setelah sudah berada dalam mobil.
"Sudah jangan banyak bicara. Cukup diam dan ikuti aku!" jawab Adam dengan sedikit membentak
Lalu mereka terdiam sampai nyampek rumah.
Ceklek
"Assalamualaikum" ucap Adam ketika sudah berada di dalam rumah
Kirana yang sedang berada di dapur langsung berlari keluar setelah mendengar suara Adam
"Waalaikumsalam.. Mas kamu.." ucapan Kirana terhenti saat melihat Adam pulang bersama wanita yang dibawa mama mertuanya seminggu yang lalu.
DEG'
__ADS_1
"Ini kah jawaban dari doa-doaku selama ini? kamu sudah membuat keputusan tanpa memberi tahuku mas? jahat banget." lirih Kirana dalam hati.